Menu

Ayah Kandung Tewas Dicincang. Kepala, Kaki dan Tangan Terputus

  Dibaca : 1126 kali
Ayah Kandung Tewas Dicincang. Kepala, Kaki dan Tangan Terputus
olah TKP — Satreskrim Polres Padang Panjang melakukan olah TKP di dalam rumah.

PADANGPANJANG, METRO – Dalam kondisi kerasukan setan, Rinaldi (50), warga Jorong Bintungan, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar tega membunuh ayah kandungnya yang sudah lanjut usia (lansia) dengan sebilah golok. Usai mencincangnya, Rinaldi masih sempat mempelototi bagaimana tubuh ayahnya tercincang berlumur darah di lantai. Mulai dari kepala, tangan dan kaki terputus.

Tidak berapa lama kemudian, tubuh renta korban bernama Anas (87) yang sudah terpotong-potong itu diseret keluar rumahnya. Tubuh korban bergelimang darah itu pun disaksikan warga setempat. Parahnya, Rinaldi berteriak sekuatnya bahwa dirinya telah membunuh ayah kandungnya sendiri.

Teriakan Rinaldi spontan membuat warga setempat geger dan langsung berbondong-bondong datang. Warga pun kemudian berusaha menangkap pelaku yang juga sudah berlumuran darah usai menghabisi ayahnya. Tak lama berselang, pihak Kepolisian yang mendapat laporan dari warga datang ke lokasi mengamankan pelaku ke Polsek dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit.

Pihak keluarga yang mengetahui adanya tragedi pembunuhan itupun dibuat histeris. Pasalnya, sebelum membunuh ayahnya, Rinaldi baru saja menjalani pengobaatan oleh paranormal lantaran sejak tiga hari belakangan Rinaldi mengalami kesurupan roh halus.

“Kakak saya baru saja menjalani pengobatan. Sebelum kejadian saya masih bersamanya diobati paranormal. Selesai pengobatan itu, kakak saya dalam kondisi pingsan, saya pun pergi dari rumah mengantarkan paranormal pulang. Berselang beberapa saat, saya kembali dan melihat warga sudah ramai di depan rumah,” sebut Aswar (49) adik kandung pelaku.

Dikatakannya Aswar, saat keramaian itu setelah pelaku diamankan warga, Polisi datang menangkap Rinaldi dan kemudian membawa jasad ayahnya ke RSUD Padangpanjang untuk menjalani visum.

Terpisah Kasat Reskrim AKP Hidup Mulia ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, saat melakukan pembunuhan pelaku diduga tengah mengalami kesurupan roh halus.  Untuk itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku untuk membuktikannya.

“Dugaan sementara pelaku mengalami kesurupan. Namun demikian, untuk memastikannya kita akan melakukan pendalaman. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Padangpanjang, sementara jasad korban di visum di RSUD Padangpanjang. Alat yang digunakan untuk pembunuhan itu merupakan parang,” kata AKP Hidup Mulia.

Sementara pelaku pembunuhan  ketika diamankan di Mako Polres Padangpanjang, terus saja mengoceh  dan berteriak histeris menyesali perbuatannya. “Ampuni hamba, tolong selamatkan hamba dari neraka mu, “ ujar pelaku berulang ulang.

Sementara Kapolsek X Koto, AKP Rita Saryanti,  mengatakan setelah korban melakukan visum, mayat korban dibawah ke rumah duka untuk proses pemakaman. Informasi sementara dari sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan, korban dibunuh pelaku dengan cara mutilasi di bagian kepala, tangan dan kaki,- biasa berada di tempat tidur karena faktor usia.

“Anak korban yang merupakan pelaku Rinaldi tiga hari terakhir seperti orang kerasukan. Saat kejadian, pelaku dan korban hanya berdua di rumah. Namun kemudian ada keributan, pelaku berteriak-teriak di pinggir jalan dengan membawa jasad korban yang membuat warga sekitar kaget. Jika tidak kendala, korban akan dimakamkan, sesuai keinginan pihak keluarga,“ sebut  Kapolsek singkat. (rmd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional