Menu

Awas! Pungutan Liar jadi Perhatian, Pelaku Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

  Dibaca : 146 kali
Awas! Pungutan Liar jadi Perhatian, Pelaku Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara
PEMAHAMAN—Ketua UPP Sapu Bersih Pungutan Liar Kabupaten Sijunjung, Kompol Andi Sentosa memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pemerintah nagari untuk mengantisipasi Pungli.

SIJUNJUNG, METRO
Aktivitas pungutan liar (pungli) di jalanan kerap kali terjadi dan meresahkan pengguna jalan. Bahkan tim Saber pungli Kabupaten Sijunjung menyebutkan sebanyak 11 titik aktivitas pungutan liar di jalan umum yang ada di Kabupaten Sijunjung.

Selain dijalanan, aktivitas pungli di instansi pemerintahan juga menjadi perhatian. Baik tingkat kabupaten hingga pemerintah nagari. Untuk mencegah hal itu, tim saber pungli turun ke kecamatan menggelar sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang aksi pungutan liar.

Setidaknya, untuk mengantisipasi aksi pungutan liar di Sijunjung dan memberikan pemahaman kepada masyarakat seputar pungli, Tim Saber Pungli telah menggelar sosialisasi bersama di Kecamatan Kamang Baru, Tanjung Gadang dan Kupitan. Pada kegiatan itu juga melibatkan seluruh unsur di kecamatan dan seluruh walinagari yang ada, agar semua pihak bekerjasama dalam memberantas aksi pungutan liar yang ada ditengah masyarakat.

Ketua Tim Saber Pungli Sijunjung, Kompol Andi Sentosa menyebutkan, saat ini di jalan umum wilayah Kabupaten Sijunjung terdapat 11 titik aktivitas pungutan liar di jalan umum.

“Apapun bentuknya, pungutan liar tidak diizinkan, karena bertentangan dengan aturan,” kata Kompol Andi, yang juga Wakapolres Sijunjung itu.

Ia juga mengingatkan seluruh Walinagari untuk menghindari kesalahan penganggaran dalam pengadaan barang dan jasa di pemerintahan nagari. ”Jangan sampai dalam kegiatan di nagari ada indikasi membuat penganggaran yang tidak sesuai atau yang disebut mark-up anggaran. Karena setiap kegiatan yang menggunakan anggaran Desa/Nagari akan selalu dalam pengawasan, termasuk soal pungli,” tegas Ketua Tim Saber Pungli Sijunjung.

Dikatakannya, praktik pungutan liar (Pungli) telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sehingga perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera. “Pelaku pungli bisa dijerat hukuman penjara selama 9 tahun. Tidak hanya dijalanan, begitu juga minta uang pada orang yang mengurus administrasi di pemerintahan juga merupakan pungli. Semua pungutan yang tidak memiliki payung hukum termasuk pungli,” tegasnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional