Close

Atom Centre masih jadi Lokasi Maksiat, 30 Kios Dibongkar Tim Gabungan

BONGKAR— Personel Satpol PP Padang membongkar salah satu kios di Atom Center yang diduga masih dijadikan tempat berbuat maksiat. (banua siregar/posmetro )

PASAR RAYA, METRO –  Tim gabungan Dinas Perdagangan bersama Satpol PP dan SK4 Pemko Padang melakukan pembongkaran terhadap puluhan kios yang berada di Atom Centre, kawasan Pasar Raya Padang, Rabu (22/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Pembongkaran ini dilakukan karena masih sering lokasi itu dijadikan sebagai tempat untuk berbuat maksiat.

Puluhan petugas membongkar kios-kios yang disekat dengan kayu, papan dan triplek menggunakan peralatan, seperti linggis dan palu. Di dalam kios-kios itulah, acap kali disalahgunakan sebagai tempat transaksi dan kegiatan prostitusi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Saat melakukan pembongkaran, petugas menemukan mesin judi jeckpot, kartu remi bekas, puluhan botol bekas minuman beralkohol. Direncanakan, kawasan Atom Centre akan dilakukan pembangunan gedung baru sebagai pusat perbelanjaan yang modern.

Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, pembongkaran dan pembersihan di Atom Centre ini sebagai bentuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan kondisi di sana disinyalir marak kegiatan maksiat. Apalagi, lokasi itu berada di kawasan pasar, yang tentunya mengganggu masyarakat.

“Pembongkaran ini untuk menjawab keraguan warga Kota Padang. Sudah kita ambil barang-buktinya di sana, sudah disinyalir ada tempat yang bisa dibilang mereka melakukan tempat maksiat. Ini kita bersihkan, kita akan jaga, patroli, biar mereka tidak lakukan hal seperti itu,” kata Hendri yang memimpin langsung tim gabungan.

Hendri menjelaskan, Pemko Padang akan terus melakukan pembenahan dan penataan terhadap Pasar Raya Padang. Untuk Atom Centre, direncanakan akan dijadikan pusat perbelanjaan yang megah dan modern. Namun, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk rencana tersebut.

“Yang jelas kita bersihkan dulu lokasi itu dari hal-hal yang berbau maksiat. Kita tidak ingin ada maksiat di wilayah Kota Padang, apalagi itu berada di ruang publik. Selain itu, kafe-kafe yang menyalahi aturan akan ditindak seusai aturan,” ungkap Hendri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal, mengatakan kegiatan malam ini (kemarin), ada sebanyak 30 kios dibongkar. Kios-kios itu dikontrakan oleh pemiliknya, tetapi tidak melapor ke dinas, dan memindahtangankan seperti itu jelas melanggar aturan.

“Pertama kita bicara aturan. Restribusinya mereka tidak bayar, kemudian hampir semua yang kita tindak ini bukan pemilik aslinya. Kalau pemilik asli memindahkan ke orang lain, maka harus ada persetujuan dari Dinas Perdagangan, maka secara hukum kita sudah bisa menindaknya,” kata Endrizal.

Endrizal menjelaskan, kios-kios yang ada di lokasi itu sudah sering ditertibkan dan bahkan sudah dilakukan pengawasan secara ketat. Namun, masih ada oknum-oknum yang memanfaatkannya secara sembunyi-sembunyi. Untuk itu, pengawasan akan ditingkatkan pasca pembongkaran.

“Sudah berulang kali. Kalau bicara SP (surat peringatan) mungkin SP yang ke-11 ini. Pemiliknya akan kita panggil. Nanti, Satpol PP dan dinas akan mengawasinya. Di Atom Center akan dijadikan pusat perbelanjaan yang representatif, kemudian juga akan dibangun hotel berbintang dan sedang tahapan proses pihak ketiga. Di lantai satu itu akan digunakan sebagai parkir,” pungkas Endrizal. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top