Menu

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pencegahan Lebih Ekonomis Dibanding Mengobati

  Dibaca : 71 kali
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pencegahan Lebih Ekonomis Dibanding Mengobati
PENCEGAHAN— Untuk memutus rantai penularan Covid-19, dipasang wastafel portable yang bisa dimanfaatkan warga untuk mencuci tangan.

BUKITTINGGI, METRO
Penarapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), sesuai Perda No.6/2020 di Sumbar, termasuk Kota Bukittinggi terus disosialisasikan. Karena, dengan kebiasaan baru itu, banyak hal positif yang didapat, terutama di bidang kesehatan dan berdampak pula di bidang ekonomi kemasyarakatan.

Kabag Humas Setdako Bukittinggi, Yulman menyampaikan, pihaknya sejak awal pandemi Covid-19 Maret lalu, tak henti-hentinya mensosialisasikan pecegahan penyebaran dengan 3 M plus.

Hal itu menjadi penekanan khusus dari wali kota bersama Unsur Forkopimda Bukittinggi yang ikut aktif mensosialisasikan AKB itu. “Pencegahan penyebaran Covid-19, dilakukan dengan 3 M plus. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, meningkatkan pola bersih hidup dan sehat serta mengubah pola bersalaman. Upaya ini dinilai cukup efektif untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Ini yang terus kami sampaikan kepada masyarakat,” jelas Yulman.

Yulman menambahkan, Pemko Bukittinggi bersama stakeholder terkait dan mitra kerjanya yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Bukittinggi, siap membantu masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

“Sarana prasarana di tempat umum untuk pencegahan juga telah disiapkan. Wastafel dan sabun juga telah ada. Tinggal mengajak masyarakat kita untuk rajin cuci tangan. PMI juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan, terutama bagi warga yang butuh pelayanan itu, PMI juga siap bantu. Intinya Pemko Bukittinggi akan kerahkan tenaga dan membantu masyarakat, agar tidak terpapar covid-19,” ujar Yulman.

Sementara, Prof. Hasbullah Thabrany dalam forum Dialog Juru Bicara pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dengan Tema ‘Perhitungan Rugi-Rugi Kena Penyakit’ di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (16/11) lalu menjelaskan, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Tak perlu biaya mahal untuk pencegahan penyebaran virus Corona- lakukan 3M dan jalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Jika sudah divonis positif Covid-19, tidak hanya berdampak pada kesehatan dan psikologi, tapi juga kerugian ekonomi.

“Tabungan yang seharusnya digunakan untuk masa depan keluarga, juga bisa terkuras untuk biaya berobat. Rata-rata biaya rawat itu untuk 15 hari. Dari data berbagai rumah sakit, ada yang sampai 194 hari di rumah sakit. Bisa dibayangkan kalau satu hari seseorang bisa memperoleh (penghasilan) Rp. 1 juta, berarti Rp194 juta (kehilangan pendapatan). Itu belum biaya berobat, biaya berobat rata-rata Rp184 juta,” ujar Yulman.

Meski perawatan Covid-19 ditanggung oleh negara, namun masyarakat diharapkan sadar bahwa biaya tersebut juga merupakan uang rakyat melalui APBN. “Janganlah kita berperilaku memboroskan uang bersama, uang publik, uang negara itu uang kita bersama. Nah, ini bagian yang mesti kita pahami bersama, perubahan perilaku. Karena sebetulnya kita bisa kendalikan hawa nafsu untuk berkumpul,” pintanya.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini mengatakan jika seseorang sudah dinyatakan positif Covid-19, maka sudah pasti tidak dapat bekerja dan belajar. Hal ini juga akan menimbulkan ketidakmampuan untuk mendapatkan upah atau pendapatan dan kemungkinan besar dapat kehilangan pekerjaan.

Pencegahan Covid-19 ditegaskannya sangatlah mudah dan murah. Masyarakat cukup melakukan disiplin protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. “3M itu modalnya kan cuma masker, ganti-ganti masker berapa sih. Mencuci tangan hanya butuh 30 detik saja, itu cukup bunuh kuman. Berapa biayanya? Tidak banyak, sangat murah, mungkin satu hari tidak sampai Rp 5 ribu,”jelas Yulman. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional