Menu

Aturan Bagasi Perburuk Kondisi Penerbangan

  Dibaca : 250 kali
Aturan Bagasi Perburuk Kondisi Penerbangan
Ilustrasi bagasi kabin

PADANG, METRO – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, naiknya harga tiket pesawat penerbangan domestik turut mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Fenomena kenaikan harga timet pesawat yang terjadi di Indonesia akan mempengaruhi minat wisman untuk berkunjung.

Berdasarkan data yang yang dirilis oleh BPS dari hitungan wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Desember 2018 mengalami penurunan sebesar 6,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Sumbar, Sukardi, mengatakan, melihat dari data yang tercatat pada November 2018 ada sebanyak 5.118 orang, sedangkan Desember 2018 mencapai 4.801 orang. Artinya telah terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman ke Sumbar.

“Hal ini disebabkan mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia untuk penerbangan domestik. Maksudnya, mungkin wisman ini datang ke provinsi lain, dan untuk menuju ke Sumbar perlu melakukan penerbangan domestik. Tapi dikarenakan tiket mahal, ada wisman yang urung pergi ke Sumbar,” kata Sukardi, kemarin.

Sukardi menyebutkan, jika dilihat di Bandara Internasional Minangkabau, jumlah penumpang sudah relatif tidak banyak lagi, seperti saat harga tiket murah atau masih tergolong normal, datang dan pergi di bandara cukup banyak.

Sukardi mengaku kondisi tersebut berkemungkinan akan terus terjadi, apabila kondisi harga tiket pesawat masih mahal. Apalagi ada aturan bagasi berbayar, akan semakin memperburuk kondisi kunjungan wisman melalui penerbangan domestik.

Sukardi menjelaskan, merujuk dari data yang dimiliki BPS, jika dibandingkan Desember dengan November, dalam sebulan mengalami penurunan wisman sebanyak 317 orang. Hal tersebut memberikan kontribusi sebesar 0,34 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1.405.536 orang.

“Jika dibandingkan dengan Desember 2017, wisman pada Desember 2018 mengalami penurunan sebesar 44,37 persen,” sebut Sukardi.

Dari data BPS, Sukardi menyebutkan, wisman yang berkunjung ke Sumbar dari Januari hingga Desember 2018 ada 10 kebangsaan yakni negara Malaysia sebanyak 43.344 orang, Singapura 1.729 orang, Australia 3.004 orang, Jepang 295 orang, Perancis 688 orang, Amerika Serikat 562 orang, Jerman 319 orang, Inggris 438 orang, Belanda 232 orang dan terakhir India 251 orang.

Menurut Sukardi, jika dipersentase peran terhadap total wisman di 2018, disebutkan untuk Malaysia 79,72 persen, Singapura 3,18 persen, Australia 5,53 persen, Jepang 0,54 persen, Perancis 1,27 persen, Amerika Serikat 1,03 persen, Jerman 0,59 persen, Inggris 0,81 persen, Belanda 0,43 persen dan India 0,46 persen.

“Dari total 10 negara yang berkunjung ke Sumbar sebanyak 50.862 orang atau 93,55 persen. Sedangkan dari negara lainnya 3.507 orang (6,45 persen),” ujar Sukardi.

Lebih lanjut, Sukardi menyebutkan, jumlah kunjungan wisman melalui BIM dari Januari hingga Desember 2018 mencapai 54.369 orang (100 persen). Namun, jika dibandingkan dengan 2017 sebesar 56.876 mengalami penurunan sebesar 4,41 persen.

“Untuk kunjungan wisatawan manca negara tersebut kami hitung penerbangan langsung dari luar negeri ke BIM,” pungkas Sukardi. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional