Menu

Antrean Kendaraan untuk Mengisi Premium Panjang, Wawako Minta Perhatian Pertamina

  Dibaca : 356 kali
Antrean Kendaraan untuk Mengisi Premium Panjang, Wawako Minta Perhatian Pertamina
SILATURAHIM—Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunazm, saat silaturahmi Sales Brand Manager (SBM) Rayon 4 Pertamina Sumatra Barat Desra Rahmayadi dan rombongan.

POLIKO, METRO
Wakil Wali Kota Erwin Yunaz menerima kunjungan Silaturahmi Sales Brand Manager (SBM) Rayon 4 Pertamina Sumatra Barat Desra Rahmayadi yang didampingi Agen LPG 3Kg Payakumbuh dan perwakilan owner SPBU Kota Payakumbuh.

Payakumbuh adalah kota kuliner yang memiliki banyak pengusaha makanan olahan seperti UKM mikro dan rumah makan, kunjungan Desra ini untuk membicarakan terkait bagaimana distribusi gas LPG dan BBM di Kota Randang itu.

Desra menceritakan untuk BBM bersubsidi pada tahun ini di Kota Padang sudah diberlakukan Dry Premium, artinya di SPBU tidak menyediakan premium lagi. Meskipun begitu, di Kota Padang ada banyak angkutan kota yang masih butuh premium. Maka difokuskan untuk penyediaan premiumnya di SPBU yang berada luar Kota Padang seperti di by pass.

“Dari 24 SPBU, cuma 3 sampai 4 yang menyediakan premium bagi kendaraan umum yang teregistrasi dan itupun adanya di siang hari. Rencananya Pertamina juga mengajak Pemerintah Daerah untuk memberlakukan Dry Premium di Bukittinggi dan Payakumbuh, ini tentu kita komunikasikan kepada kepala daerah terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Desra mengatakan untuk gas LPG 3Kg bersubsidi pengusaha menengah keatas tidak boleh menggunakannya, mereka harus menggunakan gas LPG 5,5 Kg non subsidi agar ketersediaan gas LPG bersubsidi tepat sasaran.

“Kita juga perlu melakukan monitoring dalam pendistribusian gas LPG 3Kg bersubsidi agar masyarakat miskin tidak tercekik dan kesusahan akibat kelangkaan gas bersubsidi, ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” kata Desra.

Wawako Erwin Yunaz berharap Pertamina bisa memberikan edukasi kepada distributor gas LPG atau owner dari SPBU agar mereka tidak melakukan monopoli dalam distribusi, sehingga kelangkaan akibat permainan dari pelansir Gas LPG 3Kg dan BBM bersubsidi dapat ditekan.

“Saya melihat ini sebagai sebuah proses yang nanti menjadi pembinaan dan pengelolaan penggunaan energi kepada pelaku usaha kita, semoga masyarakat paham kondisi yang terjadi di lapangan seperti apa,” kata Erwin Yunaz.

Erwin menyebut Payakumbuh siap menjadi Kota Satelit, kota yang selalu siap untuk dikunjungi. Paling tidak untuk makan dan mengisi bahan bakar sehingga bisa melayani, untuk mewujudkannya perlu dikoordinasikan bagaimana keterlibatan antar sektor sesuai porsi.

“Kondisinya sekarang banyak antrian kendaraan yang ingin mengisi premium begitu panjang setiap hari. Hal ini harus menjadi perhatian dari Pertamina,” kata Erwin Yunaz.

Desra menyebut tugas dari pemerintah daerah adalah dengan mengawasi penyaluran gas LPG dan BBM bersubsidi agar tetap sasaran sesuai haknya, sementara dari Pertamina melakukan supply atau penyaluran.

“Permasalahannya yang terjadi kadang distribusi yang tidak tepat sasaran seperti oknum pelansir yang mengambil yang bukan hak mereka, kita butuh pengawasan bersama baik dari Pemda setempat, dan aparat yang berwenang,” kata Desra. Pertamina mengajak seluruh stakeholder untuk mengakhiri praktek curang para oknum pemain gas LPG dan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional