Menu

April-November 2020, 11.169 Boks Limbah B3 Dimusnahkan

  Dibaca : 109 kali
April-November 2020, 11.169 Boks Limbah B3 Dimusnahkan
Mairizon, Kepala DLH Padang

BALAIBARU, METRO
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, sejak April hingga November ini setidaknya telah mengumpulkan sebanyak 11.169 boks limbah infeksius medis (B3). Limbah B3 tersebut berasal dari pasien yang melakukan karantina mandiri dan dari lokasi karantina yang disiapkan oleh pemerintah seperti di Diklat BKPSDM, rumah nelayan, rusunawa dan juga di tempat yang dikelola oleh Unand.

Kepala DLH Padang, Mairizon mengatakan, untuk pengelolaan limbah B3 tersebut, pihaknya bekerja sama dengan PT Semen Padang. “Dari data yang kita kumpulkan sejak April-November kita telah mengirim 11.169 boks limbah B3 ke Semen Padang untuk dibakar,” tukas Mairizon, kemarin.

Ia menambahkan, DLH melakukan penjemputan limbah B3 dari lokasi karatina kemudian dibawa ke PT Semen Padang untuk dibakar. Penjemputan limbah B3 ini rutin dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

“Kita menjemput limbah B3 di lokasi sumber dengan membawa boks. Proses penjemputan ini dilakukan dengan protokol Covid-19,” sebut Mairizon.

Mairizon mengatakan, bahwa pihaknya tidak lagi melakukan pembakaran limbah B3 di incinerator RSUD dr Rasidin Padang. Pasalnya, asap pekat yang dihasilkan dari pembakaran limbah B3 dikeluhkan oleh masyarakat setempat, sehingga pembakarannya dihentikan saat ini.

“Pada saat pembakaran limbah B3, asap yang dikeluarkan cukup besar sehingga membuat warga sekitar RSUD protes. Maka setelah 2 bulan alat ini tidak lagi dijalankan,” tandas Mairizon.

Mairizon mengungkapkan incinerator yang ada di RSUD dr Rasidin merupakan bantuan dari HBT yang operasionalnya diserahkan ke pihak RSUD. Bantuan incinerator tersebut tidak disertai dengan alat penangkar asap sehingga asap yang dikeluarkan dari alat penghancur limbah ini cukup besar.

“Nanti setelah dianggarkan oleh RSUD untuk membeli penangkar asapnya baru akan difungsikan lagi,” sebutnya.

Disiplin Kelola Limbah B3
Pada kesempatan itu, Mairizon meminta masyarakat agar disiplin dalam mengelola limbah B3. Tujuannya agar dampak yang ditimbulkan dari limbah yang dihasilkan oleh pandemi Covid-19 ini tidak melebar kemana-mana.

“Jadi sebaik apapun penanganan medis tapi pada saat pengelolaan limbahnya tidak baik maka bisa mengakibatkan penyebaran virus korona akan tidak terkendali,” sebut Mairizon.

Untuk itu, Mairizon berharap kepada masyarakat agar disiplin dalam hal mengelola limbah medis miliknya. “Apabila selama ini masker yang dipakai oleh masyarakat dianggap bukan limbah medis, tapi dengan kondisi saat ini pandemi Covid-19, maka masker itu kita kategorikan sebagai limbah B3,” tandas Mairizon.

Oleh karena itu, maka penanganannya dilakukan sesuai prosedur pengelolaan limbah B3. “Jadi masker yang kita pakai itu janganlah dibuang di TPS tapi dikumpulkan dan nantinya akan kami lakukan pembakaran,” bebernya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional