Menu

Ar Risalah Sumbar Tolak Yayasan Peduli Pesantren

  Dibaca : 745 kali
Ar Risalah Sumbar Tolak Yayasan Peduli Pesantren
PENANGKAPAN— Jajaran Opsnal Sat Narkoba Polres Agam menangkap Doni alias Codoik di kediamannya Lubukbasung. Puluhan paket sabu siap edar diamankan. (feri rahman/posmetro )

Mulyadi Muslim

Mulyadi Muslim: Pesantren Harus Mandiri

PADANG, METRO–Berdirinya Yayasan Peduli Pesantren (YPP) 4 Desember 2016 lalu membawa suasa tidak enak di kalangan pengurus, santri dan penggiat pesantren.  Pendirian yayasan yang digagas komunitas tertentu itu ditenggarai sarat unsur politis dan dapat merendahkan wibawa serta marwah pesantren.

Hal itu disampaikan Ketua Media Center/Humas Perguruan Islam Ar Risalah Sumbar, H Mulyadi Muslim Lc, saat berdialog dengan POSMETRO, Sabtu (10/12). Menurut Ketua Bidang Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang itu, yayasan itu harus segera dihapuskan.

Mulyadi menegaskan, Perguruan Islam Ar Risalah Sumbar menolak setiap bentuk intervensi dan pengelabuan nilai-nilai agama dan kepesantrenan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam liberal. Apalagi YPP diduga digagas oleh komunitas nonmuslim yang sejatinya tidak perlu mengurusi pesantren.

“Pesantren sejak dulunya adalah lembaga yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat secara mandiri. Dan pesantren mengajarkan kemandirian itu. Bukan menjadi pengemis apalagi menjual akidah kepada nonmuslim demi mendapatkan bantuan sarana prasarana dan lainnya,” sebut ketua harian Masjid Agung Nurul Iman Padang ini.

Menurut Mulyadi, Ar Risalah bergabung dengan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) Sumbar, sejak tahun 2005 terus mendorong kemandirian pesantren. Menanamkan keistiqamahan kepada para santri, serta mencintai tanah air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami menegaskan, dalam PBM (proses belajar mengajar), Perguruan Ar Risalah tidak mau diintervensi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena pada akhirnya, akan merusak akidah dan mencoreng marwah pesantren itu sendiri,” sebut Mulyadi. (d)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional