Menu

Atasi Ancaman Banjir dan Longsor dengan Reboisasi, Gundul, 14 Ribu Hektare Lahan Kritis

  Dibaca : 623 kali
Atasi Ancaman Banjir dan Longsor dengan Reboisasi, Gundul, 14 Ribu Hektare Lahan Kritis
Sebanyak 14 ribu hektare Lahan kritis dan rusak di Kabupaten Pasaman akan segera dihijaukan kembali (Reboisasi)

PASAMAN, METRO
Sebanyak 14 ribu hektare Lahan kritis dan rusak di Kabupaten Pasaman akan segera dihijaukan kembali (Reboisasi). Banyaknya lahan gundul di wilayah itu menjadi penyebab terjadinya bencana banjir bandang.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Pasaman Raya, Yandesman mengatakan, program penghijauan itu menyasar 400 hektar lahan di dua lokasi di Pasaman. Yaitu Malampah, Kecamatan Tigonagari dan Panti Timur, Kecamatan Panti.

Yandesman mengungkapkan, program penghijauan di malampah seluas 100 ha, pelaksana kegiatan oleh Bapedas Kuantan. Sementara program penghijauan di Panti Timur seluas 300 ha, pelaksananya oleh Bappedas Indra Giri Rokan (Inrok).

Dikatakan, penghijauan itu untuk merehabilitasi hutan (hutan gundul) dan lahan kritis yang dapat menimbulkan banjir bandang, longsor, dan kekeringan. “Berbagai jenis kayu kayuan akan ditanami di kawasan penghijauan itu nantinya,” katanya.

Akibat kerusakan lingkungan, kata dia, air hujan tidak secara langsung terserap ke tanah, namun mengalir ke sungai dan menjadi penyebab bencana terjadi. Ia pun berharap dan meminta kepada masyarakat dapat menjaga hutan dan lahan agar tetap lestari.

Pihaknya, berkomitmen melakukan penghijauan, selain memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat dan mampu mengantisipasi pemanasan global juga dapat mengurangi tingkat kerusakan hutan.

“Saat ini, jumlah lahan kritis di Pasaman mencapai 14.000 hektar, sangat kritis, 13.000 hektar. Ini hasil pantauan citra satelit, sehingga perlu penanganan secara berkelanjutan,” bebernya.

Untuk mencegah hutan dari kerusakan, saat ini KPHL Pasaman Raya melakukan pembinaan secara intensif terhadap 12 kelompok hutan kemasyarakatan (HKM) di Kabupaten Pasaman. Dengan luas lahan HKM mencapai, 2.318 hektar.

“Selain HKM yang dikelola oleh kelompok tani, kita juga membina 13 Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN), dengan luas cakupan lahan 43.201 hektar,” katanya. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional