Close

Aplikasi e-Payment Dilaunching, Telat Bayar, Pemilik Tower Dikenakan Denda

LAUNCHING e-PAYMENT— Wako Hendri Septa mencoba menggunakan aplikasi e-Payment untuk pembayaran retribusi menara, saat launching Sistem e-Payment, Senin (20/9) di Rumah Dinas Wali Kota.

A YANI, METRO–Semua pemilik tower diharapkan membayar re­tri­busi menara tepat waktu. Jika tidak, sistem e-Payment akan langsung menerapkan sanksi denda 2 persen dari nilai retribusi.

“Kalau telat bayar, wajib bayar denda 2 persen. Jadi sistem yang menentukan,” kata Kepala Diskominfo Padang, Rudy Ri­naldy usai launching e-Payment di rumah dinas Wali Kota Padang.

Dikatakannya, saat ini terdapat lebih dari 450 menara dengan lebih dari 20 provider yang berada di Kota Padang dengan potensi PAD sekitar Rp2,3 miliar setiap tahunnya. Saat ini pembayaran retribusinya dengan sistem e-Payment. Program ini bekerjasama dengan BNI Cabang Padang.

Aplikasi e-Payment ter­sebut dilaunching secara resmi oleh Wali Kota Pa­dang Hendri Septa di Gedung Putih Rumah Dinas, Senin (20/9). Turut hadir di kesempatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat Wahyu Purnama A dan Kepala Cabang BNI Pa­dang, Joko Teguh Sambodo.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, atas nama Pemerintah Ko­ta Padang sangat menyambut baik inovasi yang diluncurkan oleh Dinas Kominfo Kota Padang.

“Dengan diberlakukannya aplikasi ini maka pembayaran retribusi pengendalian menara Telekomunikasi akan lebih efektif, tran­spran dan akuntabel. Pemerintah Kota Padang juga dapat memantau secara langsung provider mana yang belum membayar retribusi,” kata Wako Hendri Septa.

Wali kota berharap, dengan adanya aplikasi ini dapat membawa implikasi efisiensi yang luar biasa. Mulai dari paper less, time less, crime less. Sehingga budget yang dikumpulkan dari hasil efisiensi dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan warga Kota Padang.

“Sekali lagi kami ucapkan selamat buat Diskominfo Padang, meski pandemi Covid-19 namun tidak menjadi halangan melakukan inovasi. Saya berharap aplikasi ini dapat direplikasikan oleh OPD lainya khususnya OPD penghasil PAD,” pungkas Wako Hendri Septa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Pa­dang Rudy Rinaldy mengatakan, dengan adanya aplikasi ini memungkinkan semua provider dimana­pun dapat membayar re­tri­busi menara Telekomunikasi yang dimiliki.

“Jika selama ini para provider itu datang ke Bank untuk bayar retribusi se­karang cukup lewat aplikasi e-Payment. Aplikasi ini cukup cepat, hanya delay sekitar satu atau dua menit mereka sudah bisa setor uang retribusi dan langsung masuk ke kas daerah,” ulasnya.

Rudy menambahkan, lewat aplikasi e-Payment ini juga dapat melihat provider mana yang telat membayar retribusi. Setiap provider yang telat membayar akan dikenakan denda 2 persen dari jumlah retribusi yang dibayarkan.

“Kita berharap dengan adanya aplikasi ini dapat membantu Pemko Padang dalam meningkatkan pendapatan penghasilan dan mendorong pembangunan Padang Smart City,” sebutnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) antara Pemerintah Kota Padang dengan PT. Tower Bersama (PT. TBG) tentang Pelaksanaan Program Penunjang Pembangunan Smart City di Kota Padang.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama tersebut dilakukan oleh Wali Kota Padang Hendri Septa dengan Direktur PT. Tower Bersama Burdianto Purwahjo, secara virtual. “Atas nama Pemerintah kota Padang kami mengucapkan apresiasi atas kesediaan PT. Tower Bersama karena telah ikut membantu Kota Padang dalam mewujudkan komitmen mencapai kota cerdas, kota yang berusaha memberikan layanan terbaik dari sisi digital kepada seluruh warganya,” ucap Wako Hendri Septa.

Pada kesempatan itu BNI Cabang juga menyerahkan bantuan 150 paket sembako untuk masyarakat pra-sejahtera yang terdampak Pandemi Covid-19 yang diterima oleh Wali Kota Padang Hendri Septa. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top