Close

ASPILA Bangunkan Rumah Baru Bagi Yuliani, H Refrizal sebagai Salah Satu Pembina

BERTEMU YULIANI— H Refrizal meninjau rumah Yuliani yang sedang direnovasi, Sabtu (25/7). Selain meninjau, Refrizal juga bertemu langsung dengan Yuliani.

PDG.PARIAMAN, METRO
H Refrizal mengunjungi rumah Yuliani, gadis tukang sulo atau pengupas kelapa di Paguah Duku, Padangpariaman, Sabtu (25/7). Yuliani sempat viral dan masuk pemberitaan televisi nasional setelah relawan Aksi Solidaritas Piaman Laweh (ASPILA) mengekspos kisah pilu hidupnya.

Sebelum diperbaiki, Yuliani tinggal di rumah yang mirip gubuk. Rumahnya tidak layak huni, sebagian berlantai tanah, dinding terpal lusuh dan seng bekas. Kemudian, jika hari hujan, air masuk karena beratapkan terpal bocor.

Yuliani pun menjalani pekerjaan sebagai pengupas kelapa sejak berumur 8 tahun untuk membantu pereknonomian keluarga. Rutinitas ini masih ditekuninya hingga kini ia berumur 25 tahun.

Selaku salah satu pembina ASPILA yang sedari awal membantu gadis dari keluarga kurang mampu itu, Refrizal juga turut menyerahkan bantuan untuk penyelesaikan perbaikan rumah Yuliani tersebut. Usai mengunjungi kediaman Yuliani, Refrizal mengungkapkan bahwa rumah lama yang tidak layak huni diruntuhkan. Kemudian dibangun rumah yang baru oleh ASPILA.

“Dana untuk membangun rumah baru bagi Yuliani terkumpul dari bantuan dari para perantau-perantau,” ujar Refrizal yang merupakan ketua umum Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) ini.

Rencananya terang Refrizal, pembangunan rumah baru bagi Yuliani akan tuntas dikerjakan pada 17 Agustus 2020 nanti. Tentunya rumah baru yang dibangun tersebut layak huni dan lebih luas dibandingan kondisi sebelumnya. Yaitu, memiliki tiga kamar, atapnya seng dan lantainya berkeramik.

Refrizal mengaku salut dengan perjuangan Yuliani yang membantu perekonomian keluarganya. Hal ini dikarenakan, sang ayah mengalami penyakit stroke. Sehingga dengan begitu, Yuliani harus menjadi tulang punggung keluarga sebagai pengupas kelapa.

“Seharusnya ini pekerjaan laki-laki, bukan pekerjaan perempuan. Namun karena kondisi keluarga, maka terpaksa ia bekerja untuk membanting tulang,” tukas Refrizal yang merupakan wakil ketua umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Refrizal mengaku senang ketika mendapat kabar, bahwa selain akan memiliki rumah layak huni, Yuliani juga dapat jodoh. Jika pembangunan rumahnya selesai, Yuliani akan segera menikah.

Refrizal mengungkapkan, ia mendapatkan info bahwa kondisi rumah semacam ini di Padangpariaman cukup banyak. Dimana tidak mendapat perhatian dari pemerintah maupun NGO-NGO. Menurutnya, kondisi rumah tidak layak seperti ini harus mendapatkan perhatian pemerintah.

“Kalau pemerintah tak ada dana, harus cari dana bisa melalui Baznas. Pemerintah harus kreatif mencari dana untuk membantu masyarakat yang miskin. Kalau bisa melalui APBD, tentu lebih bagus lagi,” tandas Refrizal yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI selama tiga periode ini.

Refrizal menambahkan, kalau ada dana dari Kementerian Sosial ataupun LSM, NGO atau BUMN, harusnya orang-orang seperti Yuliani ini yang mendapatkan bantuan ke depan. Ia mengharapkan ke depan, ini mendapatkan perhatian pemerintah.

“Bila tak ada dananya, harus dicarikan sumber dana lain. Misal pemerintah menjalin hubungan dengan perantau dan lainnya. Yang penting kita tidak kehilangan akal untuk membantu masyarakat,” ujar bakal calon bupati Padangpariaman ini.

Refrizal mengatakan, saat ini ASPILA juga sedang membangun atau merenovasi enam rumah lainnya yang tidak layak huni. Tahun ini pembangunan rumah-rumah itu sedang berjalan. Tapi pembangunan atau renovasi rumah itu tidak di Padangpariaman saja, tapi juga di Kota Pariaman. (uki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top