Close

Api Mengamuk di Jalan Mandala, Kecamatan Nanggalo, 5 Rumah Ludes,  Seorang Kakek Meninggal

KEBAKARAN— Petugas Damkar berupaya memadamkan api yang membakar lima unit rumah di Jalan Mandala, Kelurahan Kampung Lapai, Nanggalo.

PADANG, METRO–Kebakaran terjadi di permukiman padat pen­duduk di Jalan Mandala RT 03 RW 02 Kelurahan Kam­pung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Selasa (21/09) sekitar pukul 09.50 WIB. Sontak saja, musibah keba­karan itu menimbulkan kepanikan dan membuat warga berhamburan ke luar rumahnya.

Saking paniknya, salah seorang kakek berusia 72 tahun jatuh saat berlari ke luar rumahnya hingga me­ninggal dunia karena shyok. Setelah mengevakuasi kakek tersebut, warga se­lan­jutnya berupaya mema­damkan api dengan alat seadanya untuk mengan­tisipasi kebakaran semakin meluas.

Namun, api semakin membesar dan menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya. Tak lama berse­lang, 12 unit mobil pema­dam kebakaran pun tiba di lokasi. Petugas bergerak cepat melakukan pema­daman dengan menyem­prot­kan air ke titik keba­karan.

Bahkan, petugas dibuat kewalahan mengingat lo­kasi kebakaran berada di gang yang sempit. Hampir satu jam berjibaku, petugas pun akhirnya berhasil me­madamkan api. Hanya sa­ja, lima unit rumah warga ludes terbakar bersama dengan isinya.

Kepala Dinas Pema­dam Kebakaran (Damkar) Padang Dedi Henidal me­ngatakan, lima unit rumah yang terbakar terdiri dari tiga rumah per­ma­nen, satu rumah semi permanen, dan satu rumah kayu.  Li­ma rumah itu di­ting­gali oleh 15 KK.

“Kobaran api di lokasi diketahui melahap cepat lima rumah tersebut, lanta­ran ada rumah yang ter­buat dari semi permanen dan rumah kayu. Petugas Damkar yang mendapat informasi langsung menu­runkan 12 unit mobil dan 67 orang personil untuk me­ma­damkan api,” kata Dedi.

Namun, sambung dedi, anggota mendapatkan ken­dala saat akan menuju ke titik api. Pasalnya, jala­nan yang begitu sempit, ditam­bah dengan banyak­nya war­ga yang menonton kebak­aran sebagai objek wisata.

Dedi mengatakan, se­telah kurang lebih 40 menit, kobaran api di lokasi dapat dikendalikan oleh petugas. Untuk penyebab kebaka­ran pun masih dila­kukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Beruntung tidak ada korban jiwa. Kami mendu­ga ada korsleting listrik. Namun kami serahkan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pria lanjut usia (lansia) berusia 72 yang merupa­kan warga sekitar lokasi terjadinya kebakaran, me­ninggal dunia diduga akibat terkejut melihat kebakaran di samping rumahnya.

Hal tersebut dibenar­kan oleh Kapolsek Nang­galo AKP Suyanto, Lansia tersebut meninggal bukan lantaran terbakar atau terkait langsung peristiwa kebakaran. Namun, keba­karan yang terjadi di dekat rumahnya.

“Benar, lansia me­ning­gal dunia karena rumah­nya bersebelahan dengan lokasi kebakaran. Saat beliau melihat kebakaran shock atau bagaimana jadi dia terjatuh,” ujarnya.

Berdasarkan laporan RT, sambung Suyanto, sa­lah seorang lansia me­ninggal dunia di dekat loka­si kebakaran karena kaget. Kemudian, langsung diba­wa ke rumah sakit terdekat oleh warga sekitar.

“Akibat kebakaran yang menimpa lima unit rumah diperkirakan kerugian men­capai ratusan juta. Semen­tara itu, penyebab terja­dinya kebakaran masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya lagi. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top