Menu

APBD-P Tahun 2020 Disetujui Rp 684 Miliar, Pendapatan Daerah Turun 14,85 Persen atau Rp 804 miliar

  Dibaca : 87 kali
APBD-P Tahun 2020 Disetujui Rp 684 Miliar, Pendapatan Daerah Turun 14,85 Persen atau Rp 804 miliar
TEKEN— Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meneken APBD Perubahan 2020 Bukittinggi yang disetujui Rp684 miliar lebih dalam rapat paripurna.

BUKITTINGGI, METRO
DPRD bersama Pemko Bukittinggi, setujui APBD Perubahan 2020 sebesar Rp684 miliar lebih. Persetujuan itu ditandatangai melalui rapat paripurna di Gedung DPRD Bukittinggi, Senin (14/9). Anggota DPRD Bukittinggi, Asril, selaku juru bicara DPRD membacakan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar), di mana setelah pembahasan Banggar dan TAPD, disepakati perubahan APBD ini terjadi penurunan pendapatan daerah sebesar 14,85 persen dari Rp 804 miliar lebih, menjadi Rp 684 miliar lebih.

Pendapatan daerah itu, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turun sebesar 49 persen menjadi Rp77 miliar lebih, dana perimbangan turun sebesar Rp7,41 persen menjadi Rp511 miliar lebih dan pendapatan daerah lain lain yang sah, turun sebesar 4,30 persen menjadi Rp95 miliar lebih.

“Penurunan PAD yang paling signifikan terjadi pada pendapatan hasil retribusi daerah sebesar Rp55 miliar lebih. Penurunan ini terjadi karena dampak Covid-19. Sementara untuk Belanja Daerah pada APBD perubahan turun menjadi Rp877 miliar lebih,” kata Asril.

Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan menyampaikan, hasil pembahasan ini, telah disetujui seluruh fraksi di DPRD Bukittinggi. Sehingga, APBD Perubahan 2020 ini dapat diparipurnakan dan ditandatangani oleh Pemko dan DPRD Bukittinggi.

“Kami sangat menyadari, APBD Perubahan sangat dibutuhkan dalam melanjutkan pembangunan daerah. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih atas kerja keras Banggar dan TAPD serta seluruh pihak yang telah mendukung dan memfasilitasi pembahasan APBD Perubahan 2020 ini. Apalagi rancangan APBD telah seimbang, dimana sebelumnya terjadi defisit sebesar Rp13,2 milyar lebih, namin setelah dibahas, setiap belanja yang dialokasikan dalam APBD telah terdapat rencana sumber penerimaannya,” ungkap Herman.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengakui, kondisi belanja daerah lebih besar dari pendapatan daerah. Akibatnya, terjadi defisit pada perubahan APBD ini sebesar Rp 13 miliar lebih, namun dapat ditutup dengan pembiayaan daerah sebesar Rp 192 miliar lebih. Sehingga perubahan APBD tahun 2020 ini, dalam kondisi seimbang. “Artinya, seluruh belanja dan pengeluaran pembiayaan yang dialokasikan dalam perubahan APBD telah memiliki sumber pendanaannya. Penerimaan pembiayaan daerah yang merupakan sumber penutup defisit anggaran, berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) 2019 sebesar Rp107 miliar lebih, atau naik dari dari target semula sebesar Rp106 miliar lebih,” jelas Ramlan.

Kenaikan SILPA ini, lanjut Wako, merupakan salah satu alasan dilakukan perubahan APBD, dalam memanfaatkan Silpa tahun sebelumnya, untuk dituangkan dalam program dan kegiatan SKPD. Penyusunan Ranperda Perubahan APBD 2020 ini, memang diakui banyak dipengaruhi oleh dinamika pencegahan dan percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bukittinggi. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional