Close

Antre Isi Solar di SPBU Tanjung Aur, Sopir Meninggal dalam Truk

OLAH TKP— Polisi melakukan olah TKP penemuan sopir yang meninggal dalam truk saat antre isi BBM di SPBU Jalan By Pass KM 19, Padang.

PADANG, METRO–Seorang sopir ditemu­kan meninggal dunia dalam ruang kemudi truk yang sedang parkir  menunggu antrean mengisi BBM Solar di SPBU Tanjung Aur, Jalan By Pass KM 19, RT 001 RW 003, Kelurahan Balai Ga­dang, Kecamatan Koto Ta­ngah, Rabu (9/3) sekitar pukul 08.30 WIB.

Peristiwa penemuan mayat dalam ruang kemudi truk itu membuat pe­ngun­jung SPBU gempar. Tak lama berselang, Polisi dari Polsek Koto Tangah yang mendapat informasi itu, datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad sopir itu ke Rumah Sakit Bha­yangkara Padang.

Setelah dicek pada tu­buh korban tidak ditemu­kan tanda-tanda penga­niayaan pada tubuh kor­ban. Selain itu, Polisi mene­mukan tanda pengenal kor­ban yang diketahui ber­nama Indra Warman (45), warga Kampung Juar Jo­rong Ranah Salido, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lem­bah Melintang, Kabu­paten Pasaman Barat.

Kapolsek Kota Tangah AKP Afrino membenarkan peristiwa tersebut. Awal­nya, sopir-sopir lain yang ikut mengantre mengisi BBM Solar, mengira korban hanya tertidur. Namun, setelah dibangunkan, kor­ban ternyata tidak bangun dan juga tidak bergerak.

“Kejadiannya sekitar pu­kul 08.30 WIB. Korban dite­mukan meninggal oleh sopir lain yang juga ikut me­ngan­tre isi BBM Solar. Saat itu truk yang berada di depan truk korban sudah jalan mengisi BBM, tetapi truk yang dike­mudikan korban belum juga ber­geser, sehingga sopir lain datang untuk menyuruh korban maju. Tapi, setelah dicek, korban ternyata sudah meninggal,” ungkap AKP Afrino.

Dikatakan AKP Afrino, korban Indra Warman (45) ini berasal dari Kabupaten Pasaman Barat.  Setelah mendapat laporan, pi­hak­nya kemudian mendatangi TKP dan melakukan pe­nyelidikan atas penemuan mayat tersebut. Namun, pada fisik korban dipastikan tidak ada tanda-tanda pe­nganiayaan.

“Jenazah korban lang­sung kami bawa ke RS Bha­yangkara untuk me­nunggu kedatangan pihak keluarga menjemput jena­zah korban. Diduga korban ini ada menderita penyakit, karena tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Untuk me­mastikannya, ter­lebih dulu kita menunggu kedatangan pihak keluarga,” tukasnya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top