Menu

Asap Pekat, Pelajar Dharmasraya dan Payakumbuh Diliburkan

  Dibaca : 1559 kali
Asap Pekat, Pelajar Dharmasraya dan Payakumbuh Diliburkan
Penyerahan APD dari Audy Joinaldy di Kabupaten Solok.
Foto kabut asap saat di foto dari depan kantor bupati dharmasraya, Pulau Punjung - web

Kabut pekat di Dharmasraya.

PAYAKUMBUH, METRO–Kota Payakumbuh kembali diselimuti kabut asap pekat, sejak tiga hari terakhir. Saking parahnya, pemerintah setempat harus memutuskan untuk meliburkan murid-murid PAUD/TK hingga murid SD hingga kelas III, terhitung Kamis (1/10) hingga Sabtu (3/10). Sementara, murid SD kelas IV/V/VI sampai SMA/SMK/MA tetap sekolah sebagaimana biasa.

Kebijakan  meliburkan sebagian sekolah itu, diputuskan melalui rapat koordinasi SKPD yang dipimpin Sekdako H Benni Warlis di Balai Kota Bukik Sibaluik, Rabu (30/9). Keputusan meliburkan pelajar hingga kelas 3 SD merupakan bentuk antisipasi meluasnya penyakit ISPA, walau Kepala LH Syamsurial dan Kepala BPBD Yufnani Awai menyebut,  Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di bawah 190, atau belum kategori berbahaya.

“Kita putuskan untuk meliburkan sekolah dari tanggal 1 sampai 3 Oktober. Selama libur, guru tetap memberi tugas kepada muridnya,” terang Kadisdik Hasan Basri.

Terkait penyakit ISPA, berdasarkan laporan seluruh Puskesmas di Payakumbuh belum begitu signifikan. “Angkanya masih dalam batas normal dan fluktuasi. Sepanjang September ini, tercatat pasien yang mengidap ISPA pada 8 puskesmas rata-rata 7 orang per hari. Angka tersebut nyaris sama dengan kondisi hari-hari biasa yang tak berkabut asap,” ungkap Kabid P2PL Dinas Kesehatan Hefi Suryani.

Keputusan meliburkan sekolah hingga kelas III SD itu, juga disetujui Wakil Wali Kota Payakumbuh H Suwandel Muchtar. “Kita sangat setuju, karena sejumlah warga dan orang tua sudah banyak menelepon dan resah, menyangkut kabut asap yang kian pekat ini,” ucap Wawako Suwandel, ketika dihubungi terpisah.

Selain meliburkan sekolah, Wawako Suwandel juga memerintahkan BPBD dan Dinas Kesehatan membagi-bagikan masker di jalan utama di pusat kota. ”Pembagian masker dalam jumlah terbatas itu, bentuk kepedulian pemko terhadap musibah kabut asap kiriman dari provinsi tetangga ini,” tambahnya.

Di bagian lain, wawako mengajak masyarakat, untuk mematuhi edaran kepala daerah yang sudah dikeluarkan menyangkut penanggulangan kabut asap itu. Di antaranya, agar tak membakar sampah dan jerami, mengurangi aktivfitas ke luar rumah. Jika terpaksa harus ke luar rumah, agar memakai masker. Banyak minum air putih. Orang tua diminta, agar mengawasi putra-putrinya, agar tak bermain di luar rumah selama kabut asap.

Sementara, Rabu (30/9) pagi jarak pandang di Kecamatan Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota hanya berkisar 20-50 meter. Namun semakin siang jarak pandang sudah bertambah panjang berkisar 100-200 meter.

”Kabut sangat tebal sekali terutama pagi hari. Kalau siang sudah mulai panjang jarak pandang hingga 100-200 meter, hanya saja ketika sore hari kabut kembali tebal. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten terutama untuk meminta tambahan masker,” jelas Camat Pangkalan, Andri Yasmen.

Menurutnya, Kamis (1/10) pagi Camat bekerjasama dengan BPBD dan Bank Nagari cabang Pangkalan akan membagi-bagikan masker kepada masyarakat terutama yang bekerja di luar ruangan dan pengendera.

”Kita sudah meminta masker kepada BPBD sebanyak 4000, kemudian kita juga bekerjasama dengan Bank Nagari cabang Pangkalan untuk bersama-sama membagikan masker kepada masyarakat esok,” jelas Camat.

Walau kabut tebal tetapi siswa di Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota tetap bersekolah seperti biasa. “Siswa tetap sekolah. Kalau libur itu kebijakan dinas Pendidikan. Kita camat hanya bisa melakukan kegiatan mengantisipasi warga agar jangan terjangkit ISPA dengan cara mensosialisasikan bahaya asap sekaligus membagi masker,” terangnya.

Disampaikannya, akibat kabut asap sedikitnya terdata sebanyak 122 orang penderita Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan 8 orang penderita konjungtivitis (mata perih). Jumlah itu, disampaikan camat mengalami kenaikan 50 persen dari sebelum kabut asap melanda Pangkalan.

Dharmasraya juga Libur
Serupa dengan Payakumbuh, Pemkab Dharmasraya juga mengambil keputusan untuk meliburkan anak sekolah dari tingkat PAUD sampai tingkat SMU.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Dharmasraya, Prih Handoko mengatakan, keputusan untuk meliburkan murid-murid dari tingkat PAUD sampai SMU setelah mendapat status kwalitas udara dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Dharmasraya pada tingkat Bahaya.

Untuk tahap awal dina pendidikan telah meliburkan murid-murid selama dua mulai hari senin kemarin sampai hari selasa, namun karena dilihat kwalitas udara di kabupaten Dharmasraya masih berstatus bahaya, pihaknya memperpanjang waktu libur sampai hari Kamis (1/10) mendatang. “Murid-murid kita liburkan secara berkala dua hari- dua hari, kalau kita lihat dan berdasarkan masukan dari BLH udara masih dalam status bahaya, kita perpanjang lagi waktu libur para murid-murid sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Prih Handoko.

Akan tetapi, meski telah diliburkan, Prih Handoko menghimbau kepada para murid agar tetap belajar di rumah masing-masing, dan tidak melakukan aktifitas diluar rumah, apalagi tidak lama lagi, sudah memasuki ujian mid semester.

Salah seorang wali murid, Mimi (34) berharap kepada pemerintah agar segera mencarikan solusi agar kabut asap ini cepat berlalu, karena selain menganggu proses belajar mengajar anaknya, juga sangat menganggu aktifitas masyarakat. ”Kita sudah menghirup asap sudah lama sekali, ini bencana kabut asap paling lama yang kami rasakan, kita meminta pemerintah segera mencarikan solusi menghilangkan kabut asap ini,” ujar ibu satu anak ini.

Yang sangat merugikan lagi, para murid seharusnya sudah memulai ujian mid semester, namun karena diliburkan disebabkan kabut asap ini, ujian itu terpaksa diundur. ”Untuk itu kita berharap kabut asap ini segera berlalu,” tegasnya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional