Menu

Asap Menipis, Waspada Banjir dan Longsor

  Dibaca : 974 kali
Asap Menipis, Waspada Banjir dan Longsor
KONFERENSI— Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat konferensi pers.
banjir 1

Banjir di kawasan Bungus Teluk Kabung, Padang, beberapa waktu lalu.

PADANG, METRO–Seakan tak pernah habis-habisnya bencana melanda Sumbar ini. Meski kabut asap yang menyelimuti Sumbar telah mulai berkurang akibat tingginya curah hujan, namun bencana banjir dan longsor menjadi ancaman Sumbar saat ini. Untuk itu, masyarakat perlu waspada akan dampak bencana ini.

Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang, Budi Samiaji mengatakan, dua hari terakhir, hujan melanda hampir di seluruh kabupaten/kota di Sumbar. Bahkan, beberapa waktu yang ke depan, hujan ringan hingga lebat juga berpotensi di Sumbar.

”Rata-rata, potensi hujan ringan hingga lebat terjadi pada sore sampai malam hari. Ada juga yang potensi hujannya terjadi pada pagi hingga siang. Khusus untuk daerah Sipora dan Pagai Kepulauan Mentawai, hujan berdurasi singkat,” sebutnya saat dihubungi, Minggu (1/11).

Dijelaskannya, potensi hujan ringan hingga sedang akan terjadi di Padang, Padangpariaman, Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Padangpanjang, Bukittinggi, sebagian Kabupaten Solok, Tanahdatar, Payakumbuh, Agam, dan sebagian Pasaman.
Sementara, potensi hujan sedang hingga lebat akan melanda Pasaman Barat, Agam Tiku, Maninjau, Siberut. Meski berpotesi hujan, namun sebagian daerah juga akan mengalami cuaca berawan.

Sedangkan suhu minimal kata Budi, akan berada pada angka 22,9 derajat celcius dan suhu maksimal 30,4 derajat celcius. Sementara, kelembaban berada pada 75 hingga 99 persen. ”Kondisi angin permukaan berubah-ubah. Kecepatan rata-rata 08-15 km/jam, kecepatan maksimal mencapai 25 km/jam,” sebutnya.

Sementar, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Pagar Negara mengatakan, dengan curah hujan yang tinggi, memang membuat partikel kabut asap menurun. Bahkan, titik hotspot yang menjadi sumber kabut asap menjadi hilang.

Namun, katanya, hujan yang turun tersebut perlu juga diwaspadai oleh masyarakat. Jika hujan turun dengan durasi yang lama dan memiliki intensitas  tinggi, maka bencana banjir dan longsor mengancam. Oleh sebab itu, perlu masyarakat untuk waspada.

”Daerah di Sumbar rawan terjadi bencana longsor dan banjir. Karena, daerah ini memiliki kawasan perbukitan dan aliran sungai yang banyak. Maka, mungkin saja bencana banjir dan longsor itu akan terjadi,” sebutnya meminta warga di aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, karena bisa saja air sungai tiba-tiba meluap. Kemudian, untuk warga yang berada di bawah lereng bukit, juga waspada. (da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional