Menu

Asrama Brimob Datasemen B Membara, Satu Blok Ludes, Penghuni lagi Tugas di Papua

  Dibaca : 94 kali
Asrama Brimob Datasemen B Membara, Satu Blok Ludes, Penghuni lagi Tugas di Papua
ASRAMA TERBAKAR—Satu blok rumah dinas asrama Brimob Detasemen B Polda Sumbar ludes terbakar. Diduga dipicu percikan api dari atap. (rahmad/posmetro)

PADANGPANJANG, METRO – Disaat sejumlah anggota Brimob Datasemen B Polda Sumbar dikirim ke Papua untuk membantu upaya pemulihan karena belum kondusifnya situasi di sana, kebakaran hebat melanda Asrama Brimob Datasemen B Polda Sumbar Kota Padangpanjang, Rabu (9/10) sekitar 15.30 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun sebanyak 10 unit rumah dinas yang berada dalam satu blok ludes dilahap si jago merah berikut dengan isinya.

Kondisi jalan yang sempit, sempat menjadi kendala petugas Damkar untuk melakukan pemadaman. Proses pemadaman kebakaran rumah dinas personel Brimob ini, setidaknya melibatkan armada damkar dari tujuh kabupaten dan kota di Sumbar. Di antaranya, Kabupaten Solok, Tanah Datar, Agam, Kota Solok, Bukittinggi dan Padangpanjang.

Peristiwa kebakaran itu sempat membuat personel Brimob dan keluarga yang masih menghuni rumah dinas tersebut kocar-kacir mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam rumah yang membara. Melihat kondisi darurat seperti itu, personel lainnya bahu membahu membantu mengeluarkan barang-barang yang bisa diselamatkan.

Selain dipadamkan menggunakan mobil pemadam, sejumlah mobil water canon (meriam air) Brimob dikerahkan ke lokasi untuk membantu mempercepat proses pemadaman. Mirisnya, dari 12 rumah yang terbakar hanya tiga rumah saja yang dihuni, sementara sembilan rumah dalam kondisi terkunci lantaran personel yang menghuni rumah dinas itu sedang ditugaskan untuk membantu pengamanan di Papua.

Kapolres Padangpanjang, AKBP Sugeng Hariyadi mengatakan, hampir satu jam melakukan pemadaman, api yang membakar asrama itu sudah berhasil dipadamkan. Di blok asrama tersebut terdapat 12 rumah dinas personel Brimob. Namun, untuk yang terdampak parah dalam kebakaran itu ada 10 unit rumah.

“Total rumah yang habis terbakar sembilan, tapi ada juga satu rumah terdampak tapi tidak habis terbakar. Jadi kurang lebih 10 rumahl total keseluruhannya. Dua rumah lagi berhasil selamat dari amukan api. Kerugian masih kita selidiki jumlahnya dan juga selidiki penyebab kebakaran,” kata AKBP Sugeng.

Sementara itu Kepala Dinas Damkar dan Satpol PP Kota Padangpanjang, Tanjung mengungkapkan, sebanyak 12 unit armada damkar dikerahkan dalam proses pemadaman. Selain itu, pemadaman juga dibantu mobil water cannon milik pihak kepolisian.

“Satu jam kami baru bisa memadamkan api. Kendala tidak ada, pihak kepolisian juga membantu. Suplai air di mobil unit damkar kami juga dibantu oleh water canon Polisi. Untuk penyebab api kita menyerahkan penyelidikan ke pihak kepolisian. Begitupun untuk kerugian belum bisa ditaksir berapa total keseluruhan,” ungkap Tanjung.

Informasi yang dihimpun, kebakaran itu pertama kali diketahui salah seorang ibu Bhayangkari, yang ketika itu berada dirumahnya. Ia melihat percikan api dari atap yang seketika langsung membesar. Saat itu juga, ia berlari ke luar rumah dan memberitahukan kepada warga lainnya, yang kemudian dilaporkan kepada pemadam kebakaran Padangpanjang.

Salah seorang penghuni asrama, Brigadir Hidayat Wahyudi mengatakan, setelah kepulan asap tebal diiringi kobaran api keluar dari salah satu bangunan asrama, semua panik dan berusaha menyelamatkan barang barang dan surat surat penting sebelum ikut memadamkan api.

“Petugas Damkar sedikit terkendala karena jalur akses masuk ke lokasi yang sangat terbatas. Dari keseluruhan yang terbakar, hanya tiga personil yang berada di tempat, sementara yang lain tugas ke Papua. Tidak ada korban atas kejadiannya. Namun, satu unit mobil kijang milik anggota ikut terbaka,” ungkapnya.

Data yang berhasil dihimpun Posmetro, rumah yang terbakar merupakan milik Brigadir Hidayat Wahyudi, Brigadir Rido Efendi, Bharada Rahu, Brigadir Agung, Bharada Ade Indra, Brigadir Higo, Brigadir Fajri, Bharada M Apras, Brigadir Oskar, Brigadir Muhaimin, Aipda Iswandi. (rmd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional