Menu

Audy Joinaldy Kagumi Tradisi Ikan Larangan di Lubuk Godang Pasbar

  Dibaca : 360 kali
Audy Joinaldy Kagumi Tradisi Ikan Larangan di Lubuk Godang Pasbar
Audy Joinady bersama masyarakat mengambil ikan di Sungai Batang Lapu, Lubuk Godang

PASBAR, METRO–Bakal calon Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinady bersama Anggota DPD RI Emma Yohanna menghadiri tradisi buka ikan larangan di Pasaman Barat (Pasbar), Rabu (12/8). Lokasinya di Lubuk Godang, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka.

Pemuda Lubuk Godang Albar mengatakan acara buka larangan salah satu upaya untuk mempererat silaturahmi antara sesama warga Lubuk Godang dan perantau. “Sumbangan masyarakat akan kita gunakan untuk kas pemuda dalam rangka kegiatan yang akan diadakan. Salah satunya memberbaiki lapangan sepak bola yang ada,” ujarnya.

Menurutnya membuka ikan larangan di Lubuk Godang berbeda dengan daerah lain, sebab masyarakat hanya menggunakan alat tangkap tradisional jaring atau “tangguak” dan bukan menggunakan jala atau tombak.

“Sudah menjadi tradisi disini karena jika menggunakan jala jaring akan tidak leluasa karena masyarakat ramai yang hadir,” ujarnya.

Tokoh pemuda Lubuk Godang, Madri menambahkan tradisi membuka ikan larangan ini merupakan bentuk kebersamaan warga yang ada. Sepanjang 1,5 kilometer masyarakat beramai-ramai menangkap beragam jenis ikan.

“Hari ini kita membuka ikan larangan dan sangat istimewa dihadiri Anggota DPD RI Emma Yohanna dan bakal Calon Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy,” katanya.

Kegiatan ini dilaksanakan sekali dalam setahun di Sungai Batang Lapu dengan melibatkan ratusan masyarakat di daerah itu. “Saya sangat apresiasi dengan kegiatan tradisi membuka ikan larangan yang diadakan oleh masyarakat Lubuk Godang ini,” sebut Audy yang dikenal dengan slogan Milenial Manang ini.

Kader PPPP ini mengungkapkan selama dirinya berkunjung ke wilayah Sumatra Barat, dia menemukan tradisi yang sangat berkesan dan menarik, termasuk di Lubuk Godang.

Menurutnya tradisi buka larangan ini perlu dipertahankan dan dilestarikan, karena ini merupakan budaya minang yang turun temurun terus ada.

“Penuh canda tawa dan kebersamaan. Ada kegiatan menangkap ikan bersama secara berlomba-lomba penuh canda tawa. Setelah itu baru bakar ikan dan makan bersama. Ini benar-benar penuh kebersamaan,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Anggota DPD RI Emma Yohanna mengharapkan tradisi masyarakat membuka ikan larangan ini harus dipertahankan untuk memupuk kebersamaan dan silaturrahmi.

“Tradisi ini turun temurun sudah ada di Pasaman Barat khususnya di Lubuk Godang. Mudah-mudahan masyarakat tetap kompak selalu,” harapnya. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional