Menu

Asrama Putri Ponpes Cahaya Islam Membara, Diduga Gara-gara Lupa Matikan Kompor

  Dibaca : 786 kali
Asrama Putri Ponpes Cahaya Islam Membara, Diduga Gara-gara Lupa Matikan Kompor
KEBAKARAN— Kondisi asrama putri pondok pasantren Cahaya Islam di Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara saat mengalami kebakaran.

PAYAKUMBUH, METRO
Sabtu (16/1) sekitar pukul 1.10 Wib dinihari, penghuni asrama putri pondok pasantren Cahaya Islam di Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, dibuat panik menyelamatkan diri dari koraban api yang mengamuk.

Seluruh penghuni asrama sebanyak 124 orang yang saat itu sedang tertidur pulas, langsung terbangun setelah mengetahui api yang dengan cepat membesar. Dibantu masyarakat, para santri wati bersama petugas Pol PP serta Damkar berhasil menyelamatkan barang-barang milik santriwati.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas dinihari itu, namun kerugian materi akibat kejadian kebakaran yang menghanguskan bangunan asrama putri Ponpes Cahaya Islam, ditaksir mencapai 500 juta rupiah. Selain itu, santri wati terpaksa sementara waktu dirumahkan.

Informasi yang dihimpun, diketahuinya kebakaran itu pertama kali terlihat oleh sekuriti Sentra IKM Randang Payakumbuh yang sedang bertugas. Kemudian dilaporkan ke Kantor Satpol PP dan Damkar di Padang Kaduduak, untuk diteruskan laporan ke Posko Damkar Kota Payakumbuh.

Tak memakan waktu lama, sebanyak lima unit mobil pemdam kebakaran Pemko Payakumbuh dibantu tiga unit mobil Damkar Kabupaten Limapuluh Kota, dikerahkan ke lokasi. Alhasil, dalam waktu dua jam, api pun berhasil dip adamkan.

Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh Devitra mengatakan, pemadaman malam itu berlangsung dengan cukup baik. Mereka melakukan teknik supply dengan posisi mobil pemadam yang berbaris dengan mobil lainnya di belakang sebagai pemasok air sehingga penyemprotan kepada api tidak putus-putus.

“Kita melakukan pembatasan api kepada gedung asrama di bagian belakang untuk mencegah api tidak menjalar lebih jauh. Alhamdulillah, berhasil kita padamkan, apinya memang cukup besar sekali, hampir dua jam proses pemadamannya” kata Devitra.

Sebanyak 124 orang santri penghuni asrama dan barang berharga milik mereka malam itu dapat dievakuasi dengan selamat. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Devitra, juga menyebut penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Seluruh penghuni asrama selamat termasuk barang barangnya dapat dievakuasi. Untuk kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” sebut Devitra.

Sementara, Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasatreskrim AKP M Rosidi, menyebut pihaknya sudah mendatangi lokasi kebakaran dan sudah melakukan identifikasi dugaan penyebab terjadinya kebakaran Asrama Putri Ponpes Cahaya Islam di Padang Kaduduak.

“Diduga sementara kebakaran disebabkan oleh kelalaian penghuni asrama, karena lupa mematikan kompor gas yang mana di atas kompor tersebut terdapat periuk yang sudah hangus. Untuk kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 500 juta,” ungkap AKP M Rosidi.

Pemko Serahkan Bantuan
Wali Kota Payakumbuh H Riza Falepi melalui Sekdako Rida Ananda beberpa jam usai kejadian langsung menyerahkan bantuan secara spontan kelokasi Ponpes Cahaya Islam di Padangkaduduak berupa uang tunai dan 15 porsi rendang siap saji. Bantuan diserahkan kepada pemilik Yayasan Imdesmiati.

Selain itu, disampaikan Kabag Kesra Pemko Payakumbuh, Ul Fakhri kepada Wartawan juga menyebut pihaknya juga akan menggalang bantuan dari ASN Pemko Payakumbuh. Kemudian juga akan ikut goro membersihkan puing-puing sisa kebakaran pada Minggu (17/1) pagi.

“Bantuan secara spontan dari Wali Kota H Riza Falepi sudah diserahkan Sekda. Kemudian kita juga akan menggalang bantuan dari ASN dilingkungan Pemko Payakumbuh. Selain itu, pada Minggu (17/1) Kita ikut goro membersihkan puing-puing sisa kebakaran,” ucap Ul Fakhri kepada Wartawan.

Disampaikan Ul Fakhri, dari informasi Yayasan Cahaya Islam, untuk saat ini siswa sementara dirumahkan. “Siswi sudah dijemput orang tuanya. Untuk sementara diliburkan, dan pihak yayasan sedang mencarikan solusi, namun pastinya saya tidak tahu,” sebut Ul Fakhri yang dikenal dekat dengan awak media ini. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional