Menu

Asailah… Wanita Berpakaian Seksi Disuruh Tukar Baju

  Dibaca : 1774 kali
Asailah… Wanita Berpakaian Seksi Disuruh Tukar Baju
TERJARING RAZIA— Sebanyak 22 wanita pemandu karaoke Kimos, terjaring Operasi Cipkon Polresta Padang, Sabtu (8/4) malam. Rata-rata wanita ini berpakaian mini sekali, sehingga harus disuruh tukar baju oleh petugas sebelum menjalani pemeriksaan.

PADANG, METRO – Tempat hiburan malam dan beberapa hotel jadi target operasi petugas Polresta Padang sejak beberapa pekan terakhir. Sabtu (8/4) sekitar pukul 23.00 WIB, giliran Kimos Karaoke di Jalan Sisingamangaraja yang disisir. Di tempat hiburan malam ini, 22 wanita pemandu karaoke terjaring.

Rata-rata wanita ini berpakaian minim sekali. Ada saja bagian tubuhnya yang “dipamer” sehingga membuat gerah orang yang memandang. Sebelum digelandang ke Mapolresta Padang, beberapa wanita disuruh mengganti bahu mereka dengan pakaian yang lebih tertutup. Sebagian ada yang menutupnya dengan jaket atau sweater.

Sesampai di Mapolresta Padang, seluruh wanita itu didata petugas. Mereka diberi nasehat dan arahan agar dalam menjalankan pekerjaan tidak mendekati maksiat. Setelah itu, seluruh wanita itu diperbolehkan pulang.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Padang Kompol Sumintak yang memimpin razia malam itu, menyebut Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dilakukan untuk mencegah tindakan maksiat, antisipasi narkoba, dan anak bawah umur yang dipekerjakan pada tempat hiburan.

Namun, setelah diperiksa, pada razia itu tidak ditemukan anak di bawah umur di tempat hiburan tersebut. Dijelaskan, saat razia petugas memeriksa masing-masing. Di sana ditemukan perempuan berpakaian seksi yang menjadi pemandu lagu sedang mendampingi tamu laki-laki.

”Setelah diminta mengganti pakaiannya dengan pakaian sopan, mereka lalu dibawa ke Mapolresta Padang,” kata Sumintak.
Salah seorang wanita pemandu lagu, MN (28) mengaku bekerja hanya sebagai pemandu. Tugasnya setiap malam hanya menemani tamu di dalam room karaoke. Tidak ada aktivitas lain selain menemani tamu untuk berkaraoke.

”Hanya sebatas menemani saja, kalau maksiat tidak ada. Untuk uang fee yang didapatkan dari hasil memandu tidak bisa dipastikan. Tergantung, berapa lama waktunya kita mendampingi tamu,” kata MN.

Kabag Ops Kompol Sumintak menambahkan, Razia Cipkon itu dilaksanakan untuk menciptakan situasi keamanan, ketertiban, masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, dan untuk sasarannya tempat hiburan, hotel-hotel, narkoba dan anak dibawah umur.

”Di Kimos Karaoke kita mengamankan 22 perempuan pemandu lagu yang bekerja di tempat hiburan malam itu. Dalam beberapa minggu terakhir, petugas telah merazia tempat-tempat hiburan di Kota Padang dan juga hotel. Kita mengharapkan kepada masyarakat juga berperan serta dalam memberantas maksiat ini. Jika menemukan ada indikasi penyakit masyarakat, silakan lapor, kita akan tindak,” pungkas Sumintak. (rg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional