Menu

Arus Bawah Jokowi Anggap Wacara Presiden Tiga Periode Tak Relevan

  Dibaca : 358 kali
Arus Bawah Jokowi Anggap Wacara Presiden Tiga Periode Tak Relevan
BANTUAN KUOTA— Mendikbudristek Nadiem Makarim memastikan bantuan subsidi kuota internet disalurkan mulai September 2021.

JAKARTA, METRO–Sejumlah kalangan mendorong Joko Widodo (Jokowi) kembali maju di pilpres 2024. Menanggapi itu, Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas menegaskan, pihaknya berpegang teguh pada UUD 195. Yakni Pasal 7 UUD 1945, presiden dan wakil presiden (wapres) memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

“Artinya presiden dan wapres dapat menjabat paling lama 10 tahun dalam dua periode. Saya berharap para pihak yang mengusulkan Jokowi kem­bali menjabat presiden agar memahami konstitusi,” kata Umbas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/6).

Umbas juga menegaskan Jokowi sebagai kepala negara dan pemerintahan, sangat menghormati konstitusi yang berlaku dan tidak ingin dianggap abai dengan kondisi pandemi Covid-19 sat ini.

“Pak Jokowi sangat menghormati konstitusi. Beliau memilih fokus bekerja di periode kedua, apa­lagi dalam kondisi menghadapi pandemi Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan belakangan ini. Jadi sudahlah, tidak usah buang energi untuk mendorong-dorong beliau tiga periode,” kata Umbas kepada wartawan, Minggu (20/6).

Karena itu menurut Umbas, wacana menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode, sangat tidak relevan digaungkan di tengah pandemi Covid-19. Karena sudah semestinya seluruh pihak bahu-membahu da­lam menekan laju penyebaran Covid-19.

Umbas juga menegaskan, apabila Jokowi memang berniat maju Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024, maka MPR segera bersidang untuk mengamendemen UUD 1945. Sebab, fakta di lapangan, kata Umbas, fraksi-fraksi di MPR telah menyampaikan tidak akan mengubah ketentuan Pasal 7 UUD 1945 terkait pembatasan masa jabatan pre­siden hanya dua periode. “Namun saya yakin beliau tidak haus kekuasaan lah,”  kata Umbas.

Umbas juga menyatakan, Jokowi sudah berkali-kali merespons isu tersebut dan tegas menolak. Hal ini semestinya dapat dipahami oleh para pihak yang seolah-olah ingin menjerumuskan Jokowi untuk meng­khianati amanat Reformasi.

“Andai kata Pak Jokowi memang berniat tiga periode, pasti kami para relawan lebih tahu duluan. Ketika kami dipanggil berdiskusi tidak pernah tergambar, termanifestasi niatan itu sama sekali dari Pak Jokowi. Sebaliknya kita sudah dengar berulang kali beliau menolak masa jabatan presiden tiga periode,” kata Umbas.

Seperti diketahui, beberapa kalangan memang mulai mendorong Jokowi maju sebagai calon presiden (capres), bahkan berpasangan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Walau bertentangan dengan konstitusi, kelompok yang menamakan diri Sekretariat Nasional (seknas) Jokowi-Prabowo (Jokpro) dibentuk oleh sejumlah masyarakat.

Presiden Jokowi sudah pernah merespons perihal wacana jabatan presiden ditambah menjadi tiga periode. Jokowi menyebut wacana itu memiliki tiga makna.

“Satu ingin menampar muka saya. Yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka. Yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja,” kata Jokowi pada Februari 2019. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional