Menu

Ayam Langka, Pedagang Pasar Raya Padang Memekik

  Dibaca : 302 kali
Ayam Langka, Pedagang Pasar Raya Padang Memekik

PASAR RAYA, METRO–Ratusan pedagang ayam yang biasanya berjualan di los ayam Pasar Raya Padang ”memekik”. Sejak beberapa hari belakangan, mereka tak bisa berjualan lagi karena stok ayam tak ada dari perusahaan pemasok.

”Ada 200 lebih pedagang ayam yang berjualan di los ayam ini, hanya sekitar 30 persen hingga 40 persen yang berjualan. Selebihnya tak dapat DO. Mereka terpaksa di rumah saja,” ujar Rajabman (40), salah seorang pedagang ayam kepada POSMETRO, Senin (16/7).

Rajabman berharap, kelangkaan ini bisa segera diatasi sehingga pedagang bisa berjualan kembali dan memenuhi tuntutan pelanggan. Kondisinya saat ini sebut Rajabman lagi, agen mengaku tak dapat DO dari perusahaan karena perusahaan (produsen) tidak membuka DO.

Akibatnya terang Rajbman, pedagang pengecer tak bisa berjualan karena tak dapat jatah dari agen. Ia mensinyalir ada permainan di tingkat perusahaan inti dan sejumlah agen. Karena ada sebagian kecil ada agen yang mendistribusikan ayam ke pengecer tapi dalam jumlah yang kecil dan harga yang melangit.
”Sebagian kecil ada pedagang yang dapat ayam dari agen. Tapi jumlahnya sangat kecil dan harganya melangit,” cetus Rajabman.

Hingga kemarin harga ayam mencapai Rp33 ribu per kilogram. Untuk berat ayam 1,5 kg bisa mendapati angka Rp58 ribu.

Pedagang lainnya, Edi Prima berharap, ada sikap dari Dinas Perdagangan untuk menertibkan kembali pasokan dan harga ayam. Sehingga pedagang bisa berjualan dan konsumen tak kecewa. ”Sampai saat ini konsumen kami banyak yang kecewa. Pasalnya kebutuhan merek tak terpenuhi,” cetusnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal sebelumnya mengatakan akan mencek ke lapangan terkait informasi kelangkaan ini. Namun biasanya sebut Endrizal, harga ayam bergantung mekanisme pasar. Yakni suplay and demand. ”Harganya tentu sesuai dengan mekanisme pasar. Tapi nanti kita coba cek lagi,” sebut Endrizal.

Endrizal menambahkan, namun ada solusi lain yang bisa diambil untuk mengatasi merangkaknya harga ayam. Yakni mencari lauk lain sebagai pengganti ayam. “Selain ayam kan ada ikan dan daging yang masih stabil harganya,” sebut Endrizal. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional