Menu

Arogan dan Melawan Petugas, Oknum Pejabat Kampar Diperiksa Polres Lima Puluh Kota 

  Dibaca : 169 kali
Arogan dan Melawan Petugas, Oknum Pejabat Kampar Diperiksa Polres Lima Puluh Kota 
MELAWAN— Disaksikan Waka Polres Kompol Russirwan, oknum pejabat Kampar, Provinsi Riau dibawa untuk diperiksa di Mapolres Lima Puluh Kota lantaran melawan saat pelaksanaan operasi yustisi.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Seorang oknum pejabat di salah satu dinas pemerintah Kabupaten Kampar Provinsi Riau berinisial EA yang menjabat sebagai salah satu Kepala Seksi (KASI) dibagian Perencanaan ter­paksa harus menjalani pemeriksaan di Bagian Satreskrim Pol­res 50 Kota.

Hal ini dilakukan usai yang bersangkutan mela­wan petugas gabungan yang me­la­kukan operasi yustisi penegakkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di depan Mapolres di Jalan Raya Negara Sum­bar-Riau, Jumat (10/9).

Aksi melawan petugas itu dilakukan dengan cara membuang masker dan menunjukkan sikap tidak sopan dan tidak meng­har­gai petugas yang sedang melakukan tugas penting memutus mata rantai pe­nye­baran virus Covid-19 se­suai himbauan Presiden.

Awalnya, saat mobil dinas BM 1655 F yang dike­mu­dikan EA, melintas dide­pan Mapolres Lima Puluh Kota Katinggian, hendak menuju Kampar-Riau. Saat melintas itulah distop petu­gas yang sedang mela­kukan razia karena tidak menggunakan masker. 

Kemudian, aksi tidak sopan oknum pejabat EA mulai terlihat saat ia tidak mau menandatangai ber­kas usai didenda oleh petu­gas akibat melanggar Per­da AKB tidak pakai masker. Tidak sampai di­situ saja, ia juga merenggut dengan kasar masker yang dibe­rikan petugas, se­hing­ga tali masker tersebut p­u­tus. 

“ Iya, saat melakukan razia operasi yustisi di depan Mapolres bersama Tim Gabungan, mendapati EA tidak menggunakan masker sehingga di proses sesuai aturan Perda AKB dan diberikan sanksi denda administrasi oleh petugas,” ucap Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko San­toso didampingi Waka­pol­res, Kompol Russirwan me­lalui Kasat Lantas , IPTU Dian Jumes Putra didam­pingi  IPDA Elmondri, Kanit Turjawali, Jumat (10/9). 

“Saat membayar sank­si itulah oknum pejabat tersebut memperlihatkan sikap arogan, tidak sopan dengan cara melempar uang denda dan tidak mau menandatangani surat den­da itu,”sambungnya.

IPTU Dian Jumes Putra juga menambahkan, sete­lah membayar sanksi den­da Oknum EA dengan sikap angkuhnya menuju mobil untuk melanjutkan perjalan pulang. Saat itu petugas memberikan masker dan diminta untuk mema­kai­nya. Namun, setelah di­pakai masker tersebut ia lepas dengan paksa, se­hing­ga salah satu tali putus, dan masker tersebut juga dibuang.

“Melihat sikap arogan tersebut, menimbulkan reaksi dari petugas karena merasa dilecehkan. Se­hing­ga oknum EA diaman­kan ke pos piket Satlantas. Karena sikapnya yang ti­dak stabil, ada kesan ia dipengaruhi oleh minuman keras ataupun narkoba, sehingga ia dibawa untuk menjalani pemeriksaan di bagian Satres­krim,­”kata­nya.

Selain itu, petugas juga melakukan pengge­leda­han di mobil dinas itu, untuk mencari benda/ba­rang terlarang.

“Namun, setelah bebe­rapa lama dilakukan peng­geledahan dalam mobil yang dikemudikan oknum ASN itu, tidak ditemukan benda mencurigakan. Ke­mu­dian, diperiksa di Ma­polres Lima Puluh Kota ter­kait dugaan pelanggaran Perda AKB,”tutupnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional