Menu

Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran, RSUD Rasidin Siapkan 40 Tempat Tidur Tambahan

  Dibaca : 391 kali
Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran, RSUD Rasidin Siapkan 40 Tempat Tidur Tambahan
Herlin Sridiani, Direktur RSUD Rasidin Padang

AIA PACAH, METRO
Untuk mengantisipasi penambahan pasien Covid-19 usai libur lebaran, RSUD Rasidin Kota Padang menambah tempat tidur rawatan pasien khusus corona tersebut menjadi 40 bed. Saat ini tempat tidur yang terisi adalah sebanyak 18 pasien positif.

“Sekarang yang terisi adalah 18 tempat tidur. Kemungkinan hari ini bertambah tiga orang lagi yang diketahui hasil swabnya positif, jadi yang bersangkutan mau kita pindahkan juga dari ruang khusus suspek ke ruangan positif,” kata Direktur RSUD Rasidin Padang, Herlin Sridiani, Selasa (18/5).

Ia menjelaskan, selama ini pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Rasidin sebagian besar berasal dari pasien rawatan umum yang kemudian dites swab. Setelah tes swab dilakukan, mereka langsung dimasukkan ke ruang khusus suspek.

Setelah hasil tes keluar, yang bersangkutan langsung dipindah lagi. Untuk yang positif dimasukkan ke ruangan zona merah. Sementara yang negatif di masukan ke zona hijau.

“Jadi disini kita telah membaginya menjadi zona merah dan zona hijau. Yang positif mengisi tempat tidur di zona merah. Yang negatif kita pindah ke zona hijau,” tandasnya.

Dijelaskannya lagi, saat ini tempat tidur yang tersedia adalah sebanyak 20 tempat tidur. Sekarang lagi dipersiapkan untuk ditambah menjadi 40 unit. Dengan begitu, RSUD siap menghadapi jika terjadi lonjakan pasien corona tersebut.

Selama lebaran, kata Herlin, pasien Covid-19 memang meningkat. Namun tidak terlalu signifikan. “Kita berharap pasien Covid-19 tidak bertambah, tapi jika memang terjadi lonjakan, kita harus hadapi. Sekarang kita lagi membenahi ruanganya,” tandas Herlin lagi.

Untuk pasien Covid-19, rata-rata menjalani perawatan selama 14 hari. Namun biasanya, bagi pasien yang bagus daya tahan tubuhnya maka dalam waktu 7 hari, ia sudah negatif dan kemudian dipulangkan.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Padang dr. Ferimulyani Hamid, sebelumnya mengakui jika mobilitas warga tinggi selama lebaran.”Mobilisasi masyarakat tidak dapat kita batasi, bahkan jauh hari sebelum penyekatan di perbatasan, warga sudah duluan mudik. Karena itu kita imbau warga untuk melakukan tes swab terlebih dahulu dan melakukan isolasi mandiri hingga hasil tes swab keluar,” ujar Fermulyani.

Ia menjelaskan juga saat ini seluruh Puskesmas di Padang sudah membuka pelayanan tes swab pada Sabtu (15/5) yang dibuka dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

“Dua hari lebaran kemarin labor tutup, pelayanan tes swab juga tutup. Sabtu lalu kita buka kembali,” ungkapnya.

Fermulyani memprediksi akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 usai lebaran ini. Mobilitas warga yang cukup tinggi dan masih adanya warga yang abai dengan protokol kesehatan menjadi kekhawatiran tersendiri.

“Kita siapkan tenaga kesehatan mulai Senin (17/5). Selain itu, kita juga menyiapkan Rumah Nelayan di Koto Tangah dengan daya tamping 300 pasien sebagai tempat isolasi mandiri untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19,” terangnya.

Di sisi lain, Ferimulyani kembali mengimbau semua warga Kota Padang agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Sehingga penularan melalui droplet bisa dihindari. Terutama jika berada di tempat keramaian.

“Sepanjang masih mematuhi protokol kesehatan, tentu penularan bisa ditekan. Tapi kalau sudah lengah, itu yang berpotensi tertular atau menularkan. Kita tetap meminta warga selalu memakai masker, rajin cuci tangan dan menghindari kerumunan,” tandasnya. (tin/hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional