Menu

Awal Pesantren di Piaman Berasal dari Pendidikan Surau

  Dibaca : 101 kali
Awal Pesantren di Piaman Berasal dari Pendidikan Surau
ZIKIR BERSAMA—Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Padangpariaman saat menggelar zikir bersama.

PADANGPARIAMAN, METRO
PCNU Kabupaten Padangpariaman, kemarin, gelar zikir bersama, pesantren berjasa lahirkan pejuang bangsa. Pondok pesantren terbukti sudah berjasa dalam melahirkan pejuang bangsa. Pesantren yang mendidik santrinya lahir sebelum Indonesia lahir yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Para santri tersebut turut berjuang menegakkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikian diungkapkan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Padangpariaman Zainal Tuanku Mudo pada zikir bersama menyongsong hari santri nasional 2020, yang diselenggarakan di Pesantren Darul Ikhlas Lubuk Tajun Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, kemrin. Zikir bersama diikuti pengurus PCNU Padangpariaman, Ketua GP Ansor Padangpariaman Alva Anwar dan sekretarisnya Beni Rinaldi.

Dikatakan Zainal, selain itu, pesantren juga menjadi benteng terakhir dan utama dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi di masyarakat. Makin banyak maksiat yang terjadi di tengah masyarakat dan dalam kehidupan berbangsa bernegara, maka pesantren mampu melahirkan orang yang memiliki kemampuan menghindari maksiat tersebut.

“PCNU Padangpariaman yang 6 Oktober 2020 lalu mendapatkan SK pengesahannya dari PBNU, mengawali kegiatannya dengan ziarah ke makam ulama yang merupakan pendiri pondok pesantren terkemuka di Padangpariaman. Kedua ulama tersebut yakni pendiri Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Syekh H.Ali Imran Hasan dan pendiri Pesantren Darul Ikhlas Lubuk Tajun Pakandangan Zubir Tuanku Kuning,” kata Zainal Tuanku Mudo.

Menurut Zainal, hari ini dilanjutkan dengan penugasan tim pengurus PCNU yang akan mengunjungi berbagai pesantren di Padangpariaman dalam rangka memeriahkan hari santri Nasional 2020.

“Hal itu dilakukan karena pesantren sudah terbukti memberikan kontribusi besar dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata Zainal.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Padangpariaman Dr. Helmi menambahkan, pesantren di Padangpariaman berawal dari pendidikan surau. Pendidikan surau di Padangpariaman sudah berhasil melahirkan manusia yang mampu menjalani kehidupan dengan baik. Pilihan PCNU Padangpariaman sangat tepat kembali fokus kegiatannya ke pesantren dan menghormati guru dengan mengawali ziarah ke makam guru. “Pesantren melahirkan orang yang memiliki integritas kepribadian, disiplin dan hormat kepada guru,” katanya.

Helmi menceritakan, dirinya pernah ditanya kenapa di warung/kedai orang Padangpariaman banyak ditemukan foto ulama yang dipajang. Pemajangan foto tersebut dimaksudkan sebagai salah satu kecintaan kepada gurunya (ulamanya).

Dengan melihat foto guru tersebut, diharapkan selalu ingat kaji (ilmu) guru. Salah satu kaji guru tersebut adalah jujur dalam mencari kehidupan, termasuk berjualan. Kalau jujur, tentu pelanggannya senang dan bisa makin bertambah. Kalau pelanggannya banyak, tentu rezekinya juga banyak.

“Sering pihak lain yang tidak paham menafsirkan sendiri soal pajang foto ulama tersebut. Sehingga keliru memahami soal pajangan foto ulama yang dipajang di warung/kedai tersebut,” kata Helmi.

Zikir bersama ditutup dengan pembentukan Panitia Pelantikan PCNU Padangpariaman yang diketuai Muhammad Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional