PAYAKUMBUH/50 KOTA

Eksistensi KPU dan Bawaslu Penting untuk Demokrasi

1
×

Eksistensi KPU dan Bawaslu Penting untuk Demokrasi

Sebarkan artikel ini
FORUM DISKUSI— Ketua KPU Kota Payakumbuh Wizri Yasir, membuka kegiatan Focus Group Disscussion (FGD) dalam rangka penyusunan laporan evaluasi Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

PAYAKUMBUH, METRO— Ketua KPU Kota Pa­yakumbuh, Wizri Yasir, dalam kegiatan Focus Group Disscussion (FGD) dalam  rangka penyusunan laporan evaluasi pemilihan 2024, menyampaikan terkait eksistensi KPU dan Bawaslu penting sebagai penyelenggara pemilihan umum dan pemilihan Kepala daerah.

Mengingat adanya wa­cana untuk mengembalikan KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu menjadi badan ad hoc (panitia pemilihan yang bersifat sementara), melalui revisi UU penyelenggaraan pemilu. Padahal sebut Wizri Yasir, tugas KPU untuk pendidikan politik dan penguatan de­mokrasi di masyarakat sangat perlu.

“Ini sudah sama-sama kita ketahui bahwasanya ada wacana untuk kem­bali membuat KPU itu berada pada posisi edhoc, namun kita perlu memberikan sebuah alasan penting bahawa kebe­radaan dan eksintensi KPU perlu kita pertahankan,” ungkap Wizri Yasir, Rabu (19/2) pagi saat membuka FGD.

Baca Juga  Tim 7 Tertibkan 5 Pengamen di Lampu Merah

Dia menyampaikan, pendidikan politik kepada masyarakat harus terus dilakukan dan kerja-kerja untuk itu tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja seperti partai politik. Maka perlu eksistensi KPU dan Bawaslu sebagai pe­nyelenggara yang bersifat permanen tetap.

“Nah apa yang sudah pernah kita sampaikan, bahwa salah satunya pen­didikan politik itu tidak akan selesai oleh salah satu pihak seperti parpol, makanya perlu eksistensi KPU dan Bawaslu sebagai penyelengara yang bersifat permanen tetap, itu menjadikan sebuah kea­daan stabilitas politik dan demokrasi yang berjalan sebagaimana tugas dan wewenang KPU sebagai undang undang,” ungkapnya.

Baca Juga  Kolam Ikan Salah Satu Penyangga Ketahanan Pangan Keluarga

Salah satu contoh disampaikan Wizri adalah bahwasanya seluruh parpol peserta pemilu dan pemilihan itu yang akan mengusung calon perlu mempunyai basis yang kuat secara cultural. Nah untuk itu perlu dorongan dari semua penyelengara Pemilu dan Pemilihan termasuk KPU dan Bawaslu.

“Nah itu kita mendo­rong, bahawasanya semua pihak baik itu, melalui media, parpol kemudian tokoh politik, toko ma­syarakat, ingin kita rasakan dorongan dari mereka bahwa eksitensi KPU itu perlu. Apakah kebera­daan KPU itu penting atau tidak, tentuk masyarakat yang lebih tau,  tapi dari sisi kita, dari KPU, kita perlu mempertahankan eksistensi ini karena tugas KPU itu berat,” ucapnya.  (uus)