Menu

Antisipasi Lonjakan Pasien Corona, Asrama Haji Siapkan 276 Tempat Tidur

  Dibaca : 75 kali
Antisipasi Lonjakan Pasien Corona, Asrama Haji Siapkan 276 Tempat Tidur
TINJAU KESIAPAN— Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno melakukan peninjauan untuk melihat kesiapan Asrama Haji Tabing sebagai ruang isolasi/karantina positif Covid-19.

TABING, METRO
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien positif Covid-19 yang harus menjalani perawatan, Pemprov Sumbar menyiapkan sejumlah fasilitas pemerintah sebagai sarana isolasi dan karantina. Salah satunya adalah di Asrama Haji di Tabing.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno langsung turun ke melihat langsung kondisi Asrama Haji yang akan dijadikan ruang isolasi/karantina positif Covid-19, Sabtu (17/10). Asrama Haji itu mampu menampung 600 tempat tidur, namun yang siap dan tersedia saat ini sebanyak 276 unit tempat tidur untuk menampung pasien Covid-19 yang ringan.

“Kasus positif Covid-19 di Sumbar terus menunjukkan grafik naik setiap hari. Jadi harus ada tempat ruang isolasi/karantina untuk menangani positif ringan (OTG) Covid-19. Kita sudah persiapkan penambahan tempat tidur di Asrama Haji ini,” ujar Irwan.

Bila diperlukan terang Irwan, maka semua tempat tidur yang ada di Asrama Haji bisa dipakai untuk melayani pasien positif Covid-19. Untuk hal ini, Pemprov Sumbar memberikan apresiasi kepada pihak Asrama Haji yang tanggap dan menyediakan diri memfasilitasi pasien Covid-19.

Jika tempat tidur yang tersedia saat ini terisi semua, maka akan ditambah sebanyak 100 unit tempat tidur lagi. Kapasitas tampung tempat tidur 600 unit di Asrama Haji, belum bisa dipenuhi karena beberapa bangunan yang perlu dilakukan perbaikan terlebih dulu.

“Kita akan terus berusaha mempersiapkan tempat isolasi/karantina yang terbaik bagi pasien Covid-19. Asrama Haji ini sangat representatif sebagai lokasi karantina karena dilengkapi dengan sarana yang memadai, bahkan ada tempat olahraga untuk menguatkan imun tubuh,” sebut Irwan.

Selain itu, Irwan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama dan senantiasa disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Yaitu dengan cara selalu memakai masker saat di luar rumah, cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Dengan cara itulah kita bisa menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumbar secara efektif,” bebernya.

RSUP M Djamil
Sebelumnya, RSUP M Djamil Padang menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 68 unit untuk pasien positif Covid-19 yang memiliki penyakit bawaan (comorbid). Ruang khusus dengan peralatan lengkap ini berada di gedung Intalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT).

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengapresiasi adanya ruangan khusus bagi pasien dengan gejala terberat tersebut. Ini tentunya mendukung upaya treatment atau perawatan bagi pasien yang memiliki penyakit penyerta.

“Untuk treatment mendapatkan dukungan Direktur RSUP M Djamil. Ada penambahan 68 tempat tidur terdiri dari 31 unit yang ICU dan 37 unit HCU. Ini untuk mereka yang positif yang berat bisa ditampung di sini,” sebut Irwan, Jumat (16/10).

Irwan mempercayai RSUP M Djamil dalam penanganan pasien yang memiliki gejala terberat dengan tersedianya ruangan khusus. Apalagi, ketersediaan alat yang memadai dan lengkap. “Ini amanat yang kami berikan untuk menangani pasien yang berat dengan alat yang lengkap. Insya Allah siap,” bebernya.

Sementara itu, Direktur RSUP M Djamil Padang, Yusirwan mengungkapkan, hadirnya ruangan khusus ini upaya untuk mengurangi angka kematian pasien positif Covid-19. Pelayanan optimal dan penanganan baik sangat penting bagi pasien gejala terberat dan kritis.

“Saya lihat di daerah lain tidak ada kapasitas seperti ini. Maka kita sepakat, RSUP M Djamil yang menangani pasien berat dan kritis. Apalagi dengan erupsi, peningkatan kasus, kelihatan semakin banyak gejala berat maka kami jawab tantangan ini,” jelasnya.

Ruang khusus ini dijadwalkan akan mulai beroperasi 10 hari ke depan. Yusirwan menyebutkan, ruang khusus ini juga dilengkapi dengan tenaga kesehatan yang memadai serta dilengkapi CCTV untuk bisa dimonitor oleh seluruh dokter spesialis. “Sehingga perdetik melalui CCTV bisa diakses dokter spesialis, 24 jam bisa dimonitor. Sehingga bisa memberikan instruksi kepada perawat yang ada pada saat itu bagi pasien,” tuturnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional