Posmetro Padang
Senin, 5 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERITA UTAMA
  • METRO BISNIS
  • METRO SUMBAR
    • AGAM/BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • PAYAKUMBUH/50 KOTA
    • PASAMAN/PASAMAN BARAT
    • PDG PARIAMAN/PARIAMAN
    • PESSEL/KEP. MENTAWAI
    • SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG
    • SOLOK/SOLSEL
    • TANAH DATAR/PDG PANJANG
  • METRO PESISIR
  • METRO PADANG
  • METRO JUSTICIA
  • OLAHRAGA
  • LAINNYA
    • BELANJA AKHIR PEKAN
    • GAGASAN
    • LIPUTAN KHUSUS
    • PENDIDIKAN
    • PILKADA
    • WISATA
  • BERITA UTAMA
  • METRO BISNIS
  • METRO SUMBAR
    • AGAM/BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • PAYAKUMBUH/50 KOTA
    • PASAMAN/PASAMAN BARAT
    • PDG PARIAMAN/PARIAMAN
    • PESSEL/KEP. MENTAWAI
    • SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG
    • SOLOK/SOLSEL
    • TANAH DATAR/PDG PANJANG
  • METRO PESISIR
  • METRO PADANG
  • METRO JUSTICIA
  • OLAHRAGA
  • LAINNYA
    • BELANJA AKHIR PEKAN
    • GAGASAN
    • LIPUTAN KHUSUS
    • PENDIDIKAN
    • PILKADA
    • WISATA
Posmetro Padang
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERITA UTAMA
  • METRO BISNIS
  • METRO SUMBAR
  • METRO PESISIR
  • METRO PADANG
  • METRO JUSTICIA
  • OLAHRAGA
  • LAINNYA
HOME METRO SUMBAR

Dance Tik Tok, Virus Global Yang Menggerus Jati Diri Budaya Indonesia

Redaksi
Senin, 19 Mei 2025 | 10:47 WIB
Patricia Aurella Tarigan

Patricia Aurella Tarigan

ShareShareShareShare

Oleh: Patricia Aurella Tarigan Universitas: Brawijaya
Jurusan: Pendidikan Bahasa Inggris
(No BP : 245110500111014)

Di era digital yang ber­gerak cepat, di mana tren datang dan pergi dalam hitungan detik, Tik Tok muncul sebagai salah satu ke­kuatan budaya global terbesar abad ini. Aplikasi ini bukan sekadar platform hiburan, tetapi juga telah membentuk cara manusia berinteraksi, berekspresi, bahkan membangun identitas. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya ge­nerasi muda, TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari-la­yak­nya makan siang atau membuka pesan WhatsApp di pagi hari.

Menurut data Statista yang dilansir oleh Kom­pas.com, Indonesia saat ini memegang rekor sebagai negara dengan pengguna Tik Tok terbanyak di dunia, yakni mencapai lebih dari 157 juta pengguna. Angka ini melampaui bahkan ne­gara asal platform tersebut, yakni Amerika Serikat. Dominasi ini tentu mencerminkan betapa dalamnya pengaruh TikTok di Indonesia.

Namun, di balik popularitas yang melambung tinggi ini, terselip kekhawatiran besar: budaya lo­kal kita mulai tergeser oleh arus globalisasi digital yang datang tanpa filter. TikTok merupakan sarana umum yang dapat diakses di berbagai belahan dunia, hal ini membuat budaya masuk dengan cepat tanpa dapat difilter.

Salah satu tren terbesar di Tik Tok adalah dance challenge-sebuah tantangan menari yang viral dan ditiru oleh jutaan pengguna. Gerakannya energik, catchy, dan mudah dikuasai. Siapa pun, dari anak-anak hingga dewasa, bisa ikut serta. Namun, tak banyak yang sadar bahwa gelombang konten se­ma­cam ini mulai mengaburkan warisan budaya kita sendiri.

Remaja lebih hafal koreografý dance dari Barat dibandingkan tarian tradisional seperti Tari Pendet dari Bali atau Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara. Fe­nomena ini bukan sekadar s­oal tarian, Ini soal identitas. Ketika generasi muda yang seharusnya mengetahui kebudayaan lokal dan turut melestarikannya tapi malah  tidak bisa me­nyebutkan satu pun nama tarian tradisio­nal dari daerahnya, namuni dengan mudah meniru gerakan dance Tik Tok yang sedang viral, kita sedang menghadapi krisis yang lebih dalam-krisis jati diri budaya.

BACA JUGA  Pemkab Pasaman Prioritaskan Pembangunan Kawasan Terjauh

Menurut pengamat remaja Luky Rouf, sekitar 60-70% remaja Indonesia me­ngalami FOMO (fear of missing out). Mereka merasa harus terus mengikuti tren terbaru agar tidak merasa tertinggal. Akibatnya, banyak dari mereka mengadopsi konten luar negeri secara mentah-mentah, tanpa pemahaman kontekstual, apalagi penyaringan nilai budaya. Budaya lokal semakin asing di mata anak bangsa sendiri.

Ironisnya, generasi mu­da justru merasa bangga ketika viral karena me­ngikuti tren asing. Namun, saat diminta menunjukkan gerakan tari daerah atau menjelaskan makna filo­sofis di baliknya, banyak yang merasa canggung, malu, atau bahkan tidak tahu. Padahal, tari-tarian tradisional Indonesia menyimpan makna yang da­lam, mencerminkan nilai-nilai kehidupan, spiritualitas, serta sejarah panjang peradaban bangsa. Tari-tari tradisional ini merupakan harta yang harus dijaga dan dipedulikan, khu­susnya oleh kalangan anak muda. Tari Saman, misalnya, bukan sekadar gerakan seragam, tapi juga simbol kerjasama dan kebersamaan yang sangat relevan di masa kini.

Sebagian orang berdalih bahwa budaya harus menyesuaikan zaman. Itu betul. Tapi “menyesuaikan” bukan berarti “menghapus”. Budaya adalah sesuatu yang hidup dan ber­kembang, bukan barang museum yang hanya dipajang. Sayangnya, Indonesia belum memiliki strategi budaya nasional yang konkret di era digital. Minimnya dukungan terhadap pelaku seni lokal dan ku­rangnya ruang ekspresi budaya tradisional yang relevan membuat budaya luar tumbuh subur.

Namun, belum terlambat untuk bertindak. Justru era digital memberikan peluang emas untuk menjadikan budaya lokal sebagai bintang utama. Kita tidak perlu menolak tek­nologi-kita hanya perlu menggunakannya dengan cara yang tepat. Bayangkan jika tari Jaipong atau Tari Kipas dikemas dalam bentuk tantangan TikTok yang modern, dengan latar musik yang lebih segar namun tetap mempertahankan nilai budaya. Inilah saatnya kita berhenti jadi peniru tren dan mulai jadi pencipta tren yang berakar pada warisan kita sendiri. Karena budaya milik kita jauh lebih berharga daripada budaya luar yang berdatangan.

Pemerintah memiliki peran vital. Pelatihan kon­ten budaya digital di se­kolah, festival tari daerah berbasis media sosial, hing­ga kolaborasi antara seniman tradisional dan kreator muda adalah langkah awal yang sangat mungkin dilakukan. Komunitas kreatif, influencer, dan pegiat budaya bisa bekerja sama untuk menciptakan konten yang tak hanya menarik, tetapi juga edukatif. Hal-hal ini tentunya dapat memupuk rasa hromat dari generasi muda terhadap budaya lokal. De­ngan begitu, generasi muda bisa melihat bahwa mencintai budaya sendiri bukanlah hal kuno, melainkan sesuatu yang keren dan layak dibanggakan.

BACA JUGA  Pertumbuhan Kota Cepat, Perda RTRW perlu Direvisi

Lebih dari itu, peran keluarga dan pendidikan sangat penting. Anak-anak perlu dikenalkan pada budaya lokal sejak dini de­ngan cara yang menye­nangkan. Bukan malah di­perlihatkan video TikTok sejak mereka masih dini. Jangan biarkan budaya tradisional hanya menjadi mata pelajaran hafalan yang membosankan di se­kolah. Budaya harus hadir di rumah, di media, di ruang-ruang publik, dan terutama di dunia digital. Budaya bukan hanya soal masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kita menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap warisan leluhur di masa kini dan masa depan. Jika kita terus membiarkan budaya asing mendominasi tanpa perlawanan, maka di masa depan, anak cucu kita mungkin hanya akan mengenal budaya Indonesia dari gambar dan cerita di buku sejarah.

Indonesia tidak keku­rangan kekayaan budaya-yang kita butuhkan adalah kemauan untuk menjaganya. Jangan sampai karena kelalaian kita, budaya kita justru diambil alih dan diklaim oleh negara lain. Bukankah sudah banyak contoh budaya kita yang hampir hilang atau diklaim karena minimnya dokumentasi dan promosi?

Kini adalah waktu yang tepat bagi generasi muda untuk bangkit. Budaya tidak harus menutup diri dari perkembangan zaman. Justru sebaliknya, ia harus mampu beradaptasi dan hidup di dalamnya. Jadikan budaya lokal sebagai pelaku aktif di panggung digital global. Jadilah generasi pencipta, bukan hanya pe­ngikut. Dan yang terpenting: jadilah generasi yang bangga terhadap buda­yanya sendiri. (***)

ShareTweetShareSend

Baca Juga

WhatsApp Image 2026 01 05 at 15.40.41

Refleksi 2025 jadi Pijakan, Kanwil Ditjenpas Sumbar Siapkan Program Kerja 2026

Senin, 05 Januari 2026 | 16:11 WIB
PENCARIAN— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap remaja yang hilang di aliran Sungai Sikerbau, Pasbar.

Mandi-Mandi Bersama Teman, Remaja 13 Tahun Hilang di Sungai Sikerbau

Senin, 05 Januari 2026 | 11:08 WIB
MENINJAU—Presiden RI Prabowo Subianto meninjau pembangunan Huntara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Perkuat Dukungan BUMN Peduli pada Korban Bencana, Bank Mandiri Siap Bangun Rumah Huntara di Aceh

Senin, 05 Januari 2026 | 10:53 WIB
FITUR UNGGULAN—Yamaha Gear Ultima yang memiliki beragam fitur hingga membuat motor ini bisa membawa barang lebih banyak.

Praktis No Debat!, Yamaha Gear Ultima Miliki Beragam Fitur Unggulan

Senin, 05 Januari 2026 | 10:53 WIB
ARAHAN— Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sawahlunto Rovanly Abdams menerima dan menyampaikan arahan kepada 218 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 9 desa di Kota Sawahlunto, Jumat (2/1).

218 Mahasiwa Unand KKN di 9 DesaKota Sawahlunto

Senin, 05 Januari 2026 | 10:51 WIB
IURAN JAMINAN SOSIAL— General Manager PTBA-UPO Yulfaizon memberikan bantuan iuran jaminan sosial buat pekerja rentan kepada Kepala Dinas PM PTSP Naker Sawahlunto Dwi Darmawati

300 Petani dapat Iuran Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Senin, 05 Januari 2026 | 10:51 WIB

BERITA POPULER

  • TINJAU LOKASI HUNTAP— Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Boby Ali Azhari, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, didampingi Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis meninjau lokasi pembangunan huntap.

    Dirjen PU dan Wagub Sumbar Tinjau Lokasi Huntap, Pastikan Warga Terdampak Segera Miliki Rumah Layak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejari Pessel, Tegaskan Penggunaan Dana Hibah Bersumber APBD Harus Sesuai NPHD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.862 PPPK Paruh Waktu Terima SK Pengangkatan, ASN Pemkab Pasaman Harus jadi Teladan dan Berintegritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gotong Royong Payakumbuh Rendang dan Logistik Tembus Aceh Tamiang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Cacat Hukum, Pemberhentian Honorer Disdikbud Pessel Tuai Polemik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026 01 05 at 15.40.41
METRO SUMBAR

Refleksi 2025 jadi Pijakan, Kanwil Ditjenpas Sumbar Siapkan Program Kerja 2026

Senin, 05 Januari 2026 | 16:11 WIB

IMG 20260105 WA0005

Kunjungi SMAN 12 Padang, Wakil Mendikdasmen Pastikan Sekolah Terdampak Bencana Mulai Pembelajaran Awal Tahun 2026

Senin, 05 Januari 2026 | 15:13 WIB
DIMAKAMKAN— Jenazah Aqila (7) yang ditemukan tim gabungan saat membersihkan material banjir bandang di Malalak, dimakamkan oleh keluarga.

Sebulan Hilang, Satu Jenazah Anak Korban Galodo Malalak Ditemukan, Identitas Terungkap Berkat Baju dan Celana

Senin, 05 Januari 2026 | 11:17 WIB
JANIN— Polisi melakukan olah TKP penemuan janin di kos-kosan putri di Jalan Bandes Parak Jigarang, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Geger! 2 Janin Ditemukan di Kos-kosan Putri, Diduga Hasil Aborsi, Polisi Buru Pelaku

Senin, 05 Januari 2026 | 11:15 WIB
PENGEDAR— Dua pengedar pil ekstasi ditangkap Tim Satresnarkoba Polres Payakumbuh.

Komplotan Pengedar Pil Ekstasi Ditangkap, 20 Butir Disita

Senin, 05 Januari 2026 | 11:12 WIB

OPINI

Ilustrasi
OPINI

Menangisi Runtuhnya ‘Tulang Punggung’ Peradaban: Ironi di Balik Rencana Pembongkaran Jembatan Anai

Kamis, 25 Desember 2025 | 14:45 WIB

Firdaus Firman

Sumbar Tidak Tertinggal Dibanding Provinsi Lain

Minggu, 16 November 2025 | 18:29 WIB
Untitled 1 e1763285246585

AAN NOFRIANDA: Stop Dekritikalisasi, Dorong Dukungan Terhadap Pembangunan serta Apresiasi Terhadap Upaya Pembangunan Daerah

Minggu, 16 November 2025 | 16:27 WIB
Foto: Annisatul Faricha

Dari Komunitas untuk Bumi: Inspirasi Gerakan Konservasi Lokal yang Mendunia

Rabu, 04 Desember 2024 | 00:11 WIB

Larangan Riset Asing: Benarkah Pemerintah Indonesia Hambat Konservasi Satwa Liar?

Rabu, 04 Desember 2024 | 00:03 WIB
  • Indeks Berita
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
email: redaksi@posmetropadang.co.id

POSMETROPADANG.CO.ID © 2026

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERITA UTAMA
  • METRO BISNIS
  • METRO SUMBAR
    • AGAM/BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • PAYAKUMBUH/50 KOTA
    • PASAMAN/PASAMAN BARAT
    • PDG PARIAMAN/PARIAMAN
    • PESSEL/KEP. MENTAWAI
    • SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG
    • SOLOK/SOLSEL
    • TANAH DATAR/PDG PANJANG
  • METRO PESISIR
  • METRO PADANG
  • METRO JUSTICIA
  • OLAHRAGA
  • LAINNYA
    • BELANJA AKHIR PEKAN
    • GAGASAN
    • LIPUTAN KHUSUS
    • PENDIDIKAN
    • PILKADA
    • WISATA

POSMETROPADANG.CO.ID © 2026