Close

Audiensi dengan Gubernur dan Wagub, Menteri KP Minta Pemprov Sumbar Tingkatkan Produksi Udang Vaname

AUDIENSI— Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono audiensi dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur, Audy Joinaldy, Rabu (19/5), di Ruang Rapat Gedung Mina Bahari IV, Kantor KKP RI.

JAKARTA, METRO
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI, Sakti Wahyu Trenggono mendorong produksi udang jenis vaname di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dapat lebih ditingkatkan. Pasalnya, daerah ini masih memiliki potensi lahan yang luas untuk budidaya udang tersebut.

Hal tersebut disampaikan Sakti Wahyu Trenggono, saat menerima kunjungan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur (Wagub), Audy Joinaldy, Rabu (19/5) di Ruang Rapat, Gedung Mina Bahari IV, Kantor Kementrian KP RI (KKP RI).

Hadir juga dalam pertemuan tersebut, Plt. Dirjen Perikanan Tangkap, M. Zaini, Kepala BRSDM Sjarief Widjaja, serta jajaran Staf Khusus KKP RI. Sementara itu dari Pemprov Sumbar dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Yosmeri, Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau, Luhur Budianda.

Udang vaname memiliki keunggulan kepadatannya tebar tinggi, hingga tahan terhadap goncangan lingkungan. Udang vaname merupakan salah satu spesies unggul dan mulai dikulturkan di tambak-tambak Indonesia sejak tahun 2002.

Pengembangan perikanan budidaya udang vaname diyakini bisa menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendorong perputaran ekonomi bagi masyarakat serta daerah. Salah satu caranya adalah dengan teknologi pengelolaan tambak.

Selain itu, pasar udang yang menjanjikan dan didukung teknologi meningkatkan produksi, menjadi alasan agar Provinsi Sumbar dapat mengembangkan komoditas perikanan tersebut. “Kenapa harus udang vaname?. Selain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, harga jualnya pun tinggi. Apalagi di Sumbar banyak lahan memiliki air payau,” kata Sakti Wahyu Trenggono.

Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, budidaya udang merupakan salah satu prioritas kerja dalam kelestarian yang kebersinambungan untuk generasi berikut.

Menurutnya, perikanan budidaya memiliki ekonomi yang cukup banyak. Seperti jual beli pakan, pembenihan hingga usaha pembesaran. Dengan demikian, perputaran ekonomi yang dihasilkan pun besar dan menciptakan peluang lapangan kerja untuk masyarakat.”Kalau tidak kita budidayakan, maka akan habis sumber daya perikanan,” ujarnya.

Sakti Wahyu Trenggono mengajak Pemprov Sumbar untuk sama-sama konsisten dan menggenjot produksi udang. Terutama jenis vaname. Hal ini seiring target peningkatan ekspor sebesar 250 persen hingga 2024. Provinsi Sumbar memiliki potensi tambak perikanan air payau seluas 7.700 hektare. Namun yang baru dimanfaatkan seluas 150 hektare untuk tambak udang vaname.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyambut baik usulan Menteri KP RI tersebut. Bahkan Mahyeldi Ansharullah mengajak Menteri KP RI meninjau langsung aktivitas perikanan di Sumbar. Termasuk melihat tambak-tambak udang yang saat ini sudah berproduksi.

Mahyeldi Ansharullah menjelaskan di Sumbar memiliki tambak udang vaname di beberapa kabupaten dan kota di Sumbar. Jumlahnya saat ini sekitar 300 tambak dengan hasil panen 300 ton per 100 hari.

“Tentu dengan jumlah itu belum mencukupi untuk yang memiliki kualitas ekspor. Untuk bisa melakukan ekspor dari Padang. Setidaknya, dibutuhkan produksi sekitar 150 ton seminggu untuk bisa ekspor secara mandiri,” kata Mahyeldi Ansharullah.

Tambak udang vaname berpotensi dikembangkan di Sumbar untuk membantu menggerakkan perekonomian masyarakat nelayan di pesisir pantai. Di Sumbar ada tujuh kabupaten/kota yang berada di pesisir pantai yang berpotensi untuk pengembangan tambak udang vaname. Yakni, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Agam dan Pasaman Barat.

“Seperti apa yang disampaikan Bapak Menteri, kami akan mendorong masyarakat untuk budidaya udang dengan menggunakan tanah yang tidak produktif di pinggir pantai. Tanah ini bisa dimanfaatkan jadi tambak udang vaname,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan tambak udang tidak hanya menggerakkan perekonomian di pesisir, tetapi bisa pula menyerap banyak tenaga kerja sehingga membantu mengurangi penganggur.

Selain udang, dalam pertemuan tersebut juga membahas potensi perikanan lokal. Di antaranya ikan garing, yang memiliki permintaan tinggi dan harga jual yang menggiurkan. “Bahkan Bapak Menteri juga mengajak kita untuk senantiasa konsisten untuk menjaga kelestarian ikan tersebut,” ulasnya.

Sementara, Kepala DKP Provinsi Sumbar, Yosmeri mengatakan, pasar ekspor udang di Sumbar saat ini mencapai 80 persen. Produksi udang di Sumbar telah diekspor melalui Jakarta ke Lampung, Medan, Riau dan Jambi. Sementara, 20 persen lagi pasar udang untuk memenuhi kebutuhan lokal Sumbar.

Dalam upaya pengembangan budidaya udang. Termasuk juga jenis vaname, DKP Provinsi Sumbar selama ini melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha. Selain itu, juga mendorong investor lokal untuk berinvesta si. “Kita juga mendorong pemerintah kabupaten kota untuk merevisi tata ruang wilayahnya. Agar bisa mengakomodir para petambak udang untuk berinvestasi di Sumbar,” ungkapnya. (fan/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top