Close

Ayah “Nodai” Putri Kandung Berusia 3 Tahun di Padangpariaman, Terbongkar karena Korban Keluhkan Kemaluan Sakit, Pelaku Kabur Hampir Setahun

CABUL— Pelaku IR (32) yang tega mencabuli putri kandungnya diamankan di Mapolres Limapuluh Kota setelah melarikan diri hampir setahun.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Entah setan apa yang merasuiki pria berinisial IR (32) yang berasal dari Kabupaten Padangpariaman ini. Meski memiliki istri sah yang masih muda, IR malah tega melakukan melapiaskan nafsu bejatnya kepada putri kandungnya sendiri yang masih berusia 3 tahun.

Perbuatan keji itu dilakukan IR di ruang tamu rumah dinas sekolah dasar (SD)  di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota. Namun, perbuatan IR, akhirnya ketahuan juga setelah korban Bunga (nama samaran-red) dibawa oleh neneknya ke Kota Padang dan tiba-tiba mengeluhkan rasa sakit di bagian kemaluannya kepada sang nenek.

Curiga korban telah mengalami pelecehan seksual, nenek dan tante korban lantas menanyakan soal keluahan sakit yang dirasakannya. Bunga yang masih polos itu kemudian menceritakan perbuatan ayah kandungnya itu kepada tante dan neneknya.

Mendengar cerita polos Bunga, nenek dan tantenya kaget bak disambar petir di siang bolong. Tak terima korban telah dijadikan pelampiasan nafsu bejat sang ayah, akhirnya pihak keluarga melaporkan perbuatan keji yang dilakukannya pada 20 Maret 2021 lalu ke Polres Limapuluh Kota.

Hanya saja, IR yang mengetahui telah dilaporkan ke Polisi, bukannya bertanggung jawab atas perbuatannya.  Namun, IR malah melarikan diri dari rumahnya dan berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Meski sudah hampir setahun kabur, pada Rabu (9/3), Tim Satreskrim Polres Limapuluh Kota berhasil mengendus keberadan IR hingga ditangkap di di Ketinggian, Sarilamak.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Syafrinaldi membenarkan pihaknya telah menangkap ayah kandung yang tega mencabuli putri kandungnya. Kasus itu dilaporkan oleh keluarga korban pada pada Juni 2021 lalu.

“Perbuatan bejat sang ayah baru terungkap ketika nenek Bunga, membawa Bunga ke Padang. Pada saat di rumah neneknya korban mengeluhkan sakit pada bagian kemaluan. Kemudian neneknya membawa korban untuk memeriksakan kemaluan korban ke dokter dan dokter menerangkan bahwa bagian kemaluan korban telah dirusak,” kata AKP Syafrinaldi, Kamis (10/3) kepada wartawan.

Ditambahkan AKP Syafrinaldi, nenek dan tante korban selanjutnya membujuk korban untuk menceritakan siapa yang telah merusak kemaluan korban. Disitulah Bunga menceritakan bahwa ayahnya kandungnya lah yang telah melakukan perbuatan cabul terhadapnya.

“Korban menerangkan bahwa tersangka melakukan perbuatan cabul pada saat ibu kandung korban mengajar di SD. Perbuatan cabul tersebut terjadi di ruang tamu rumah dinas sekolah. Tersangka melakukan perbuatan cabul dengan membujuk korban untuk menonton film yang bagus di ruang tamu,” ujar AKP Syafrinaldi.

Setelah perbuatannya diketahui oleh pihak keluarga, dijelasakan AKP Syafrinaldi, tersangka langsung kabur berpindah-pindah tempat. Sempat buron hampir satu tahun lamanya, pelaku berhasil ditangkap di daerah Ketinggian Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Untuk saat ini tersangka sudah di tahan di Polres Limapuluh Kota. Tersangka dijerat dengan  Pasal 76 E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 82 ayat (2) Undang-undang Nomor 17 tahun  tentang penepatan PERPU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang,” pungkasnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top