Menu

Awas, Anjing Gila Berkeliaran

  Dibaca : 1653 kali
Awas, Anjing Gila Berkeliaran
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.

grafis padang rabies -posmetroweb oke

AIAPACAH, METRO– Warga Kota Padang diminta waspada terhadap bahaya rabies yang ditularkan oleh anjing gila. Saat ini, selain jumlah anjing gila yang terus bertambah, vaksin anti rabies yang tersedia di sejumlah rumah sakit dan puskesmas sudah menipis.

Pada 8 Agustus lalu, dua anak di Kompleks Villa Bukit Gading Permai, Aiapacah, Kecamatan Kototangah, digigit anjing dengan ciri-ciri terserang rabies. Khawatir dengan kondisi anak, keduanya dibawa ke RSUD Rasidin Aiapacah. Akan tetapi, di RSUD ini tidak tersedia vaksin rabies, dan petugas menyarankan untuk dibawa ke RSUP M Djamil. Dan lagi-lagi, sesampai di UDG RSUP M Djamil, petugas juga menjawab, vaksin rabies tak tersedia di rumah sakit.

Pihak keluarga pun berusaha mencari dan bertanya ke RS Siti Rahmah dan Puskesmas, dan sayangnya baksin rabies tetap tidak ada. Hingga akhirnya, kedua anak-anak yang digigit anjing gila mendapat pertolongan dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang.

”Benar, ada dua warga Kompleks Villa Bukit Gading Permain digigit anjing, beberapa hari lalu. Dan kedua anak itu, sudah disuntik anti rabies,” ungkap Kepala DKK Padang Eka Lusti kepada POSMETRO, Selasa (11/8).
Eka mengakui jika saat ini stok vaksin rabies sudah menipis. Untuk semua warga Kota Padang, jumlah vaksin yang tersedia hanya 50 suntikan.Vaksin tidak tersedia di puskesmas karena jumlahnya terbatas.

”Di Puskesmas Puskesmas belum tersedia vaksin rabies, karena stok memang sudah sedikit sekali,” ungkap Eka.

Bagi Puskesmas yang membutuhkan vaksin, bisa memintanya ke DKK. Puskesmas hanya bertugas menyuntik kepada pasien. ”Jumlah vaksin kita terbatas. Tidak semua Puskemas yang membutuhkan. Jadi kalau dibiarkan di Puskesmas bisa kedaluwarsa,” ujar Eka.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispernakbunhut) Padang Heryanto Rustam, juga mengakui dua hari lalu memang ada dua warga yang digigit anjing gila. Saat itu pihak keluarga korban melapor ke Dispernakbunhut. Dan, pihaknya merekomendasikan agar korban dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

”Namun oleh pihak keluarga, korban dibawa M Djamil Padang. Korban harus segera mendapat suntik antilisa atau anti rabies,” ujar Heryanto.

Dijelaskan Heryanto, peredaran anjing gila masih marak di Kota Padang. Daerah yang menjadi endemiknya adalah Kecamatan Kototangah, Kuranji, Pauh,
Lubukkilangan. Warga diminta berhati-hati. Selain itu, bagi warga yang memiliki peliharaan anjing agar melapor ke Dispernakbunhut Padang agar anjingnya bisa divaksin.

”Warga cukup mengumpulkan 10 ekor anjing atau kucing peliharaan mereka dan melapor ke Dispernakbunhut Padang. Petugas kesehatan hewan langsung turun dan melakukan vaksinasi,” ulasnya.

Untuk memberantas anjing gila di Kota Padang, Dispernakbunhut tetap melakukan eliminimasi anjing liar yaitu, mematikan mereka dengan cara ”menyenangkan” (dibius sampai mati).

Selain elimininasi, petugas kesehatan hewan juga rutin melakukan vaksinasi terhadap anjing. Dari Januari sampai Agustus ini, jumlah hewan yang sudah divaksin rabies adalah sebanyak 750 ekor. Targetnya adalah sebanyak 2.000 ekor.
”Kita sedang menunggu anggaran perubahan untuk menvaksin dan mengeliminasi hewan yang berpotensi rabies,” ujarnya. (tin)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional