Close

Atasi Daerah Tanpa Sinyal Komunikasi, Pemprov Sumbar Teken MoU dengan Yayasan Internet Indonesia

TANDATANGANI—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Dinas Kominfotik, Jasman Rizal menandatangani MoU bersama Ketua Umum YII Jamalul Izza

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik), terus berupaya mengatasi keterbatasan  sinyal telekomunikasi di seluruh kabupaten dan kota, agar tidak ada lagi daerah yang memiliki daerah blankspot.

Upaya yang dilakukan antara lain me­lak­sanakan pe­nanda­tanganan no­ta ke­se­pahaman (MoU) dengan Yayasan Internet Indonesia (YII) terkiat kerjasama pembangu­nan, pengembangan dan penguatan infrastruktur internet di Sumbar.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dengan Ketua Umum YII Jamalul Izza, di sela rangkaian Rapat Koordinasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), di Pagaruyung Hall, Hotel Balairung, Jakarta, Selasa (25/10).

Kesepakatan ini menjadi landasan bagi kedua belah pihak untuk melakukan kerja sama implementasi program pembangunan, pengembangan dan penguatan infrastruktur internet di wilayah Provinsi Sumbar, dengan tujuan menyediakan akses internet di wilayah yang belum ada jaringan internet (blankspot).

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah me­nyambut baik kesepakatan bersama ini yang menjadi dasar untuk pengembangan digital di Provinsi Sumbar. Di antaranya melalui penyediaan layanan internet, peningkatan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) da­lam program teaching factory berupa pelatihan dan sosialisasi teknologi informasi.

“Internet dan solusi teknologi informasi, sangat relevan dan mendukung terwujudnya smart village dan smart city untuk menuju smart province. Serta komunikasi dan sosialisasi untuk mendukung implementasi program pembangunan infrastruktur internet di Wilayah Sumbar,” kata Mahyeldi.

Ketua Umum Yayasan Internet Indonesia Raya (YII), Jamalul Izza, menyatakan kesiapannya membangun infrastruktur internet di Sumbar, berupa VSAT, ataupun Fiber Optic. Selain itu juga akan menggerakkan anak-anak muda daerah dalam pemanfaatan teknologi yang dibangun.

“Untuk mencapai tujuan dari smart city, harus didukung oleh smart people, sebagai pengguna teknologi, dan Infrastruktur. Smart city tanpa dukungan infrastruktur akan sulit tercapai,” ungkap Jamalul.

Untuk mendukung terbentuknya smart people, YII telah membangun Rumah Teknologi Indonesia (RTI) yang merupakan sekolah gratis bagi anak tidak mampu, tapi berprestasi. Dananya berasal dari CSR perusahaan – perusahaan daerah dan program ini tidak membebani APBD sedikitpun.

Saat ini RTI masih ada satu di Indonesia, yaitu di Solo. Namun menurut Jamalul pihaknya menargetkan satu RTI di setiap provinsi, sehingga tidak menutup kemungkinan akan dibangun juga di Sumbar.

Lebih lanjut, Jamalul menyebut, hingga saat ini YII telah membangun 134 desa blankspot. Di mana YII tergerak membangun infrastrukur di daerah blankspot ketika melihat anak-anak sekolah yang harus belajar secara online, menempuh perjalanan selama 4 jam hanya untuk mendapatkan sinyal internet.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top