Close

Asrama Polisi Polsek Membara, 4 Rumah Ludes, Kebakaran juga Terjadi di Tanahdatar dan Pariaman

KEBAKARAN ASRAMA— Warga bahu-membahu melakukan penyiraman ke rumah Asrama polisi Polsek IV Nagari yang terbakar.

SIJUNJUNG, METRO–Si Jago Merah menga­muk di Asrama Polsek IV Nagari, Polres Sijunjung. Kebakaran itu meng­ha­ngus­kan empat unit as­rama anggota Polsek IV Nagari yang terletak di Nagari Muaro Bodi.

Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa ter­sebut, namun barang-ba­rang rumah tangga milik ang­gota Polsek yang me­nempati rumah dinas itu banyak yang tidak sempat di­selamatkan.

Kejadian kabakaran itu diketahui terjadi sekitar pukul 11.30 WIB pada Se­lasa (16/11). Meskipun em­pat unit asrama yang ter­bakar, namun hanya dua yang ditinggali. Dua lain­nya dalam keadaan ko­song.

Peristiwa kebakaran asrama polsek itu pertama kali diketahui oleh seorang buruh bangunan yang se­dang bekerja di sekitar Mapolsek IV Nagari, yang melihat ada kobaran api yang berasal dari dapur asrama.

“Saksi langsung memberitahukan kepada personil Polsek yang lain dan berusaha memadamkan api yang mulai membesar, sambil menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” tutur Kapolres Sijunjung AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi melalui Kasubag Humas Polres Sijunjung, AKP Nasrul Nurdin.

Personel yang berada di lokasi bersama ma­sya­rakat setempat membantu memadamkan api, hingga dua unit mobil pemadam kebakaran dari Muaro Sijunjung tiba dilokasi untuk proses pemadaman, dibantu dengan satu unit mobil tangki milik BPBD Sijunjung, sekitar pukul 12.20 WIB.

“Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu. Dari empat unit asrama yang terbakar hanya dua diantaranya yang dihuni oleh anggota, dua lainnya da­lam keadaan kosong. Dugaan sementara api berasal dari kompor gas dapur asrama,” terangnya.

Rumah Semi Pernanen di Tanahdatar Terbakar

Sementara, di kawasan Ngalau Pangian Jorong Kotokociak, Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, satu unit rumah semi permanen sekaligus wa­rung tempat usaha ludes terbakar pada Selasa (16/11) sekitar pukul 03.50 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian di lokasi yang tergolong sepi tersebut.

Meski begitu, penghuni rumah terpaksa mencebur ke kolam untuk menyelamatkan diri dan mencari lokasi yang lapang dan jauh dari kobaran api. Informasi yang dihimpun dilokasi, selain sepeda motor dan tiga beranak penghuni rumah tidak ada ba­rang-barang milik korban suami istri yang diketahui bernama Anto (46) dan Susi (44) yang bisa diselamatkan.

Akibat kejadian yang diduga dari korsleting listrik itu,  korban memgalami kerugian ditaksir hingga puluhan juta rupiah. Untuk saat ini, korban diungsikan kerumah sanak famili terdekat.

Ikhwan (28), salah seorang saksi mata yang melihat kejadian mengatakan,  jika pada saat kejadian dirinya tengah berada di tempat istirahat kandang ayam yang menjadi tempat kerjanya yang lokasinya berada lebih kurang 100 meter dari lokasi kejadian.

“Saat saya mendengar korban teriak-teriak. Kemudian saya mencoba mengintip yang ternyata sudah ada api di bagian atap rumah. Saya langsung berlari mendekati lokasi tersebut,” ujarnya.

Setelah tiba di lokasi sebutnya, karena melihat tidak ada yang bisa dilakukan karena api sudah mem­bumbung tinggi,  dirinya kemudian berlari mencari bantuan terdekat.

Salah seorang warga lainnya,  Anto (37)  mengatakan,  jika dari arah rumahnya dia juga melihat cahaya terang akibat kebakaran. Karena tidak ada kendaraan,  Anto yang ba­ru saja pulang bertukang langsung berlari ke lokasi. Dan sama seperti Ikhwan, di lokasi api sudah terlihat membumbung tinggi tanpa bisa melakukan apa-apa.

“Beruntung pemilik saat­ itu terbangun,  karena jarak rumah satu dan yang lain juga jatuh,  jadi tetangga banyak yang tidak tahu dan tidak bisa menolong. Korban pun saya lihat masuk kolam pas keluar dari pintu rumah,  dan mencari lokasi yang aman dari sem­baran api, “ ujarnya.

Beruntung, saat api tengah membumbung tinggi tersebut, petugas bersama satu unit mobil dari Dam­kar unit Lintaubuo segera sampai dilokasi keja­dian dan langsung me­la­kukan penyiraman.

Saking besarnya api, mobil berkapasitas kecil itu sempat kehabisan air. Namun, karena lokasi berada dekat aliran bandar, petugas langsung mengambil inisitif dengan memasang pompa air langsung dari bandar.

Sementara Kepala Satpol PP dan Damkar Tanahdatar Yusnen mengatakan, jika penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.

“Asal Api diduga berasal dari korsleting listrik yang menghanguskan bangunan yang dihuni korban dengan ukuran 12×6 meter. Akibat kejadian ini kerugian diperkirakan Sebesar Rp 75 juta,” ucapnya.

1 Rumah di Pariaman Utara Terbakar

Selain di Sijunjung dan Tanahdatar, satu unit rumah warga di kawasan Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, juga hangus terbakar pada Selasa (16/11) sekitar pukul 03.10 WIB.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman, Alfian mengatakan, dalam musibah tersebut ada sekitar 5 unit mobil pemadam yang diterjunkan untuk memadamkan api.

“Rumah yang terbakar tersebut adalah milik Darnis (65). Beruntung saat itu tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil sekitar ratusan juta rupiah,” ungkap Alfian.

Dikatakan Aldfian, kronologi kebakaran diketahui dari saksi yakni salah satu warga yang melihat api menjalar sekitar atap rumah. Lalu saksi mengabarkan kepada warga setempat dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

“Tak lama berselang, lima unit mobil damkar yang terdiri dari empat unit dari Pariaman dan satu unit dari Padangpariaman sampai di lokasi kebakaran. Tak butuh lama nyala api berhasil dipadamkan. Lalu berlanjut proses pendinginan beberapa menit,” jelas Alfian.

Ia juga menuturkan, sampai saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. “Namun dugaan sementara kebakaran diakibatkan oleh korsleting arus listrik,” sebutnya. (ndo/ant/ozi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top