Close

Antisipasi Persoalan Sampah, Sumbar Siapkan Dana Pendamping  untuk Pengembangan 2 TPA

KUNJUNGI TPA— Gubernur Sumbar Mahyeldi saat selesai peninjauan bersama Nani Hendiarti Deputi Bidang Koordinasi Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi di Aia Dingin, Kota Padang, Jumat (24/9).

AIADINGIN, METRO–Pemerintah Sumatera Barat berharap pengem­ba­ngan dua TPA di daerah itu untuk mengantisipasi persoalan sampah bisa dilakukan menggunakan APBN yang didukung dana pendamping dari APBD.

“Anggaran yang dibu­tuh­kan untuk pengem­ba­ngan TPA di Sum­­bar cukup be­sar sekitar Rp34 miliar. Jika tidak memungkinkan se­mua menggunakan AP­BN kita siapkan dana pendamping dari APBD,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat selesai pe­ninjauan bersama Nani Hendiarti Deputi Bidang Koordinasi Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Ke­maritiman Dan Investasi di Aia Dingin Kota Padang, Jumat (24/).

Rencana pengemba­ngan untuk TPA Aia Dingin Padang direncanakan di­leng­kapi dengan pemba­ngunan Refuse Derived Fuel (RDF) yang berfungsi untuk memusnahkan sam­­pah sekaligus men­jadi ba­han penghasil ener­gi.

Sementara untuk TPA Regional Payakumbuh de­ngan pembangunan sel baru untuk mengantisipasi kondisi yang sudah ke­lebihan kapasitas.

Gubernur Mahyeldi me­nyebut persoalan TPA ini sangat mendesak me­ngingat banyak persoalan sosial yang akan mengi­ringi jika tidak diselesaikan secepatnya.

TPA Aia Dingin Padang diperkirakan akan penuh pada 2026 jika tidak segera diantisipasi sedangkan TPA Regional Payakumbuh te­ran­cam jebol karena kele­bihan kapasitas. “Angga­ran pendamping dari APBD akan ­difokuskan untuk pem­bangunan infrastruk­tur pendukung seperti ja­lan, sementara anggaran untuk pengembangan lain diharapkan melalui APBN,” katanya.

Wali Kota Padang Hen­dri Septa mengungkapkan produksi sampah di kota itu mencapai 450 ton perhari dengan 70 persen dianta­ranya adalah sampah or­ganik.

Saat ini TPA Aia Dingin masih bisa menampung sampah itu, namun diper­kirakan 2026 sudah penuh dan tidak bisa diman­faat­kan jika tidak ada pengem­bangan.

Kepala Dinas Lingku­ngan Hidup Sumbar Siti Aisyah mengatakan RDF di TPA Aia Dingin Padang sangat tepat karena dekat dengan PT Semen Padang yang akan memanfaatkan hasil pengolahan sampah itu sebagai bahan bakar.

Sedangkan untuk TPA Regional Payakumbuh le­bih tepat menggunakan Bioteknologi seperti de­ngan maggot.

Deputi Bidang Koor­dinasi Lingkungan dan Ke­hutanan Kementerian Ko­or­dinator Bidang Kema­ritiman Dan Investasi, Nani Hendiarti mengatakan un­tuk pembangunan RDF di TPA Aia dingin lahan yang tersedia harus sudah clear and clean. “DED juga harus segera disiapkan,” ujar­nya.

Ada beberapa alter­natif pendanaan yang bisa digunakan yaitu APBN atau swasta karena saat ini cukup banyak swasta yang tertarik berinvestasi di bidang sampah. Untuk TPA Regional Payakumbuh pi­hak­nya segera meng­koor­dinasikan dengan Kemen­trian PUPR untuk dicarikan solusi terbaik.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top