Close

Arsenal Punya Mentalitas Juara

Eddie Nketiah meluapkan kegembiraan setelah berhasil membobol gawang Manchester United.

Sebelum menghadapi Manchester United di Emi­rates Stadium, London, kemarin (23/1) dini hari WIB, Arsenal hanya memimpin dua poin atas Manchester City.

Artinya, kalau gagal meraih poin penuh, Arsenal bisa terkejar City yang belum dihadapi di Premier League musim ini.

Mentalitas Martin Odegaard dkk seperti sedang diuji. Apalagi, United merupakan satu-satunya tim yang mengalahkan Arsenal di Premier League mu­sim ini.

Yakni, ketika The Gunners –sebutan Arsenal– takluk 1-3 di Old Trafford dalam matchweek keenam (5/9). The Red Devils –julukan United– juga sedang dalam laju nyaris sempurna setelah jeda Piala Du­nia 2022 (menang 7 kali dan seri 1 kali).

Arsenal memang selalu memuncaki klasemen Premier League sejak match­week ketiga atau dalam 17 matchweek. Tapi, tidak sedikit yang menyebut s­kuad besutan Mikel Arteta itu belum memiliki menta­litas juara di Premier League.

Dengan kata lain, City sebagai juara bertahan menunggu waktu untuk menyalip di tikungan.

Namun, kemenangan 3-2 atas United, dengan gol penentu tiga poin dicetak striker Eddie Nketiah di pengujung waktu normal (90’), menjadi bukti mentalitas juara telah dimiliki Odegaard dkk.

Cara Arsenal tidak pa­nik setelah tertinggal 0-1 atau saat keunggulan 2-1 mampu disamakan merupakan penanda The Gunners memenuhi syarat me­ngakhiri penantian gelar Premier League sejak kali terakhir musim 2003–2004. Musim invincible Arsenal (tidak terkalahkan sepanjang musim).

’’Saya pikir Arteta telah mengembalikan mentalitas yang sudah hilang beberapa musim terakhir,” ucap Cesc Fabregas, mantan gelandang-kapten Arsenal saat jadi pandit Sky Sports.

Fabregas menambahkan, Arsenal dan United memiliki rivalitas hebat di era kepelatihan Arsene Wenger (Arsenal) dan Sir Alex Ferguson (United).

“Battle of the Buffet” atau ’’Pizzagate” merupakan salah satu laga paling memorable antara dua tim.

“Memenangi laga se­perti ini (atas United, Red) bisa jadi dorongan masif bagi kepercayaan diri. Se­telah 19 tahun, saya pikir musim ini akan jadi momentum bagus,’’ kata Fabregas.

Martin Keown, bek Arsenal yang turut merasakan gelar Premier League 2003–2004, pun menganggap mentalitas Arsenal saat ini sudah seperti era­nya.

Pujian pun diberikan Keown kepada Arteta. ’’Mi­kel (Arteta) mampu menggaungkan ambisi gelar juara yang dulu pernah dibawa Arsene (Wenger).

Emirates bergairah se­perti di Highbury (kandang lama Arsenal, Red),’’ beber tandem serasi Tony Adams tersebut di BBC Sport.

Berbicara kepada Premier League TV, bek kiri Arsenal Oleksandr Zin­chenko menyebut, musim ini rekan-rekannya tidak akan malu lagi membahas peluang memenangi Premier League.

Zinchenko sudah empat kali memenangi gelar Premier League bersama City dan baru musim ini menyeberang ke Arsenal.

“Kawan, lupakan tiga besar atau peringkat ke­sekian. Kami harus me­mikirkan bagaimana menjadi yang nomor satu. Tidak akan ada lagi yang menertawakan ambisi Arsenal untuk memenangi Premier League,’’ tutur pemain asal Ukraina itu kepada ESPN. (jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top