Menu

Ayo Saksikan Grand Opening TdS 2018, Dimeriahkan Atraksi Budaya dan Kesenian Daerah

  Dibaca : 67 kali
Ayo Saksikan Grand Opening TdS 2018, Dimeriahkan Atraksi Budaya dan Kesenian Daerah
Pebalap 26 negara dan enam tim nasional akan mengikuti TdS tahun ini.

Tahun ini, TdS melibatkan 21 tim dari 26 negara dan enam tim nasional.Tahun ini, TdS melibatkan 21 tim dari 26 negara dan enam tim nasional. Tahun ini, TdS melibatkan 21 tim dari 26 negara dan enam tim nasional. Kota Bukittinggi ditetapkan sebagai lokasi grand opening dan grand start Tour de Singkarak (TdS) 2018. Perhelatan event olahraga internasional itu dijadwalkan dimulai besok, Sabtu dan Minggu (3-4/11).

Grand Opening TdS 2018, Sabtu malam (3/11). Sedangkan Grand Start TdS 2018 Minggu pagi (4/11). Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, rangkaian kegiatan jelang Grand Opening TdS 2018, Selasa (30/10) hingga Kamis (1/1) dilaksanakan pagelaran seni dan budaya bertajuk Festival Multi Etnis di Lapangan Wirabraja Kota Bukittinggi. Kegiatan ini diikuti oleh delapan etnis kelompok masyarakat di Kota Bukittinggi.

Selain Festival Multi Etnis, sebelumnya juga ada kegiatan Fun Bike Road toTds 2018, juga di lapangan Wirabraja Bukittinggi, Minggu (28/10). Grand Opening nantinya, juga dimeriahkan dengan kegiatan TdS Idol, (31/10) dan Band Performance, (2/11). Band Performance menghadirkan band-band lokal Sumbar, seperti, SKA & Deva Band, D’Muaros, Roots, Safara Band, Komunitas Pemusik Jalanan (KPJ). Selain itu, juga ada artis ibukota, Ucok Baba dan Inces serta Plastic Flower Band, serta penampilan kesenian dari Sanggar Seni kota Bukittinggi.

Pada 4 November, sebelum menjajal etape I, Bukittinggi–Sijunjung, pebalap TdS mengelilingi Kota Bukittinggi sepanjang 10 km. Rutenya, Lapangan Kantin, Panorama, Simpang Tembok, Pasar Bawah, Mandiangin, Tarok dan kembali ke Lapangan kantin untuk start menuju Sijunjung.

“TdS moment promosi wisata Sumbar, khususnya kota Bukittinggi. Memang secara langsung dalam waktu dekat, efeknya tidak terasa. Namun, beberapa waktu ke depan, hasilnya dapat dinikmati, karena event ini menjadi promosi kita ke luar negeri. Tingkat kunjungan akan bertambah baik lokal maupun mancanegara. Karena itu, seluruh stakeholder dan masyarakat Kota Bukittinggi mari sukseskan event tahunan TdS 2018,” ajaknya.

Kabupaten Sijunjung ditetapkan menjadi lokasi finish etape 1, Minggu, (4/11). Tahun ini ada perbedaan bagi Kabupaten Sijunjung dalam pelaksanaan TdS. “Start TdS 2018 di Kota Bukitinggi dan finish di Kabupaten Sijunjung. Jadi dengan ditetapkan kita sebagai lokasi finish, ini menguntungkan nantinya. Dari segi waktu, kita mendapat kesempatan lebih lama menampilkan budaya khas Sijunjung dan potensi pariwisata yang ada,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sijunjung, Yofritas.

Yofritas menambahkan, etape 1, dari Bukittinggi ke Sijunjung menempuh jarak 122,7 kilometer dan finish di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung. Sementara, etape 2, Senin (5/11) start di Kota Sawahlunto dan finish di Kabupaten Dharmasraya. “Jadi Kabupaten Sijunjung dua kali dilewati pada rute TdS kali ini,” tambahnya.

Momen tersebut dimanfaatkan untuk melakukan ekspose terkait potensi wisata yang ada. Apalagi yang saat ini tengah gencar dipromosikan yaitu Geopark Silokek. “Kita manfaatkan momen tersebut, diantaranya dengan spanduk, baliho dan selebaran untuk tamu yang datang. Namun sebelumnya, segala hal untuk kelancaran kegiatan tersebut akan dipersiapkan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sementara, Disparpora Kabupaten Agam mulai berbenah dengan melakukan perbaikan jalan yang akan dilewati pebalap, sampai persiapan tribun di lokasi finish. “Untuk mempromosikan objek wisata kita memasang spanduk di sepanjang titik jalan yang kita tentukan,” kata Kepala Disparpora Agam, Erniwati.

Tahun ini, para pebalap sepeda dari berbagai negara akan melewati Kabupaten Agam dalam tiga etape berbeda. Saat melewati Kabupaten Agam, baik itu di etape 1, 4 dan 5, pihaknya akan menampilkan kesenian tradisional Minangkabau, Tambua Tansa dan kesenian lainnya untuk menghibur para peserta.

Kesenian tradisional itu berasal dari kelompok sanggar yang ada di kecamatan yang akan dilewati pebalap TdS. “Pada tahun lalu kami juga menampilkan kesenian tradisional Minangkabau di daerah yang dilewati peserta. Harapannya, para pebalap nanti bisa mendapatkan kesan yang positif,” ujarnya.

Sementara, TdS etape 3, (Dermaga Singkarak-Istano Baso Pagaruyung), bakal berbeda dari biasanya. Pada lokasi tersebut para pebalap akan mengelilingi Danau Singkarak sebanyak dua kali, sebelum terus ke Simabur-Pasar Batusangkar-Gedung Indojalito-Gedung Nasional- finis Istano Basa Pagaruyuang. “Jarak tempuh mencapai 150 km,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra Prasat.

Mengelilingi Danau Singkarak sebanyak dua kali, terobosan baru selama turnamen akbar tersebut digelar, hal ini menurut Yandra, dilakukan untuk memperkuat brand Singkarak sebagai ikon dalam turnamen internasional tersebut. “Setiap turnamen besar selalu ada ikon, dan dari sisi pariwisata, kami ingin mempertegas Danau Singkarak sebagai ikon TdS ini,” ungkapnya.

Yandra mengatakan, ia sudah beberapa kali mengunjungi Nagari Singkarak, Saniangbaka, Muaropingai dan Paninggahan, berdialog dengan tokoh masyarakat setempat untuk mengajak masyarakat setempat agar ikut menyukseskan TdS musim kesepuluh tersebut, termasuk sosialisasi tentang kemungkinan ditutupnya jalan di sepanjang pinggiran Danau Singkarak.

Kebagian 2 etape, Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Pemko Padang sangat mendukung penyelenggaraan event tahunan itu, baik dari segi perbaikan jalan hingga pada kesuksesan penyelenggaraan.

Ia pun juga mengajak seluruh pihak dan masyarakat Kota Padang turut mendukung dan memeriahkan kegiatan TdS nantinya. Pasalnya, mengingat kegiatan ini bukan hanya sebatas lomba balap sepeda, tetapi juga sebagai ajang promosi destinasi wisata yang ada di Padang khususnya dan Sumbar pada umumnya.”Selaku tuan rumah grand etape 4 dan 8, kita bekerja secara maksimal untuk menyukseskan event internasional tersebut. Namun, dukungan dari seluruh lapisan masyarakat juga amat menentukan,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang melalui Kepala Bidang Pemasaran Wisata Junie Nursyamza mengatakan, dari 9 etape tersebut Kota Padang akan dilintasi sebanyak dua kali yaitu pada etape 4, 7 November dan etape 8, 11 November. Dia mengatakan, pihaknya pun telah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) tersebut.(adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional