Menu

Ayah dan Anak Tewas Ditabrak KA Sibinuang

  Dibaca : 772 kali
Ayah dan Anak Tewas Ditabrak KA Sibinuang
FOTO BERSAMA— Usai meresmikan Patung Rabab, Bupati Hendrajoni foto bersama.
foto oto yang tabrakan dengan KA

Mobil Daihatsu Xenia BA 1585 FM yang dikemudikan Indra rusak parah setelah dihantam KA Sibinuang, Rabu (25/5) pagi di kawasan Batanganai, Padangpariaman.

PADANGPARIAMAN, METRO–Dava (7) tidak pernah sampai ke sekolah, Rabu (25/5) pagi itu. Murid Sekolah Dasar (SD) yang diantar oleh ayahnya ke sekolah itu, mengalami kecelakaan di perlintasan kereta api Kenagarian Kasang, Kecamatan Batanganai, Kabupaten Padangpariaman. Tubuh kecil Dava yang duduk di bagian depan mobil Daihatsu Xenia BA 1585 FM, terluka saat KA Sibinuang dengan cepat menghantam mobil yang dikemudikan ayahnya, Indra (35).

Braaak… Bunyi hantaman keras membuat warga di pinggiran rel kereta api Kasang, terkejut. “Ada mobil yang tertabrak kereta, di sana,” begitu kalimat yang dilontarkan warga saat menyaksikan mobil Daihatsu dihantam KA Sibinuang di perlintasan tanpa palang itu.
Saat didekati sebagian warga banyak yang terkejut. Mereka menyaksikan ayah dan anak, Indra dan Dava sudah berlumuran darah.
“Ketika warga ingin menolong dan mengeluarkan kedua korban, rupanya nyawa Dava sudah tidak tertolong. Murid SD itu sudah tak bernyawa lagi. Dia tewas di lokasi,” ungkap , Kanit Laka Lantas Polres Padangpariaman, Iptu Hamzah kepada POSMETRO, kemarin.

Tubuh Dava dengan seragam sekolah itu pun digendong. Dia dibawa ke rumah sakit bersama ayahnya yang masih bernapas. Akan tetapi, nyawa Indra tak tertolong. Karyawan swasta di kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) itu menghembuskan napas terakhir saat menuju rumah sakit.

“Dua korban tewas dalam kecelakaan kereta api dengan masinis bernama Marsilis (35), Rabu pagi. Kita berduka dengan kecelakaan yang merenggut nyawa ayah dan anak ini,” ungkap Iptu Hamzah.

Dijelaskan Iptu Hamzah, laka maut kereta terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Ketika itu, mobil Indra baru keluar dari rumah di Palapa untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Ketika melintas di jalur kereta, secara bersamaan melaju KA Sibinuang nomor lokomotif  BT 8412 dari arah Padang menuju Pariaman.

Diduga kuat korban tidak melihat ada KA Sibinuang, akibatnya hantaman ke bagian kiri mobil tak terhindarkan. Hantaman kuat itu membuat mobil terseret beberapa meter, dan terguling beberapa kali hingga keluar jalur kereta api.

”Sekarang jenazah kedua korban sudah diserahkan kepada pohak keluarga. Kasus laka ini masih dalam penyelidikan. Sementara mobil korban baru bisa dievakuasi sekitar pukul 11.00 WIB,” ungkapnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional