Menu

Antisipasi Lost Generation, Komisi VIII DPR RI Tinjau  Persiapan Kuliah Tatap Muka

  Dibaca : 52 kali
Antisipasi Lost Generation, Komisi VIII DPR RI Tinjau  Persiapan Kuliah Tatap Muka
KUNJUNGAN— Ketua Komis VIII DPR RI Yandri Susanto saat melaksanakan kunjungan kerja meninjau UIN Imam Bonjol Padang didampingi Gubenur Sumbar Mahyeldi.

PADANG, METRO–Komisi VIII DPR RI me­nilai terlalu lama melak­sana­kan perkuliahan secara daring akan berefek buruk ter­hadap kua­litas dan karakter ma­hasiswa karena itu perku­liahan tatap muka harus se­gera diupayakan. “Kita sudah lihat hampir dua tahun pan­demi COVID-19, pen­didikan menjadi salah satu sektor yang terimbas, harus melak­sanakan pembelajaran daring sehingga tidak optimal. Jika terus dibiarkan akan terjadi lost generation,” kata Ketua Komis VIII DPR RI Yandri Susanto saat melaksanakan kunjungan kerja meninjau UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (8/9).

Menurutnya harus ada lompatan kebijakan yang dila­kukan agar ancaman lost gene­ration itu tidak terjadi. Lom­patan itu adalah ke­bera­nian melaksanakan per­ku­liahan tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Ada fasilitas yang harus disediakan dan diawasi oleh pihak kampus,” ujarnya.

Kedatangan Komisi VIII juga sekalian meninjau program SBSN yang digelon­tor­kan bagi pembangunan kam­pus III UIN Imam Bonjol di Sungai Bangek Padang.

“Kita juga menjemput as­pirasi di daerah untuk kita per­juangankan dan kawal saat raapt kerja dengan mitra Komisi VIII,” katanya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyambut keda­tangan anggota Komis VIII DPR RI yang telah mem­be­rikan perhatian khusus bagi da­erah itu terutama dalam menunjang sektor pendidikan yang merupakan basis dari masa depan bangsa.

“UIN Imam Bonjol ini ada­lah lembaga yang tidak hanya mendidik tetapi juga mem­bentuk generasi penerus ber­karakter keislaman,” ujarnya.

Gubernur mengatakan kam­pus tersebut juga mendo­rong terciptanya enterpre­neur muda dimulai dari bang­ku kuliah yang sejalan dengan pro­gram Pemprov Sumbar untuk menciptakan 100 ribu enterpreneur.

“Membantu UIN tidak ha­n­ya membantu masa depan bangsa tetapi juga membantu ummat,” tegasnya.

Rektor UIN Imam Bonjol Prof Dr Martin Kustati menga­takan kampus yang dipim­pinnya terdiri dari tujuh fakul­tas, tiga bangunan kampus dan 14 ribu mahasiswa.

“UIN Imam Bonjol me­miliki tiga pilar yaitu keisla­man, kebangsaan dan kemi­nangan,” ujarnya.

Terkait kampus III UIN Imam Bonjol yang men­da­patkan bantuan program SBSN, pembangunan fisik su­dah men­capai 95 persen, ting­gal finishing pada beberapa titik. “Kami berterima kasih atas dukungan Komisi VIII DPR RI untuk UIN Imam Bon­jol,” ujarnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional