Menu

Antre Sejak Pagi, Pendaftaran malah Molor, Di SMA 2, Anak Guru Dijatah 7 Orang

  Dibaca : 192 kali
Antre Sejak Pagi, Pendaftaran malah Molor, Di SMA 2, Anak Guru Dijatah 7 Orang
MENUNGGU PENDAFTARAN— Beberapa calon siswa beserta orang tua calon siswa yang menunggu pembukaan pendaftaran PPDB offline hari pertama, Selasa (25/6). Mereka sudah antre sejak pagi. (milna miana)

RIMBO KALUANG, METRO – Sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Sumbar membuka pendaftaran offline bagi peserta luar zonasi mulai 25-28 Juni. Salah satunya tampak di SMA Negeri 2 Padang, hari pertama pendaftaran dipenuhi para calon siswa baru dan orang tua calon siswa baru yang ikut menemani para anak-anaknya.

Namun, sayang dihari pertama pendaftaran yang dibuka pihak sekolah, para pendaftar yang sudah memenuhi area sekolah mengeluh. Hal itu karena pendaftaran yang dilakukan oleh sekolah molor. Dijadwalkan, pendaftaran buka pada jam 08.00 WIB, namun hingga pukul 10.20 pendaftaran masih belum dimulai.

Molornya jadwal pendaftaran tersebut membuat para orang tua calon siswa baru mengeluhkan pengelolaan pendaftaran yang tidak teratur tersebut. “Sejak tadi pagi, karena dijadwalkan buka hari ini. Tapi sampai sekarang belum buka juga. Tadi saya tanya ke gurunya sedang rapat,” kata Era (45), warga Purus Kebun, Kecamatan Padang Barat.

Era berharap, pihak sekolah dapat lebih tertib, sehingga para orang tua yang mendaftarkan anaknya lebih nyaman. Dirinya juga berharap, anaknya bisa diterima di sekolah yang berdekatan dengan tempat tinggalnya. Sehingga bisa menghemat biaya dan waktu transportasi ke sekolah.

“Kalau memang ada rapat seharusnya dikasih pengumuman, jadi kami orang tua murid tidak harus menunggu dari pagi. Ya mudah-mudahan anak saya bisa jebol di sini, karena lokasi sekolah dekat dari rumah,” harap Era.

Hal serupa juga dikatakan Reny (43), warga Ujung Gurun. Dia merasakan pelaksanaan sistem luar zonasi pada PPDB kali ini membuat kerepotan tersendiri karena harus datang langsung ke sekolah tujuan sedari pagi. Namun, setiba di sekolah dia merasa kecewa lantaran mundurnya jadwal pendaftaran.

“Saya kaget juga datang dari pagi ternyata ada yang bilang kalau pihak sekolah masih rapat pembahasan PPDB offline. Seharusnya kan mereka rapat dari kemarin-kemarin sehingga para orang tua murid ini tidak berlama-lama menunggu,” keluh Reny.

Meski sempat molor, namun para orang tua murid itu lega karena mendapat kepastian berdasarkan pengumuman yang ditempel pihak sekolah terkait dengan pendaftaran PPDB offline bagi peserta luar zonasi. Pengumumam tersebut berisi jadwal pendaftaran yang dimulai 25-28 Juni.

288 Kuota Siswa

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Padang, Syamsul Bahri mengatakan, proses PPDB SMA 2 Padang ini mengacu pada Peraturan Gubernur Sumbar Nomor 18 Tahun 2019. Petunjuk teknis pelaksanaan PPDB offline berdasarkan Dinas Pendidikan Sumbar, kata dia, terbagi untuk jalur prestasi, anak guru terkait (GTK), serta perpindahan orang tua.

“Ini dimulai tanggal 25 Juni sampai 28 Juni. Tanggal 29 Juni pengumuman hasil seleksi, kemudian tanggal 1 Juli pendaftaran ulang,” kata Syamsul.

Kemudian PPDB tahap II, Syamsul menjelaskan, SMA 2 Padang mendapat zona 13 yakni, zonasi Kota Padang. Pendaftarannya dimulai 4-6 Juli, pengumuman pada 8 Juli dan daftar ulang 8-19 Juli. Namun, dia menekan, bahwa calon siswa baru tidak bisa memilih SMA ’dikawinkan’ dengan SMK.

“Calon peserta didik baru ini diperbolehkan memilih sekolah sampai tiga pilihan. Maka mereka akan terseleksi secara berjenjang berdasarkan pilihannya. Begitu juga dengan memilih SMK, namun mereka tidak bisa memilih SMK dicampur dengan SMA. Jadi kalau pilih SMA ya SMA saja,” terang Syamsul.

Persyaratan PPDB offline ini, samsung Syamsul, seperti jalur prestasi akan diseleksi prestasi kejuraan olahraga, seni budaya, dan sains yang diselenggarakan secara berjenjang. Selain itu, prestasi tahfidz qur’an harus hafal sebanyak 3 juz lalu akan diseleksi dengan melampirkan foto copy dan asli sertifikat tahfidz.

“Kalau tahfidz nanti mereka diuji oleh tim tanggal 29 Juni. Kemudian kedua, juga melampirkan nem dan nilai SKHUN. Untuk prestasi ini mereka harus memenuhi nilai IPA dan matematika minimal 7. Nemnya juga minimal 7,” imbuh Syamsul.

Syamsul menambahkan, di SMA Negeri 2 Padang terdapat kuota 288 siswa yang diterima dibagi dalam 9 rombel. Pada kuota ini, kata dia, telah termasuk jalur GTK yang diberi jatah sebanyak 7 orang. GTK ini merupakan anak guru atau tenaga pendidikan yang bertugas di SMA 2.

“Boleh anaknya masuk di sini, nanti mereka melampirkan akte kelahiran, KK, dan ijazahnya. Jika yang mendaftar GTK berlebih dari kuota maka diseleksi berdasarkan nilai, tidak otomatis semua diterima hanya sesuai kuotanya saja,” tekan Syamsul.

Begitu pula dengan persyaratan jalur prestasi perpindahan orangtua, Syamsul menyebut, harus melampirkan akte kelahiran, KK, ijazah calon peserta didik, serta surat asli pindah orangtua dari Kota Padang. Dia menegaskan, pendaftaran PPDB tidak dipungut biaya apapun alias digratiskan.

“Perlu saya tegaskan di sini, selama proses PPDB tidak dipungut biaya apapun. Jadi orang tua murid gratis mendaftarnya, dan kami buka pendaftaran selama jam kerja,” tukasnya. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional