Close

Antisipasi Penolakan Jenazah Covid-19, Gubernur Instruksikan Bupati/Wako Tanggung Jawab Menguburkan

Antisipasi Penolakan Jenazah Covid-19 Gubernur Instruksikan Bupati/Wako Tanggung Jawab Menguburkan

PADANG, METRO
Antisipasi penolakan pemakaman jenazah pasien positif atau suspect covid -19 dari sebagian masyarakat di daerah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengeluarkan instruksi kepada Bupati dan Wali Kota se-Sumbar. Instruksi itu bernomor 360/035/COVID-19-SBR/IV-2020 tentang tanggung jawab pemakaman jenazah corona virus disease (covid-19) di Provinsi Sumatra Barat.

Dalam instruksi yang dikeluarkan Jumat (17/4) ada berapa poin yang dituliskan. Pertama, mempedomani langkah-langkah pengurusan jenazah pasien terinfeksi covid-19 sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi dari Kementerian Kesehatan RI. “Pedoman itu di antaranya tidak lebih dari 4 jam disemayamkan di tempat pengurusan janazah dan segera dimakamkan,” kata Gubernur.

Poin kedua, katanya, bertanggung jawab menyelenggarakan pemakaman di mana pasien meninggal. “Apabila pihak keluarga menyepakati lokasi pemakaman jenazah dibawa ke kampung halaman atau daerah, maka Bupati atau Wali Kota di daerah yang disepakati pihak keluarga bertanggung jawab untuk menyelenggarakan proses pemakaman tersebut. Agar berjalan lancar dan kondusif serta sesuai dengan pedoman pengurusan jenazah covid-19,” ungkapnya.

Kemudian poin terakhir, memastikan dan mengawasi proses pemakaman jenazah dengan lancar serta tidak terjadi penolakan dari masyarakat di sekitar pemakaman. “Untuk itu perlu koordinasi dengan pihak kepolisian setempat mengingat ketentuan pidana bagi siapa saja yang menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah dengan ancaman pidana penjara sebagaiman yang telah diatur Undang Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular,” tuturnya.

Oleh karena itu, katanya, kepada Bupati dan Wali Kota agar dapat memedomani instruksi ini. Dan, instruksi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yakni 17 April 2020 yang ditandatangani Gubernur.

Di sisi lain, orang masuk ke Sumbar melalui 10 pintu masuk dari tanggal 31 Maret 2020 sampai tanggal 15 April 2020, berjumlah 82.473 jiwa. Rata-rata 4.851 orang sehari.

“Mudah-mudahan masyarakat yang baru masuk ke Sumbar tetap taat dan patuh dengan segala aturan pemerintah. Tetap isolasi mandiri setidaknya 14 hari dengan ketat,” harapnya. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top