Menu

APBD Kota Padang 2022 harus Antisipatif, Responsif dan Fleksibel

  Dibaca : 44 kali
APBD Kota Padang 2022 harus Antisipatif, Responsif dan Fleksibel
Wali Kota Padang Hendri Septa.

PADANG, METRO–Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, pan­demi Covid-19 masih belum berakhir. Di tahun 2022 nanti Kota Padang akan dihadapkan pada ke­tidakpastian yang tinggi. Kota Padang harus bersiap menghadapi tantangan global, antara lain, ancaman perubahan iklim, peningkatan dinamika politik, serta pemulihan ekonomi yang tidak merata.

Oleh karenanya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 harus antisipatif, responsif dan fleksibel guna merespon ketidakpastian tersebut.

Demikian disampaikan Wako Hendri Septa saat membuka Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Padang Tentang APBD Tahun 2022 di Hotel Grand Zuri, Jumat pagi (3/9/2021). Hadir mendampingi Wako, Plh Sekdako Padang Edi Hasymi dan Asisten Administrasi U­mum Didi Aryadi

Wali Kota menambahkan, selain antisipatif, responsif dan fleksibel, APBD Kota Padang tahun 2022 juga harus mencerminkan optimisme dan kehati-ha­tian, karena APDB berperan sentral untuk melindungi keselamatan masyara­kat dan sekaligus menjadi motor mengungkit pemulihan ekonomi.

Dijelaskan Wako, sejak awal pandemi Pemerintah Kota Padang telah menggunakan APBD sebagai perangkat kontra-siklus atau countercyclical, me­nga­tur keseimbangan dan mengendalikan penyebaran Covid-19, melindungi masyarakat rentan dan mendorong kelangsungan dunia usaha.

“Sebab itu, rancangan APBD tahun 2022 ini, Pemerintah Kota Padang a­kan terus berupaya untuk tetap melakukan peningkatan kualitas pelayanan pu­blik dan keberpihakan pemerintah daerah kepada kepentingan publik, me­nga­lokasikan anggaran untuk menunjang pola hidup baru dalam sektor pendi­dikan, kesehatan, pelayanan publik, perdagangan dan pariwisata,” ungkap­nya.

Selanjutnya orang nomor satu di Kota Padang itu berharap, adanya ke­giatan sosialisasi ini semua unsur masyarakat di Kota Padang dapat ikut terlibat dan memantau setiap pem­bangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang.

“Sehingga semua kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah kota akan lebih terarah dan menye­rap kebutuhan masya­ra­kat, terutama dalam rangka penanggulangan Covid-19 serta dampak sosial dan ekonomi dari pandemi Co­vid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keua­ngan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Padang Budi Payan mengatakan, sesuai amanat Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 dan Permendagri No.27 Tahun 2021 tentang Pedoman Pe­nyusunan APBD tahun 20­22, dinyatakan bahwa Ranperda tentang APBD, sebelum ditetapkan bersama DPRD terlebih dahulu ha­rus disosialisasikan kepada masyarakat yang bertujuan memberikan informasi mengenai hak dan kewajiban pemerintah da­e­rah serta masyarakat dalam pelaksanaan APBD.

“Sosialisasi ini bersifat untuk memberikan informasi terkait proses penyusunan perencanaan dan penganggaran APBD Ta­hun anggaran direncanakan, sehingga pengelolaan keuangan daerah yang tertib, efektif, efisien, ekonomis, bertanggungjawab, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat da­pat terwujud,” ungkapnya.

Sosialisasi Ranperda APBD Tahun 2022 ini diikuti oleh  seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemko Pa­dang, Staf Ahli dan Lembaga Swadaya Masyarakat Kota Padang. (*/tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional