Menu

Atasi Permasalahan Ketersediaan Pakan Ternak, Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Unand Bantu Peternak Sapi

  Dibaca : 518 kali
Atasi Permasalahan Ketersediaan Pakan Ternak, Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Unand Bantu Peternak Sapi
FOTO BERSAMA—Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Unand yang dipimpin Yesi Chwenta Sari SPt MSi bersama anggota Kelompok Tani Ternak Cimpago Nagari Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Permasalahan yang sering dihadapi dan dikeluhkan oleh peternak sapi yaitu ketersediaan pakan atau makanan ternak. Peternak kesulitan mendapatkan hijauan pakan berupa rumput terutama pada saat musim panas atau kemarau. Ketersediaan rumput yang sedikit menyebabkan peternak mengurangi jumlah hijauan yang diberikan pada ternak. Hal ini berdampak terhadap pertumbuhan, produksi, dan reproduksi ternak.

Beranjak dari permasalahan yang ada tersebut maka Tim Dosen dan mahasiswa Universitas Andalas, Minggu (13/12) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu peternak dalam mengatasi permasalahan ketersediaan pakan ternak. Dalam kegiatan ‘Penguatan Kapasitas Peternak Melalui Teknologi Fermentasi Limbah Jerami Padi Sebagai Pakan Alternatif Ternak Sapi Berkualitas di Nagari Bukik Sikumpa Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota’.

Yesi Chwenta Sari SPt MSi, dosen Fakultas Peternakan Unand, selaku ketua tim penanggung jawab kegiatan ini menjelaskan bahwa Nagari Bukik Sikumpa memiliki potensi pertanian padi sehingga limbah jerami padi yang melimpah saat musim panen dapat dijadikan sebagai pakan alternatif untuk ternak sapi. Namun pemberian limbah jerami padi sebagai pakan ternak sebaiknya dilakukan pengolahan terlebih dahulu karena limbah jerami padi memiliki faktor pembatas yaitu tingginya lignin dan silika, sulit untuk dicerna sehingga menurunkan nilai kecernaan dan kandungan nutrisi limbah jerami padi rendah.

”Teknologi fermentasi jerami padi dapat menurunkan lignin dan silika, meningkatkan nilai kecernaan, dan meningkatkan kandungan nutrisi jerami padi. Teknologi pembuatan pakan alternatif fermentasi jerami padi sangat ekonomis dari segi biaya produksi, pembuatan fermentasi jerami padi ini dilakukan dengan metode yang relatif sederhana sehingga muda diadopsi dan diterapkan oleh peternak dalam skala kecil,” katanya.

Dia menyebutkan, fermentasi jerami padi ini dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama sehingga peternak selalu mempunyai pakan hijauan cadangan serta menghemat tenaga peternak jadi peternak tidak perlu ‘ngarit’ atau mencari rumput setiap hari untuk ternaknya. Selain itu dengan memanfaatkan limbah sebagai pakan alternatif tenak juga berdampak positif terhadap kebersihan lingkungan.

”Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran peternak akan pentingnya teknologi pengolahan pakan berbasis limbah pertanian sebagai solusi dalam mengatasi kesulitan akan ketersediaan pakan demi pengembangan usaha peternakan sapi yang lebih menguntungkan,” ujar Yesi Chwenta didampingi anggota tim yakni Fatma Poni Mardiah SE MSM, Syafri Nanda SPt MSi dan Roza Yunita SPn MSo.

Menurut Sekretaris Kelompok Tani Ternak Cimpago Sugianto, kegiatan yang dilakukan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan serta keterampilan bagi anggota kelompok karena dapat mengatasi kesulitan ketersediaan pakan ternak sapi dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian yang jumlahnya banyak di sekitar lingkungan tempat tinggal dan selama ini belum termanfaatkan secara optimal. ”Semoga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berkelanjutan dalam membantu tumbuh kembang usaha peternakan sapi di Nagari Bukik Sikumpa,” ujar Sugianto. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional