Close

Aturan PTM Terbatas, Disdik Kota Padang Jangan Bikin Siswa dan Ortu Bingung

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Padang, Surya Jufri.

SAWAHAN, METRO–Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Padang, Surya Jufri mengatakan diterapkannya Pem­belajaran Tatap Muka (PTM) terbatas oleh Dinas Pendidikan (disdik) dinilai sah saja, meski Kota Padang masih berstatus PPKM Level IV sampai 18 Oktober mendatang. Pasalnya, kasus aktif Covid-19 sudah melandai. Namun begitu, pengawasan ketat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya klas­ter baru penyebaran virus corona tersebut. “Saya me­nyam­but baik dimulai­nya PTM terbatas. Namun, Disdik jangan plin-plan dalam mengambil kepu­tu­san. Supaya siswa dan orang tua tak bingung dan aturan yang keluar dapat dijalankannya. Su­dah lama siswa kita ingin kembali belajar ke sekolah, ber­temu guru dan teman-te­man,” ungkap Surya Ju­fri, Kamis (7/10).

Menurutnya, digelar PTM di sekolah, Disdik mem­­pertimbangkan ke­ma­juan pendidikan serta dalam rangka mencer­das­kan anak. Jadi hal itu harus dikawal. Supaya klaster baru tak muncul dan kese­la­matan anak terjamin.

“Majelis guru jangan lengah dalam kontrol dan pelaksanaannya mesti me­ne­rapkan prokes seperti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” tegas­nya.

Selain itu, wali murid juga diminta partisipasinya dalam hal tersebut dan antar jemput anak ke seko­lah serta siapkan bekal anak. Jangan dibiarkan mereka jajan di luar.

Di sisi lain, Disdik Pa­dang diminta melakukan pe­ninjauan ke sekolah ter­kait penerapan PTM. Apa­kah telah semua sekolah menerapkan pro­kes. Jika masih ada yang belum, te­gur dan minta pihak se­ko­lah lengkapi.

Sedangkan untuk vak­sinasi para pelajar sam­bung­nya, Disdik harus laku­kan kepada anak yang be­lum ikut dan berikan pe­mahaman pada anak de­ngan  baik jika mereka takut divaksin. “Disdik juga harus sampaikan pada wali murid soal vaksin ini,” paparnya.

Ia mengimbau kepada pe­serta didik mema­tuhi pro­kes. Tujuannya untuk kenyamanan anak dan me­mu­tus mata rantai virus co­rona.

Untuk diketahui kepu­tusan PTM terbatas awal­nya sempat membuat orang tua murid dan siswa bingung, setelah Pemko dan Disdik mengeluarkan surat eda­ran. Sebelumnya, pe­me­rintah pusat me­mu­tus­kan memper­panjang PPKM Le­vel 4 selama 2 pekan ke de­pan atau hing­ga 18 Okto­ber. Keputusan pengu­mu­man perpanjangan PPKM ini bertepatan dengan te­lah dimulainya PTM terba­tas tingkat SD dan SMP di Kota Padang sejak Senin (4/10).

Dimulainya PTM ini di­la­kukan karena Pemko Pa­dang yakin indikator untuk turun level telah terpenuhi, yakni kasus harian Covid-19 jauh me­nurun dan ca­paian vak­sinasi telah lebih dari 38 per­­sen.

Akan tetapi, peme­rin­tah pusat punya pen­ilaian lain. Kasus Covid-19 di Kota Padang dinilai mulai meningkat lagi dan ca­paian vaksinasi masih di ba­wah nasional yang telah mencapai 45 persen. Se­hingga PPKM Level 4 di Kota Padang dan 5 daerah lainnya di luar Jawa-Bali tetap diperpanjang.

Pada Selasa (5/10) sore, Kepala Disdik Kota Padang Habibul Fuadi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 421.1/6985/Dikbud/Dik­das.­01/2021, dan mengirim­kan ke semua sekolah. Isinya, per­tama, terhitung mulai 6 Okto­ber sampai 18 Oktober pem­belajaran tatap muka dilaku­kan secara daring/online.

Kedua, jika siswa me­nga­lami kesulitan belajar selama pembelajaran daring/online, sekolah bisa melayani siswa untuk hadir di sekolah dalam rangka pelayanan konsultasi/bim­bingaan belajar, dalam hal ini sekolah mengatur jad­wal pertemuan dengan te­tap memperhatikan pro­tokol kesehatan.

Ketiga, dalam hal pem­belaj­aran tatap muka kem­bali dilaksanakan maka, seko­lah harus mem­per­siap­kan sarana dan pra­sarana protokol kesehatan, melakukan vaksinasi ke­pada siswa yang sudah be­rusia 12 tahun, dan pen­didik serta tenaga kependi­dikan yang belum divaksin agar dapat melaksanakan vaksinasi, (sekolah) ber­koor­dinasi dengan Puskes­mas terdekat untuk pelak­sanaan vaksinasi.

Namun SE itu langsung dihilangkan atau dibatal­kan. Melalui pesan singkat WA ke semua kepala seko­lah, Kepala Disdik menya­takan bahwa SE tersebut belum diberlakukan.

Pesan singkat WA yang baru berisi, mulai 6 Oktober 2021, Pembelajaran Tatap Muka tetap dilaksanakan. Siswa datang ke sekolah tidak memakai pakaian seragam sekolah (meng­gu­nakan baju bebas tapi so­pan). Pesan singkat itu sam­pai ke semua wali murid.

Sebelumnya, peme­rin­tah pusat memutuskan mem­­perpanjang Pem­ber­la­k­uan Pembatasan Kegia­tan Masyarakat (PPKM) Level 4 selama 2 pekan ke depan atau hingga 18 Okto­ber mendatang. Kepu­tu­san pengumuman perpan­jangan PPKM ini berte­patan dengan telah dimu­lainya PTM terbatas SD dan SMP sejak Senin (4/10).

Dimulainya PTM ini dila­kukan karena Pemko yakin indikator un­tuk turun level telah terpenuhi, yakni kasus harian Covid-19 jauh me­nurun dan ca­paian vaksi­na­­si telah lebih dari 38 per­sen.

Akan tetapi, peme­rin­tah pusat punya penilaian lain. Kasus Covid-19 di Kota Padang dinilai mulai me­ningkat lagi dan ca­paian vaksinasi masih di bawah nasional yang telah men­capai 45 persen. Se­hingga PPKM Level 4 di Kota Pa­dang dan 5 daerah lainnya di luar Jawa-Bali tetap di­per­panjang.

Selasa (5/10) sore, Kepala Disdik Habibul Fuadi me­nerbitkan SE Nomor: 421.1/6985/Dikbud/Dik­das.­01/2021, dan mengirimkan ke semua sekolah. Isinya, pertama, terhitung mulai 6 Oktober sampai 18 Oktober pembelajaran tatap muka dilakukan secara daring/online.

Kedua, jika siswa me­nga­lami kesulitan belajar selama pembelajaran daring/online, sekolah bisa melayani siswa untuk hadir di sekolah dalam rangka pelayanan konsultasi/bim­bingaan belajar, dalam hal ini sekolah mengatur jad­wal pertemuan dengan tetap memperhatikan pro­tokol kesehatan.

Ketiga, dalam hal pembelajaran tatap muka kem­bali dilaksanakan, sekolah harus mempersiapkan sarana dan prasarana prokes, melakukan vaksinasi kepada siswa yang sudah berusia 12 tahun, pendidik serta tenaga kependidikan yang belum divaksin agar dapat melaksanakan vaksinasi, (sekolah) berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk vaksinasi.

Namun SE itu langsung dihilangkan atau dibatalkan. Melalui pesan singkat WA ke semua kepala se­kolah, Kepala Disdik menyatakan bahwa SE belum diberlakukan.

Pesan singkat WA yang baru berisi, mulai 6 Oktober, PTM tetap dilaksanakan. Siswa datang ke sekolah tidak memakai pakaian seragam sekolah (menggu­nakan baju bebas tapi so­pan). Pesan singkat itu sam­pai ke semua wali murid. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top