Menu

Antisipasi Tindak Pidana di Sekolah, Kejari Lahirkan JMS dan JSG

  Dibaca : 85 kali
Antisipasi Tindak Pidana di Sekolah, Kejari Lahirkan JMS dan JSG
PENCERAHAN— Kejaksaan dari Kejari Agam memberikan pencerahan soal hukum kepada siswa sekolah dan guru. Hal ini membuktikan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan Jaksa Sahabat Guru (JSG) telah terlaksana di Agam.

AGAM, METRO
Pemkab Agam dan Kejari Agam melahirkan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan Jaksa Sahabat Guru (JSG) untuk mengantisipasi tindak pidana di dunia pendidikan. Sehingga, bisa mengantisipasi tindakan pidana yang berasal dari lingkungan akademis sekolah.

“Program ini merupakan inovasi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Agamelaksanakan penegakkan hukum preventif atau pencegahan,” kata Kepala Kejari Kabupaten Agam, melalui Kasi Intel Kejari Agam, Devitra Romiza, Senin (5/4).

Pada program ini, jelas Devitra, baik siswa maupun guru yang berada di sekolah, khususnya dibawah naungan Disdikbud Agam, bisa melakukan konsultasi dan pendampingan hukum, serta meminta legal opinion.

“Bahkan jika guru maupun pihak sekolah, ingin meminta langsung hotlinenya, kita siap memberikannya. Kapanpun itu, selama itu masih dalam jam kerja, kami siap melayaninya, terkait persoalan yang tengah dihadapi guru dan pihak sekolah, lainnya” terang Devitra.

Dijelaskan Devitra, tujuan dari program ini agar pihak sekolah dalam melaksanakan tugasnya, bisa berjalan dengan baik, serta dapat mengenali hukum dan menjauhi hukuman. Selain itu mengantisipasi baik murid dan guru tidak terlibat dalam aspek hukum pidana terutama kekerasan.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam, Isra mengucapkan terimakasih kepada pihak Kejari Agam, yang telah berupaya memberikan penjelasan dan pemahaman hukum di lingkungan Disdikbud Agam, khususnya kepada guru dan kepala sekolah. “Karena selama ini, masih banyak pihak sekolah yang kurang memahami hukum, salah menafsirkan aturan, dan lain sebagainya,” ujar Isra.

Oleh sebab itu, dengan adanya pemahaman dan penjelasan dari pihak Kejari, maka pihak sekolah bisa lebih aman dalam menjalankan kegiatannya. Pembekalan ini, bukan hanya untuk para guru dan pihak sekolah saja. Namun Kejari juga melakukan pendekatan langsung kepada siswa dan siswi agar terhindar dari tindak pidana hukum, melalui Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Dikatakan, sampai saat ini, program JMS ini masih berjalan tiap bulannya, dengan sasarannya adalah siswa-siswi SMP. Menurutnya, pada masa SMP inilah anak-anak rentan terhadap kenakalan-kenakalan yang akhirnya berujung pidana.

“Dengan adanya bekal dan penjelasan dari Kejari ini, semoga siswa dan siswi kita bisa terhindar dari perbuatan dan tindakan berujung hukum,” harap Isra. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional