Menu

Atasi Abrasi Pantai di Kota Padang, BNPB Serahkan DSP Rp 19 Miliar kepada Gubernur

  Dibaca : 153 kali
Atasi Abrasi Pantai di Kota Padang, BNPB Serahkan DSP Rp 19 Miliar kepada Gubernur
SERAHKAN BANTUAN—Penyerahan DSP sebesar Rp19 miliar dilaksanakan simbolis oleh Sekretariat Utama (Sestama) BNPB, Harmensyah bersama jajaran kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Rabu (21/10) di Gubernuran. Hadir menyaksikan, Anggota DPR RI, Asli Chaidir dan Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman.

PADANG, METRO
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyerahkan bantuan dana siap pakai (DSP) kepada Pemprov Sumbar, Rabu (21/10) di Gubernuran. Dana tersebut akan digunakan untuk penanganan abrasi pantai di tiga titik di Kota Padang. Yakni, penanganan abrasi untuk mengamankan Masjid Al Hakim, Jalan Samudera, pengamanan Tugu Merpati, Muaro Lasak Purus dan pengamanan abrasi di Pasir Jambak.

Penyerahan DSP sebesar Rp 19 miliar dilaksanakan secara simbolis yang diserahkan langsung oleh Sekretariat Utama (Sestama) BNPB, Harmensyah kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno mengucapkan terimakasih kepada BNPB yang telah membantu penanganan abrasi pantai di Kota Padang melalui penggunaan DSP. Diakuinya, untuk mengatasi abrasi di pinggir pantai Kota Padang, awalnya dirinya tidak tahu bagaimana caranya lagi. Karena bencana tersebut datang di saat APBD habis untuk penanganan Covid-19.

“Saya waktu itu tidak tahu gimana caranya lagi. Di saat dana habis untuk penanganan Covid-19, sementara penanganan abrasi juga mendesak. Bangunan Mesjid Al Hakim juga bisa lama-lama habis dikikis ombak,” ungkap Irwan Prayitno.

Dengan kondisi tersebut, Irwan Prayitno mengaku dirinya punya ide untuk berangkat ke BNPB. Dirinya berangkat, 11 Agustus 2020 lalu menemui Kepala BNPB Doni Monardo. Ikut dalam kunjungan itu Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Sekdaprov Sumbar, Alwis, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Erman Rahman, Kepala Bappeda Sumbar, Hansastri, Kepala Dinas PUPR Sumbar, Fathol Bari dan Kepala PSDA Sumbar, Rifda Suriani.

“Kita berangkat karena ada Pak Kepala BNPB, Doni Monardo dan Pak Sestama yang dititipkan ke BNPB. Jadi langsung nyambung. Terima kasih kepada BNPB yang telah memproses dana ini. Mudah mudahan pengerjaannya bisa cepat karenaa nggaran sudah disiapkan. Ini juga tidak terlepas dari dukungan dari DPR RI juga, Bapak Asli Chaidir,” ungkap Irwan Prayitno.

Sestama BNPB, Harmensyah mengatakan, abrasi pantai di Kota Padang sudah menjadi perhatian BNPB. Karena lokasi yang terdampak abrasi adalah lokasi vital, seperti Masjid Al Hakim yang baru dibangun dari sumbangan warga senilai Rp 15 miliar.

Kemudian, Tugu Merpati yang menjadi sejumlah pengingat momentum perdamaian. Begitu juga di Pasir Jambak yang berdampak pada masyarakat. “Masyarakat saja mau mengeluarkan biaya Rp15 miliar untuk membangun masjid. Kenapa kita pemerintah tidak bisa merawat dan menjaganya. Makanya ini harus menjadi perhatian bagi kita,”sebut Harmensyah.

Menurutnya, dengan anggaran tersebut diharapkan penanganan abrasi pantai di Kota Padang dapat berjalan dengan cepat. Karena untuk mengamankan fasilitas publik.

Penyerahan DSP tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI, Asli Chaidir. Dalam kesempatan itu, Asli mengaku siap mensuport Pemprov Sumbar dan Kota Padang untuk mendapatkan anggaran dari pusat. “Kita sama-sama berjuang untuk mendapatkan anggaran penanganan abrasi tersebut. Kebetulan BNPB adalah mitra Komisis VIII DPR RI, apalagi Kepala dan Sestamanya berasal dari Sumbar. Sehingga komunikasi lebih lancar untuk mendapatkan dukungan anggaran,”sebutnya.

Dengan itu, Asli Chaidir berharap BNPB mendukung sejumlah penanganan bencana lainnya di Sumbar. Karena banyak bencana abrasi pantai lainnya mengancam Sumbar.

Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar Erman Rahman mengatakan pihaknya di BPBD saat ini tidak hanya fokus dalam menyiapkan logistik penangann bencana nonalam pandemi Covid-19, namun juga bencana alam seperti abrasi pantai dan banjir. “Kita di BPBD selalu siap dalam penyediaan logistik penanganan Covid-19 dan penanganan cepat bencana alam di Sumbar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PSDA Sumbar, Rifda Suriani menjelaskan, penanganan abrasi tersebut dengan kontruksi pembangunan groin tipe T. Termasuk see wall dengan pemasangan batu memagari pantai. “Untuk kontruksi yang efektif adalah groin T dan see wall. Untuk pengerjaan kita akan hitung ulang, karena anggaran yang kita ajukan Rp32 miliar, jadi ada selisih anggaran yang diperoleh,” ujarnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional