Close

Antisipasi Peredaran Tuak, Polsek Luhak terus Edukasi Petani Aren

EDUKASI—Kapolsek Luhak Rika Susanto, saat melakukan edukasi kepada petani Aren.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Mengantisipasi terja­dinya penjualan Air Nira Aren untuk diolah kembali menjadi Minuman Beralkohol jenis Tuak, Polres Payakumbuh melalui Pol­sek Luhak terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada petani Aren, terutama di Jorong Talaweh Nagari Labuah Gu­nuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota yang sebagian besar masyarakat hidup sebagai petani Aren.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Luhak IPTU. Rika Susanto saat me­ngunjungi Pabrik pengolahan Air Nira di Jorong Talaweh Selasa (7/6), di Pa­brik yang diketuai Damanik itu puluhan petani Aren telah “Hijrah” dan tidak lagi menjual Air Nira untuk dioleh kembali menjadi tuak. IPTU. Rika terus mendorong agar petani lainnya juga tidak lagi menjual Nita untuk pengolahan Tuak.

Menurutnya, Air Nira Aren masih bisa diolah menjadi berbagai produk lainny, diantaranya Gula Aren, Gula Semut, Gula Cair dan Minuman Segar Air Nira.  “Kita terus mela­kukan pembinaan dan e­du­kasi kepada masya­rakat terutama petani Aren untuk tidak lagi menjual Air Nira untuk kemudian diolah menjadi Minuman Tuak,” sebut Mantan Kapolsek Suliki itu.

Iptu  Rika juga menambahkan, pihaknya akan terus mengedukasi ma­sya­rakat agar menjual Air Nira Aren ke Pabrik Pe­ngolah yang telah ada.

Sementara Damanik, Penangung Jawab Pabrik sekaligus Ketua Kelompok Tani (KELTAN) Mutiara menyebutkan bahwa “hij­rahnya” petani Aren di Jorong Talaweh telah terjadi sejak tahun 2019 lalu, ia juga terus mengedukasi agar masyarakat/petani tak lagi menjual Air Nira untuk diolah menjadi Tuak.

“ Air Nira Aren yang kita olah menjadi berbagai jenis produk ini berasal dari anggota KELTAN Mutiara yang kita beli, dan ada juga dari masyarakat lainnya yang dahulunya menjual Air Nira Aren untuk diolah menjadi Tuak.” Sebutnya.

Ia juga menambahkan, edukasi yang dilakukan dengan cara “me­nyentuh” hati masyarakat bahwa uang yang didapat dari menjual Air Nira Aren yang kembali diolah menjadi tuak tidak berkah dan tidak baik jika diberikan kepada anak dan keluarga.

“ Kita mengedukasi masyarakat yang masih menjual Air Nira untuk diolah menjadi tuak dengan cara menyebutkan bahwa uang hasil penjualan itu tidak berkah dan tidak baik jika diberikan kepada anak dan keluarga, dan Alhamdulillah telah banyak ma­syarakat yang paham,” ucapnya. Saat ini menurut Damanik harga perliter Air Nira ia beli seharga Rp. 2500 sementara jika dijual untuk diolah menjadi Tuak lebih tinggi sedikit yakni Rp2800.  (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top