Close

Audy dan Nuzul Amri Antarkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Agam

Wakil Gubernur Sumatra BaratAudy Joinaldy didampingi Wakil  Ketua DPW PPP SumbarNuzul Amri dan sejumlah relawan mengunjungi keluarga korban kebakaran, di Kampung Tangah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

AGAM, METRO–Wakil Gubernur Su­ma­tra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy didampingi Wakil  Ketua DPW PPP Sum­bar yang juga pu­tra Ma­ninjau, Nuzul Amri dan s­e­jumlah relawan me­ngun­jungi keluarga korban kebakaran, di Kampung Ta­ngah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Mereka memberikan bantuan untuk korban kebakaran yang mengakibatkan meninggalnya pemilik rumah.

Kebakaran yang terjadi pada Selasa (8/2/2022) mengakibatkan Firman Wah­yudi (38) meninggal dunia. Dia mengalami luka bakar serius di area wajah, sementara sang istri ha­nya mengalami luka ri­ngan. Aan keduanya, Safa (8) mengalami luka bakar di kaki dan dirawat di rumah neneknya, tak jauh dari lokasi kebakaran.

 Wagub Audy Joinaldy mengaku ikut prihatin dan bersama dengan relawan menyerahkan bantuan se­besar Rp24 juta ke­pa­da ne­nek Safa. ”Ini ada sedikit tali asih dari kami dan kawan-kawan serta relawan dari Agam, semoga bias

meringankan beban i­buk dan keluarga,” ujar Wagub milenial ini.

 Nenek Sa­fa m­e­nyam­paikan rasa terima ka­sih­nya atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih banyak atas bantuannya. Mohon doanya untuk anak dan cucu saya,” kata nenek Safa.

 Wakil Ketua PPP Sumbar Nuzul Amri menyebutkan, kebakaran itu memang menyisakan duka yang mendalam bagi korban. Apalagi kepala keluarga meninggal dunia usai dirawat sekitar dua minggu. “Kami bersama relawan mengumpulkan bantuan dan bersama Wagub Audy Joinaldy mengantarkan bantuan ke rumah korban,” katanya.

 Seperti diberitakan, kronologis kejadian kebakaran 1 unit rumah kayu ukuran 4×6 meter beserta isinya yang diduga di­se­babkan oleh meledaknya kompor gas milik korban yang saat itu sedang memasak.

Sesuai informasi saksi mata, api bermula berasal dari dapur korban di ka­renakan rumah terbuat dari kayu dan juga korban sehari-harinya berjualan minyak (bahan bakar Pertalite untuk R2 dan pompa air dan warung kelontong.

 Api dapat dipadamkan sekira jam 17.45 WIB setelah tim pemadam kebakaran dan masyarakat bersama-sama memadamkan api dengan menggunakan Pompa air dan alat seada­nya sehingga tidak menjalar ke rumah tetang­ga. (r) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top