Menu

Atlet Tinju Terancam Ikut Porprov, Tempat Latihan Shelter Nurul Haq, Parupuk Tabing Ditutup

  Dibaca : 432 kali
Atlet Tinju Terancam Ikut Porprov, Tempat Latihan Shelter Nurul Haq, Parupuk Tabing Ditutup
DITUTUP—Tempat latihan atlet tinju Pertina Kota Padang di Shelter Nurul Haq Parupuk Tabiang Padang ditutup, kini hanya tinggal kenangan

PADANG, METRO
Hingga kini, sekitar 20 petinju binaan Pengcab Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Kota Padang, tidak bisa menjalani latihan. Karena tempat latihan mereka ditutup pihak pengelola sekitar Desember lalu . Padahal, waktu persiapan untuk turun di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar, sudah semakin dekat.

Menurut pengakuan dari Pengcab Pertina Kota Padang, tak hanya menutup tempat latihan, ring tinju Pertina yang ada di shelter Nurul Haq, Parupuk, Tabing, juga dicopot oleh pihak pengelola. Sehingga membuat pihak Pertina Kota Padang jengkel, dan bakal membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. “Yang membuat kami merasa jengkel, peralatan kami dicopot oleh pihak pengelola tanpa sepengetahuan kami. Kami akan membawa persoalan ini ke jalur hukum,” ujar Sekum Pertina Kota Padang, Dodi Damanik, kemarin.

Diakui, keinginannya untuk menempuh jalur hukum terhadap persoalan tersebut, karena pihaknya sudah memiliki dokumen resmi dan pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Ketum Pertina Padang dan Sumbar. Disebutkan Dodi, penempatan Pertina Kota Padang untuk menjalani latihan di sana, berdasarkan izin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku pemilik shelter, dengan surat nomor 400/302/PK/BPBD/Pdg/VII/2019 tentang Persetujuan Pemakaian Shelter.

Surat tertanggal 1 Juli 2019 tersebut, ditandatangani Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Padang. Di mana, dari empat poin yang ada di dalam surat tersebut, salah satunya menyatakan, jangka waktu pemakaian 3 tahun dan dapat diperpanjang kembali, atau apabila sewaktu-waktu ruangan kantor dimaksud dibutuhkan, maka pihak Pertina Padang harus menyerahkan ke Pemko Padang tanpa meminta rugi apapun. Penerbitan surat tersebut, atas permohonan Pertina Padang melalui surat nomor 010/Pertina -PDG/VI/2019 tentang Permohonan Izin Pemakaian Shelter. Surat tertanggal 25 Juni 2019 tersebut, ditandatangani Ketum Pertina Padang, Syahrial Kamat. Dodi mengaku, para petinjunya terakhir menjalani latihan November lalu, setelah sebulan kemudian tempat latihan tersebut ditutup pihak pengelola. Padahal saat itu, dirinya sedang butuh tempat latihan intensif jelang turun di Kejuaraan Tinju Wali Kota Padang di GOR Tenis Telkom Padang, pada 22-28 Desember lalu.

“Meski sempat kocar-kacir mencari tempat latihan saat itu, namun kami masih bisa meraih juara umum dengan mengantongi empat emas. Tapi saat ini, bagaimana kami akan menjalani latihan, karena ring tinju kami dibuka paksa pihak pengelola,” sebutnya.

Kepala BPBD Kota Padang, Barlius mengaku, bagi dirinya, tidak masalah juga gedung milik BPBD Padang tersebut untuk dipakai, tapi dimanfaatkan lah gedung tesebut dengan baik. Dan persoalan ini karena ada komplain dari masyarakat yang mengelola dan pemegang kunci.”Itu yang jadi permasalahan saat ini. Masyarakat di sekitar itu tidak suka dan anak-anak (atlet-red) itu perlu juga latihan, dia tidak punya dana pula untuk menyewa tempat,” aku mantan Kadisdik Kota Padang tersebut.

Terkait penyelesaian persoalan tersebut, pihaknya mengaku belum mendapatkan laporan secara utuh, melainkan baru melalui telepon. Dan bahkan pihak Pertina juga sudah menyampaikan masalah ini ke Wali Kota Padang. Dikatakan, dia meyakini bisa menyelesaikan persoalan tersebut, jika masalah ini tidak sampai ke tingkat pimpinan.

”Rencananya, kita akan temukan pihak-pihak terkait. Kita akan panggil pihak pengelola untuk didudukan persoalannya,” sebutnya.

Menariknya, pernyataan berseberangan justru dilontarkan Ketua Pengelola Shelter Nurul Haq, Das Edwiza, yang mengklaim jika gedung tersebut bukan milik BPBD Kota Padang, melainkan BNPB. “Kan dananya dari BNPB pusat, jadi kebetulan pengawasnya BPBD (Kota Padang-red),” sebut Das Edwiza.

Ketum Pertina Sumbar, Togi P Tobing menyayangkan, penguncian tempat latihan dan pencopotan paksa ring tinju yang harganya ratusan juta tersebut. Karena, secara administrasi, pihak Pertina Padang sudah mengantongi izin dari BPBD Kota Padang untuk menjalani latihan di lokasi tersebut. ”Ya, kita dari Pertina Sumbar, sangat menyayangkan persoalan ini. Padahal kita tahu, tinju ini termasuk salah satu cabang yang diandalkan Kota Padang untuk meraih medali. Dengan tidak adanya tempat latihan, tentunya ini bisa mempengaruhi mental dan semangat anak-anak,” sebut Togi. (*/boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional