Menu

April, Daftar Haji Lebih Mudah

  Dibaca : 557 kali
April, Daftar Haji Lebih Mudah

walaupun tampak sudah sangat tua, namun keingin nenek ini untuk berangkat haji sangatlah besar, diusianya yang sudah 98 tahun, nenek itu berangkat sendiri tanpa didampingi oleh anaknya

JAKARTA, METRO–Antrean haji reguler bakal semakin mengular. Pasalnya Kementerian Agama (Kemenag) mengepras birokrasi pendaftaran haji. Daftar haji kian mudah. Dari yang semula harus melalui empat tahapan, mulai April depan tinggal dua tahapan saja.

Kasubdit Pendaftaran Haji Kemenag M Noer Alya Fitra menuturkan pendaftaran haji reguler terdiri dari empat tahapan. Yaitu calon jamaah datang ke bank untuk membuka rekening pendaftaran haji. Kemudian melapor ke kantor Kemenag kabupaten/kota.

Setelah itu calon jamaah datang lagi ke bank untuk menyetor uang muka biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Terakhir calon jamaah haji datang lagi ke kantor Kemenag kabupaten/kota untuk menyampaikan bukti setoran. ”Skema lama yang bolak-balik ini merepotkan calon jamaah,” tuturnya.

Sebab sebaran calon jamaah sangat beragam. Ada yang tinggalnya di pusat kabupaten/kota, tetapi ada juga yang di pinggiran kabupaten/kotan. Pejabat yang akrab disapa Nafit itu menjelaskan, dalam skema yang baru pendaftaran haji cukup dengan dua tahap saja.

Pertama adalah calon jamaah datang ke bank untuk membuka rekening sekaligus menyetorkan uang muka BPIH Rp 25 juta per orang. Kemudian membawa slip setoran ke kantor Kemenag kabupaten/kota untuk menyelesaikan pendaftaran. Setelah itu calon jamaah tinggal menunggu sampai masanya pelunasan BPIH.

Nafit tidak bisa menduga-duga, apakah kemudahan ini bakal berdampak pada semakin panjangnya antrian haji. Yang jelas dia mengatakan tujuan menyederhanakan alur pendaftaran haji ini untuk kemudahan pelayanan haji reguler.

Sementara itu Menag Lukman Hakim Saifuddin sekarang berada di Saudi untuk tanda tangan perjanjian kuota haji dengan pemerintah setempat. Agenda lainnya adalah membahas sejumlah persiapan teknis jelang musim haji 2016. Diantaranya adalah penempatan jamaah haji selama berada di Mina.

”Tahun ini target kita mengupayakan tidak ada lagi jamaah Indonesia di Mina Jadid,” katanya. Lukman mengakui bahwa Mina Jadid lokasinya sangat jauh. Sehingga terdapat risiko keselamatan bagi jamaah haji yang kebagian tenda di Mina Jadid. Contohnya adalah dari 125 korban peristiwa kecelakaan Mina tahun lalu, sebagian besar adalah jamaah yang meninggali kawasan Mina Jadid. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

  1. Virtual Private Server

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional