Menu

Antisipasi Lonjakan Pasien Positif Covid-19, Gedung Ambun Suri RSAM Disiapkan untuk Isolasi

  Dibaca : 82 kali
Antisipasi Lonjakan Pasien Positif Covid-19, Gedung Ambun Suri RSAM Disiapkan untuk Isolasi
TINJAU ASRAMA HAJI— Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meninjau Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Sumbar.

BUKITTINGGI, METRO
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno meninjau Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Sumbar. Pemprov Sumbar ingin memanfaatkan Gedung Ambun Suri di RSAM tersebut untuk dialihfungsikan jadi ruang isolasi bagi pasien Covid-19. Dalam pertimbangan dilakukan alihfungsi, karena kapasitas ruangan di gedung tersebut cukup besar, serta menyediakan IGD khusus, yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan pasien Covid-19 kategori sedang dan berat.

Gedung Ambun Suri terdiri dari lantai 1 dan 2 . Yaitu ruang rawat bedah. Sedangkan lantai 3 dan 4 untuk ruang rawat penyakit dalam. Sekarang empat lantai tersebut akan digunakan untuk melayani pasien Covid-19.

Sampai di RSAM, sekitar pukul 14.30 WIB, Irwan Prayitno langsung menanyakan pihak rumah sakit RSAM, terkait kesiapan Gedung Ambun Suri melayani pasien Covid-19. Di sana, Irwan Prayitno disambut oleh Direktur RSAM, dr Khairul Said dan para tenaga medis.

Irwan Prayitno menjelaskan, Gedung Ambun Suri bisa melayani pasien Covid-19, maksimal bisa sampai 100 tempat tidur dan diharapkan sudah bisa dimanfaatkan minggu depan.

“Secara bertahap nantinya Gedung Ambun Suri akan menerima pasien Covid-19. Ada 100 tempat tidur yang akan dimanfaatkan. Apalagi ruang ICU sudah lengkap dan memenuhi standar dalam pelayanan Covid-19,” ungkap Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga meminta agar pihak rumah sakit memastikan pelayanan medis untuk pasien Covid-19 tidak terganggu. “Karena saat ini kasus Covid-19 terus melonjak sampai di atas 100 orang yang terkena. Bahkan ada yang sampai 500 lebih. Jadi dalam keadaan darurat pandemi Covid-19 ini, kita akan manfaatkan semua fasilitas yang ada,” ucapnya.

Menurut Irwan Prayitno, kalau 10 persen saja dari yang kena positif, maka harus dirawat. Kalau 100 orang saja di Sumbar yang terkena covid, tentunya ada 10 orang di sini. Maka dipastikan akan ada penambahan tempat tidur. Dan akhirnya pasien Covid-19 tidak terlayani di rumah sakit.

“Nah, untuk tidak terjadi seperti itu, maka kita minta rumah sakit-rumah sakit pemerintah untuk menambah tempat tidur. Insya Allah, RSAM akan menambah 100 tempat tidur,” jelasnya.

Irwan Prayitno menyebutkan, pasien Covid-19 kalau tidak ditangani segera akan berakibat fatal. Bahkan bisa mengakibatkan meninggal dunia. Untuk itu, pemerintah segera mengantisipasi dengan memanfaatkan rumah sakit dan tempat-tempat untuk isolasi bagi pasien positif Covid-19.

Sementara untuk di RSAM Bukittinggi, banyak permintaan orang untuk dirawat di sini. Apalagi Kota Bukittinggi daerah strategis dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Agam, Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.

“Dengan kemampuan SDM yang ada dan ditambah fasilitas yang memadai untuk melayani Covid-19, maka maksimal bisa melayani sampai 100 pasien. Mudah-mudahan penyebaran virus corona ini bisa diatasi,” tukasnya.

Direktur Utama RSAM Bukittinggi, dr. Khairul Said juga menyampaikan, Gedung Ambun Suri RSAM sudah mempersiapkan sebanyak 100 tempat tidur dengan bangunan empat lantai.

“Kita sudah mempersiapkan 100 tempat tidur, yang terdiri dari 25 tempat tidur setiap lantainya. Semua ini dipersiapkan untuk melayani pasien Covid-19,” ujarnya.

Ruangan perawatan dan isolasi telah disiapkan. Semua sarana dan prasarana telah dilengkapi. Namun masih terkendala dengan SDM penambahan bagi perawat pasien Covid-19. “Alhamdulillah, Pemprov Sumbar akan memberikan pelatihan bagi perawat kita. Mudah-mudahan ini berjalan cepat dan kita siap menerma pasien Covid-19,” tuturnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional